Berita DeputiDeputi 4

Adakan Lokakarya Pengelolaan Sampah Padat, Kemenko Marves Tinjau Infrastruktur Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali

Dibaca: 13 Oleh Kamis, 18 November 2021November 26th, 2021Tidak ada komentar
GII Field Visit Bali
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-761/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Bali, Pada Rabu dan Kamis 17 – 18 November 2021, Kemenko Marves melakukan peninjauan terhadap infrastruktur pengelolaan sampah di Provinsi Bali. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan lokakarya Green Infrastructure Initiative terkait dengan sektor pengelolaan sampah padat di Provinsi Bali. Hadir dalam acara ini sejumlah pemangku kebijakan baik dari level pusat maupun pemerintah daerah yang diantaranya adalah perwakilan dari Kemenko Marves, Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air BAPPENAS Nur Hygiawati Rahayu, dan perwakilan dari dinas serta BAPPEDA provinsi.

Pada kesempatan ini, Kemenko Marves meninjau sekaligus mengajak peserta kegiatan untuk melihat proses pengelolaan sampah di Kabupaten Klungkung. Agenda pertama dimulai dengan kunjungan ke TOSS Kabupaten Klungkung dimana rombongan peserta disambut oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Beliau memperlihatkan serta memaparkan bagaimana sampah-sampah yang terkumpul dari seluruh desa di Kabupaten Klungkung dikelola dan diolah setiap harinya. Beliau juga memperlihatkan teknologi mengubah sampah menjadi listrik yang bekerja sama dengan STT PLN. I Nyoman Suwirta yakin bahwa TOSS adalah model pengelolaan sampah yang paling baik untuk diimplementasikan

Baca juga:  Validasi Kinerja Demi Peningkatan Performa

Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningann untuk melihat keadaan TPA yang berada di Nusa Penida dan Nusa Ceningan serta fasilitas Sea Water Resease Osmosis (RO) Ceningan pada kunjungan hari pertama. Kunjungan hari kedua dilakukan di TPST Samtaku. TPST Samtaku adalah fasilitas pengelolaan sampah yang dilakukan oleh tiga perusahaan besar dan diresmikan oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan beberapa bulan silam. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperlihatkan dukungan dari sektor swasta dalam mengelola sampah di daerah demi membangun ekonomi yang sirkular bagi daerah tersebut. Acara ditutup dengan kunjungan di ITDC Nusa Dua dimana peserta kegiatan dapat melihat dan merasakan Electronic Vehicle (EV)

Dalam kunjungan ini, Direktur Nur Hygiawati Rahayu dari BAPPENAS menyampaikan pentingnya untuk mengelola sampah dan kepemimpinan daerah yang baik sehingga dapat terbentuk sebuah ekonomi sirkular yang baik

 Tentang Green Infrastructure Initiative (GII)

GII adalah inisiatif bilateral strategis yang mutakhir antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman. Inisiatif ini disepakati pada tahun 2019 di Berlin dan mencakup fasilitas Kerjasama Keuangan (FC) lima tahun hingga EUR 2,5 miliar untuk mendukung proyek infrastruktur yang relevan dengan lingkungan dan iklim bersama dengan kerjasama teknis yang dibiayai hibah untuk bersama-sama mengidentifikasi dan mempersiapkan proyek. GII diketuai bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (CMMAI) dan Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Federal Jerman (BMZ).

Baca juga:  Wakil Presiden Pimpin Rapat Asian Games 2018 di Kemenpora

Tujuan dari GII adalah untuk mempromosikan pengembangan proyek infrastruktur yang relevan dengan lingkungan dan iklim di tiga sektor: Pengelolaan Limbah Padat, Pengelolaan Air dan Air Limbah, dan Angkutan Umum Perkotaan. Saat ini, GII beroperasi di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Biro Komunikasi

Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel