Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Ajak Direktur Pelaksana IMF ke Cilincing, Menko Luhut : “Agar Beliau Melihat Situasi Faktual Di Masyarakat”

By 28 Feb 2018 15:47Siaran Pers
WhatsApp_Image_2018-02-28_at_14.48.20

Maritim-Cilincing, Menko Maritim Luhut Pandjaitan Komite Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Madame (Mme) Christine Lagarde Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, guna berdialog langsung dengan para pedagang disana.

“Saya ajak Ibu Lagarde ke sini karena kami tidak ingin menunjukkan situasi yang baik-baik saja Kami persilakan banget melihat yang sangat bagus, dan masyarakat kelas bawah. Kita serahkan kepada dia untuk membuat sendiri tentang indonesia,” kata Menko Luhut saat ini apa tujuannya ditemui Ibu Lagarde berkunjung ke Cilincing.

Mme. Lagarde yang didampingi Gubernur BI Agus Martowardojo tampil positif dan sependapat ia ingin melihat kehidupan masyarakat yang sebenarnya, yaitu dengan melihat langsung dimana masyarakat bekerja.

“Saya senang bisa bertemu banyak perempuan yang bekerja di tempat ini,” katanya.

Setelah mengunjungi TPI Cilincing, Menko Luhut lalu mengajak Mme. Lagarde melihat suasana sungai Cilincing yang dulunya penuh dengan sampah dan kini telah menjadi lebih baik.

“Kami memulai proyek pembersihan sungai ini sejak tahun lalu. Tadinya sungai ini mirip lautan sampah dan kini sudah lebih baik. Kami mengolah plastik-plastik yang diambil dari sungai untuk dijadikan lapisan aspal seperti yang kami injak ini,” terang Menko Luhut kepada Ms. Lagarde , yang menyatakan kekagumannya terhadap teknologi tersebut.

Mme. Lagarde kemudian mengatakan, sebagai seorang yang sangat peduli pada masalah lingkungan dan mencintai kehidupan, ia mendukung apa yang dilakukan pemerintah untuk pembangunan dan.

“Kita harus bisa menjaga kehidupan di udara. Tidak boleh dibuang ke sungai sampah plastik, kertas dan lain-lain karena itu membunuh, dan itu tidak baik untuk kepentingan kehidupan,” tanggapnya.

Pada kesempatan tersebut Menko Luhut juga menceritakan tentang pemerintah, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait sedang melakukan upaya pembersihan Sungai Citarum, sungai yang saat ini dinilai sebagai sungai terkotor di dunia.

“Saya jelaskan melalui video bagaimana Citarum itu menghabiskan sepanjang 269 km, dan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tapi masyarakat dan TNI-Polri pun ikut terlibat. Karena ada lebih dari 27 juta orang yang hidup di sekitar sungai Citarum dan ada orang yang disebut Gary Bencheghib yang ikut mendorong (upaya pembersihan sungai), dan secara khusus memberikan perhatian dalam kehidupan kehidupan, “jelas Menko Luhut kepada media.

Adapun, Mme. Lagarde Indonesia Indonesia dalam rangka menindaklanjuti kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia pada bulan Oktober tahun ini.

Saat ditanya apa pendapatnya tentang persiapan pertemuan tersebut, Ms. Lagarde mengatakan persiapan sudah dilakukan dengan sangat baik.

“Kami berharap pertemuan akan berlangsung dengan sangat baik dan kami berharap indonesia akan menunjukkan sebagai negara tuan rumah yang baik kepada para tamu yang datang Dan kami juga terus melakukan berbagai upaya untuk membersihkan segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan baik untuk tanah, laut, pasir, pantai segala sesuatunya ini akan menjadi lama. Kerjasama yang terjalin dengan sangat baik antara IMF dan pemerintah Indonesia dan kepimpinan Menteri Luhut, saya sangat istimewa yang sangat kebetulan sukses, “kata Ms. Lagarde.

Ia menambahkan dari apa yang dilihatnya, Indonesia telah melakukan kemajuan yang cukup pesat dalam pembangunan, sejak pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1995.

Menjaga Lingkungan

Selepas dari TPI Cilincing, rombongan natal SDN 03 dan 06 Cilincing yang jaraknya sekitar 500 meter. Di tempat ini, Nona Lagarde dan rombongan kelebihan banyak murid dan guru yang melakukan berbagai atraksi seperti marching band, pencak silat dan lagu-lagu.

Pada kenangannya, Menko Luhut menyemangati murid-murid untuk belajar yang giat agar bisa menjadi pribadi yang sukses seperti Ms. Lagarde.

“Anak-anak belajar dari Ibu laguna ini, seorang wanita yang bisa jadi Direktur Pelaksana dari IMF di Washington. Mengapa bisa? Karena ia belajar dan ia disiplin. Kalian bisa apa tidak menjadi seperti dia? Pasti bisa juga. Sekarang kita semua harus kerja keras , dari mulai anak-anak sampai ke Presiden. Presiden juga bisa dicontoh, karena dia sosok yang sederhana dan jujur, “kata Menko Luhut dalam kenangannya yang suka tepukan dari 40 murid-murid di lapangan sekolah tersebut.

Menko Luhut menekan masalah menjaga lingkungan dengan tidak lagi menyimpan sampah sembarangan atau ke sungai. Sungai Cilincing yang tadinya sangat kotor dan jorok sudah bersih dan sekarang adalah tugas para murid dan masyarakat sekitarnya untuk menjaga kebersihannya. Jalannya pun sudah dilapisi dari aspal campur plastik. Untuk itu Menko Luhut meminta para murid, guru dan masyarakat untuk menjaga dan merawat kebersihan Cilincing.

“Ibu Lagarde ini datang kesini untuk mendorong pendidikan agar baik, tadi pesannya kepada anak-anak itu selalu menjaga kebersihan. Seperti yang selalu kita serukan itu plastik itu berbahaya, jadi jangan buang plastik ke sungai karena hal itu dapat mempengaruhi tidak baik. anakku sekalian, bilang sama Ibunya di rumah, Ibu jangan buang sampah ke laut, nanti sampahnya dimakan ikan, dan kalau ikan habis kita, kita bisa cacat, “kata Menko Luhut.

Mme. Lagarde dalam kenangannya mengatakan, kekagumannya atas berbagai atraksi yang telah dipertunjukkan oleh para murid dan mengapresiasi para guru yang telah mendidik murid-murid di sekolah.

“Saya akan menumbuhkan rasa hormat saya kepada para guru, karena saya tahu harusnya seorang guru harus bekerja untuk mengajar anak muridnya, ‘bravo’ untuk para guru. Kalian pasti akan selalu mengenang kalian. Saya akan mengatakan satu hal, saya yakin kelak anda akan menjadi seorang pemimpin, seorang yang akan mencapai cita-citanya, tapi untuk mencapai hal itu kita semua harus mau berusaha lebih keras dalam bekerja, “kata Mme. Lagarde di hadapan para murid dan guru.

Senada dengan Menko Luhut, ia meminta para murid dan guru untuk mencintai lingkungan dan merawatnya.

“Selain kerja keras, kalian harus tetap merawat lingkungan, hai arus sungai, wilayah sekitara kalian, sekolah kalian, desa anda dan semuanya. Jadi tidak bisa ada lagi sampah plastik di dalam sungai. Hal yang sangat serius sekali karena ini sangat buruk sekali bila sampah plastik itu sampai ke laut dan dimakan ikan. tugas kalian adalah kehidupan, “ujarnya.

Usai sekolah teknik Menko Luhut, Mme. Lagarde dan Gubernur BI melakukan makan pagi di daerah pantai Ancol, lanjut dengan tindakan daerah sekitar pantai Ancol.

Menko Luhut dan Mme. Lagarde menyapa masyarakat yang berada disana juga sempat menyaksikan seorang pembersih sedang bekerja.

Mme. Lagarde menyampaikan penghargaannya kepada petugas pembersih tersebut. Mme. Lagarde dikontrak perjalanan ke Yogyakarta untuk memberikan kuliah umum di Universitas Gajah Mada.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Video Foto Berita Berita Deputi
Sort by

Ajak Direktur Pelaksana IMF ke Cilincing, Menko Luhut : "Agar Beliau Melihat Situasi Faktual Di Masyarakat"