ArtikelBerita Deputi

Anak Kami Bisa Sekolah Tinggi Berkat Sawit

Anak Kami Bisa Sekolah Tinggi Berkat Sawit
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Pelalawan – Riau, Praktik perkebunan dan industri kelapa Sawit yang memperhatikan pelestarian lingkungan berdampak positif pada masyarakat. “Kesejahteraan masyarakat meningkat pesat,” kata Rahmat, eks transmigran di Pelalawan, Riau, yang menjadi petani sawit dan dipercaya sebagai Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Amanah beranggotakan para petani sawit. Menurutnya, berkat usaha komoditas ini pula anak -anak mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi.

WhatsApp_Image_2018-11-17_at_21.47.27__1_

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Kedeputian Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim bersama Tim Jurnalis Polandia mengunjungi Perkebunan Sawit milik PT. Sari Lembah Subur (SLS) yang terdapat di daerah Ukuy kab. Pelalawan, Pekan Baru, Riau (17/11)

Pernyataan itu disampaikan Rahmat kepada Tenaga Ahli Menko Maritim Ezki Tri Rezeki dalam kunjungan kerja Kementrian Koordinator bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman). Kemenko Kemaritiman adalah salah satu Delegasi Indonesia untuk COP 24 – United Nations Framework Convention on Climate Change yang akan berlangsung di Katowice, Polandia 13-24 Desember mendatang. COP 24 adalah konferensi global di mana tindakan untuk kebijakan iklim  dan masalah lingkungan hidup dibahas.

Tim Kemenko Kemaritiman mendampingi tamu dari Polandia untuk berkunjung dan meliput praktik sawit berkelanjutan ke PT Sari Lembah Subur (SLS), anak usaha Grup Astra Agro Lestari dan perkebunan sawit rakyat baik yang mandiri maupun binaan PT SLS di Riau, 17 November 2018.

Menurut Ezki, kegiatan tersebut merupakan program lanjutan setelah kunjungan kerja yang dilakukan Kementrian Koordinator bidang Kemaritiman, yang dipimpin oleh Menteri Luhut B. Pandjaitan ke Eropa beberapa waktu lalu. Mereka ingin melihat langsung industri karena mendengar kampanye negatif tentang kelapa sawit Indonesia. “Informasi seputar kelapa sawit menjadi isu yang sangat penting khususnya di Polandia,  mengingat Desember tahun ini akan diadakan  COP (Conference of the Parties) ke-24 di Polandia.” Tuturnya. Sementara, Direktur Area Andalas 2 PT Astra Agro Agro Lestari Tbk M. Marwan  menambahkan bahwa  sesuai visi dan misi perusahaan, Grup Astra Agro beserta anak usahanya berupaya menjalankan bisnis yang dapat memberi manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat. Tujuan itu dicapai dengan menjalankan empat pilar program Corporate Social Responsibility (CSR).

Selain menyaksikan bagaimana kebun sawit dikelola dengan menerapkan prinsip-prinsip sustainability yang ketat, rombongan juga mengunjungi KUD Amanah untuk melihat langsung bagaimana kelapa sawit bermanfaat bagi kesejahteraan petani. Rombongan berdiskusi dengan dengan Rahmat dan Supriyanto, sesama eks transmigran yang merupakan petani sawit sukses binaan PT SLS.

“Kehadiran tamu dari luar negeri ini bukan yang pertama. Sebelumnya koperasi kami juga dikunjungi tamu-tamu dari negara lain, termasuk LSM yang sering berpandangan negatif terhadap sawit,” kata Rahmat. “Sebaiknya memang begitu, mereka bisa datang langsung kesini, melihat langsung bagaimana sawit ini bisa menyejahterakan kami, anak kami yang sekarang bisa sekolah tinggi. Soal lingkungan pasti kita jaga, demi anak-anak dan keturunan kami pak, kami kan yang sehari-hari hidup disini” imbuh Rahmat.

Ia bersama petani sawit lainnya mengaku siap menjelaskan kepada siapapun yang belum menyadari bahwa perkebunan kelapa sawit telah  dikelola dengan prinsip-prinsip yang berkelanjutan. (***)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel