Berita DeputiDeputi 4

Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik, Deputi Nani: Inovasi dan Kolaborasi Ini Diharapkan Bisa Jadi Contoh

Dibaca: 231 Oleh Selasa, 18 Januari 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 12 28 at 18.09.37 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-15/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2022

Marves – Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Nani Hendiarti mengapresiasi upaya Danone-AQUA dan H&M untuk mengelola sampah plastik dengan meluncurkan produk Bottle2Fashion pada Selasa sore (18-01-2022).

“Ini merupakan inovasi sekaligus terobosan untuk pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan untuk membuat produk baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Suatu bentuk konkret dari ekonomi sirkular,” tutur Deputi Nani dalam sambutannya pada peluncuran produk Bottle2Fashion.

Dia menyampaikan bahwa inovasi yang memanfaatkan daur ulang botol plastik memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan kreativitas serta kolaborasi yang efektif dengan berbagai stakeholder.

“Pendaur-ulangan merupakan salah satu pilar dari prinsip ekonomi sirkular. Penerapan prinsip ini bukan saja dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah dan pencemaran lingkungan tetapi juga dapat menumbuhkan lapangan kerja baru baik pekerja formal maupun informal,” terangnya.

Deputi Nani menambahkan bahwa penerapan ekonomi sirkular seperti ini akan dapat menghemat menggunaan sumber daya tidak terbarukan dan mengurangi emisi karbon ke atmosfir yang sangat penting dalam aksi mitigasi perubahan iklim.

Baca juga:  Seminar Nasional dan Call For Papers : Kuala Tanjung Sebagai Multipurpose Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Maritim

“Isu terkait sampah merupakan hal yang nyata dan memang ada di mana-mana. Oleh karena itu, Danone-AQUA bersama H&M berdiskusi terkait komitmen lestari masing-masing organisasi, hal apa yang bisa kami lakukan untuk berkontribusi terkait permasalahn sampah,” tutur social environment program, stake holder engagement and public affair manager H&M Indonesia, Anya Savira.

Menurutnya, komitmen kedua perusahaan tersebut ditunjukkan dengan ditandatanganinya MoU pada acara “Align for Marine Plastic Ocean Hosted by Indonesia Government” yang disaksikan oleh Kemenko Marves pada September 2017 lalu.

“Dari sejak kami meluncurkan koleksi pertama bottle2fashion pada tahun 2020 lalu, kami sudah menggunakan lebih dari 7,5 juta botol plastik untuk produk H&M yang juga tersedia di semua outlet di seluruh dunia,” tambah Anya.

“Inovasi dan kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi perusahaan yang lain, karena ini sudah harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” sambung Deputi Nani.

Dia pun melanjutkan bahwa peluncuran produk ini merupakan bagian dari aksi nyata oleh produsen dalam memenuhi kewajibannya untuk melakukan pengurangan sampah dari produk dan kemasannya untuk dilakukan pendaur-ulangan, serta wujud aksi kolaboratif dalam melakukan pendaur-ulangan sampah plastik menjadi produk baru.

Baca juga:  Labuan Bajo Menyambut Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank

Terkait inovasi yang dilakukan H&M, Vera menjelaskan,
“Kami mengolah sampah botol plastik menjadi kepingan kecil yang kemudian melalui setidaknya 5 tahapan perubahan, akhirnya dari bahan botol plastik menjadi recycle polyester fiber yang kemudian dioleh menjadi kain yang siap diubah menjadi produk fashion,” terangnya.

“Danone-AQUA secara konsisten melakukan usaha pengumpulan kemasan botol plastik paska konsumsi sebagai sumber material penting dalam produk sirkular. Sampai saat ini, kami sudah mengumpulkan sekitar 13 ribu ton botol plastik bekas dari 6 recycling business unit,” sambung
Packaging singularity senior manager Danone-AQUA, Jefri Ricardo.

Dia berharap upaya yang telah dilakukan ini dapat mendorong sektor swasta lain untuk terus mengkampanyekan secara masif penanganan polusi sampah plastik di Indonesia, melalui aksi nyata pengurangan dan pemanfaatan ber-ulang produk-produk yang terbuat dari plastik.

Deputi Nani kemudian menghimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif dan bertanggung jawab atas pengelolaan sampah yang dihasilkan mulai dari diri sendiri dan dari lingkungan terkecil di sekitarnya. Menurutnya, jika dikelola dengan benar, sampah yang dihasilkan masih memiliki nilai ekonomi dan masih bisa dimanfaatkan.

Baca juga:  Kemenko Marves Tinjau Areal Rencana Pengembangan Food Estate di Kalimantan Utara

“Pemerintah, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi akan terus mendukung kerja-kerja gerakan seperti ini yang memiliki semangat tinggi untuk membantu negeri ini keluar dari masalah persampahan,” tandasnya.

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel