Berita

Angka Kasus Covid-19 Menurun Signifikan, Menko Luhut: Tidak Boleh Berpuas Diri, Justru Tambah Hati-Hati

Dibaca: 102 Oleh Senin, 27 September 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 27 at 18.55.47
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-615/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2022

Marves – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melaksanakan Konferensi Pers Hasil Rapat Terbatas (Ratas) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual pada Senin (27-09-2021).

Dalam paparannya, Menko Luhut menjelaskan bahwa per 26 September 2021,  kasus konfirmasi nasional turun sebanyak 96,6 persen dari puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu. Sementara itu, kasus aktif per 26 September 2021 pun terhitung lebih rendah dari angka pada 2 September 2020, yakni 42.769 dengan 43.059. Kasus aktif nasional juga telah mengalami penurunan sebanyak 92,6 persen dari puncaknya pada 24 Juli 2021.

Menko Luhut berpesan, “Kita tidak boleh berpuas diri, tapi justru tambah hati-hati. Teman-teman Polri dan TNI sudah kerja dengan luar biasa, begitu juga dengan dinas kesehatan, saya kira mereka sudah bekerja bahu membahu.”

Dari pencapaian itu, dia mengatakan bahwa kuncinya adalah  pengecekan time to time dan pemeriksaan detail ke bawah. “Jadi tidak bisa seperti fire and forget, kita harus turun ke bawah melihat pelaksanaannya,” tutupnya.

Baca juga:  Tingkatkan Investasi pada Sektor Pendidikan, Kemenko Marves Fokus pada Peningkatan Kualitas SDM

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan terkait dengan perkembangan kasus luar Jawa Bali. Dari angka kasus aktif nasional sebesar 42.769, kasus distribusi luar Jawa adalah sebesar 62,84 persen. Sementara dilihat dari segi kesembuhan nasional yang 95,62 persen di luar Jawa bali adalah 94,96 persen. Sementara itu, tingkat kematian nasional 3,36 persen, dan luar Jawa-Bali adalah 3,08 persen.

Mengutip perintah Presiden, Menko Airlangga mengatakan bahwa Presiden menggarisbawahi penggunaan DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) di daerah agar difokuskan untuk penanganan Covid-19. “Bapak Presiden mengingatkan, masing2 KL perlu memonitor belanja negara agar pertumbuhan ekonomi masih bisa terjaga,” tutup Menko Airlangga.

Pembelajaran Tatap Muka Akan Mulai Diterapkan Secara Bertahap dan Terpantau

Selain kedua menteri koordinator tersebut, hadir dalam rapat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dia memaparkan, “perubahan dari pandemi ke endemi akan dijalankan secara normal dengan protokol kesehatan yang baik. Ini dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan atau perubahan perilaku serta 3M,” jelasnya.

Baca juga:  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan di dampingi Deputi bidang Infrastruktur Ridwan Djamaludin meninjau lokasi Pelabuhan Benoa di Tanjung Benoa Bali

Menkes Budi menambahkan, sektor pendidikan saat ini menjadi salah satu prioritas, sebab pembelajaran tatap muka apabila terus ditunda akan menyebabkan banyak kerugian jangka panjang.  Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka secara bertahap akan diimplementasikan dengan pengawasan, passive case finding dan active case finding.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menambahkan, “Data dari Bank Dunia dan berbagai institusi riset menemukan learning loss yang bisa terjadi apabila di tingkat SD dan PAUD sekolah tidak dapat dibuka, dimana dampak yang terjadi dapat bersifat permanen.

“Ada tantangan disana sini, tapi kita lebih takut dan ngeri kalau generasi yang akan datang jadi tidak berpendidikan. Apapun yang kita buat tentu ada resikonya. Tapi akan lebih besar lagi resikonya jika sekolah tidak dapat berjalan,” tutup Menko Luhut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel