FotoBerita DeputiDeputi 4Siaran Pers

Adakan Tinjauan dan Evaluasi Pasca Panen Raya Perdana Food Estate Humbahas, Kemenko Marves Petakan Masalah untuk Usulkan Perbaikan dan Inovasi

Dibaca: 9 Oleh Jumat, 26 Maret 2021Maret 28th, 2021Tidak ada komentar
Adakan Tinjauan dan Evaluasi Pasca Panen Raya Perdana Food Estate Humbahas, Kemenko Marves Petakan Masalah untuk Usulkan Perbaikan dan Inovasi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-201/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves Humbang Hasundutan, Panen kentang perdana di Food Estate Humbang Hasundutan (Humbahas), Desa Ria-Ria, Provinsi Sumatera Utara sudah dilaksanakan. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan langsung bekerja cepat untuk melakukan evaluasi dari hasil panen yang ada untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Bersama peneliti terkemuka Profesor Utomo dan Profesor Wenefrida dari Louisiana State University, keduanya terjun untuk melihat kondisi lapangan pasca panen dan bertemu kelompok tani setempat untuk berdialog, memetakan dan mengevaluasi kondisi pasca panen di Food Estate Humbahas (26-03-2021).

Mendampingi kedua profesor di lapangan, hadir pula Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam, Mochamad Saleh Nugrahadi. “Humbahas sudah melaksanakan panen perdananya dan oleh karena itu, kita perlu melakukan evaluasi kira-kira apa yang perlu diperbaiki, ditingkatkan, dan juga kami perlu melihat fakta di lapangan, mendengarkan langsung pendapat dari kelompok tani di sini supaya food estate ini mampu lebih baik lagi kedepannya dalam segi kualitas dan kuantitas produksi,” kata Asdep Saleh.

Food Estate Humbahas difokuskan untuk melakukan penanaman tanaman hortikultura. Hingga saat ini varietas yang berhasil dan sudah dipanen pada panen perdana, yaitu kentang, bawang merah, dan bawang putih. Hanya saja dalam proses penanaman dan saat panen raya ditemukan beberapa tantangan, yaitu terkait pengolahan lahan baru, pemilihan pembibit, kurangnya sumber daya manusia, penyakit pada tanaman, kecocokan antara jenis varietas tanaman yang ditanam dan jenis tanah, sampai kepada permasalahan irigasi untuk lahan.

“Dari adanya berbagai masalah ini, kami akan mencoba menyusun satu per satu isu yang perlu diselesaikan, agar kami bisa memberikan rekomendasi yang tepat untuk Food Estate Humbahas dari segi cara tanam, varietas tanaman yang cocok ditanam, sampai ke segi pengaplikasian teknologi yang tepat guna di food estate ini,” ujar Profesor Utomo yang juga didampingi oleh istrinya Wenefrida yang juga profesor di bidang Agronomi di universitas yang sama di Amerika saat bertemu dengan petani di kawasan Food Estate Humbahas.

Setelah berdiskusi dengan para petani di Humbahas, dilakukan juga peninjauan ke kawasan food estate yang masih dalam tahap perencanaan. Kawasan baru ini nantinya menjadi salah satu kawasan food estate yang jika ditotal dengan luas Food Estate Humbahas, maka akan menjadi kira-kira 1.000 hektar luasnya pada tahun ini. Dengan luas food estate yang cukup luas di Humbahas, diharapkan mampu menjadi contoh untuk pengembangan dan produksi tanaman yang mampu bersaing dengan produk dari luar.  Setelah itu, kunjungan dan dialog dilanjutkan ke fasilitas pembibitan kentang yang dikelola oleh PT Indofood.  Keberadaan fasilitas ini, dianggap baik untuk menunjang budidaya kentang di Kabupaten Humbahas bagi para petani yang bermitra disana.

Dengan dilakukan pemetaan masalah seperti ini, nantinya mampu ditemukan solusi terbaik untuk food estate di Humbahas. Hasil pemetaan masalah ini juga akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan untuk ditindaklanjuti bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono .

Biro Komunikasi

Baca juga:  Menko Luhut Menerima Dubes Qatar di Kantor Maritim

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel