Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Atasi Inefisiensi, Menko Luhut Resmikan Sistem Pelabuhan Online di Lampung

IPC_Panjang

Maritim – Lampung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan meresmikan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) berbasis online di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Selasa (04/09). Cara ini merupakan solusi untuk mengatasi inefisiensi di pelabuhan.

“Dengan (sistem) online ini, kita bisa cek semua, jadi akan mengurangi kebocoran-kebocoran di sana sini,” terang Menko Luhut terkait keberadaan TPS online yang otomatis akan meminimalisir adanya tatap muka antara importir/eksportir dengan pihak pengelola pelabuhan atau juga aparat.

“Artinya orang-orang yang tadinya bawa dokumen ke sana sini tidak ada lagi, semua sudah online. Nanti di Banten juga ada pelabuhan sendiri, sehingga di industri Banten berdiri juga di Pelabuhan Bojonegara, jadi tidak perlu ke Priok. Sehingga lebih efisien,” jelasnya bahwa sistem online juga akan diterapkan di terminal peti kemas di berbagai wilayah lain di Indonesia.

“Dengan efisensi saya kira kita lebih bersaing lagi. Sekarang  pertumbuhan 18 persen, tadi saya sudah bilang dengan bapak Dirut (Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya) di sini, kalau bisa dibikin lebih, itukan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, jadi kalau efisien, orang mau datang ke sini,” ujarnya yang optimis bahwa sistem online ini akan mampu meningkatkan nilai ekspor dari Lampung.

“Kami dari sisi ekspor itu ada potensi sampai dengan bulan Agustus kemarin itu sudah 23 triliun (rupiah),” terang Sekjen Dirjen Bea dan Cukai Kushari Supriyanto yang juga melaporkan penerimaan Lampung dari bea masuk dan keluar serta pajak berkisar Rp 3,6 triliun di kurun waktu yang sama.

Untuk mendukung potensi sebesar itu, pembangunan infrastruktur juga akan ditingkatkan. “Di sini juga akan dibuka jalan akses ke tol 9 km itu, sehingga dengan begitu barangnya bisa lebih cepet lagi dan orang lebih senang,” kata Menko Luhut.

Program transit

Sementara mengenai program selanjutnya dalam TPS Online seperti program transit, Menko Luhut mengungkapkan akan terus berkembang. “Kita akan jalanin terus, pokoknya apa yg membuat semua itu lebih efisien kita akan kerjakan. Saya sudah bilang tadi 5G, hati-hati, jadi begitu teknologi ini masuk, semua ujung-ujungnya efisiensi, kalau kita tidak lakukan itu, kita akan digilas oleh keadaan,” paparnya.

Apalagi, lanjut Menko Luhut, sekarang banyak ahli-ahlinya, softwarenya sudah banyak, “Jadi dia bikin efisien pelabuhan ini, akibatnya penerimaaan dia (PT Pelabuhan Indonesia II persero – red) banyak, kemudian dia bisa kembangkan pelabuhan ini lebih bagus lagi,” ujarnya.

Yang terpenting bagi Menko Luhut, proses semua sudah dan sedang berjalan meskipun perbaikan di sana sini tetap diperlukan. “Sekarang jalan, tapi ini tetap kita kejar terus, walaupun masih banyak kekurangan kita di sini, menurut saya cukup bagus,” pungkasnya.

TPS Online sendiri merupakan solusi digital untuk melakukan Pertukaran Data Elektronik (PDE) kontainer antara sistem IPC di Terminal Peti Kemas dengan sistem Bea Cukai di pelabuhan, sehingga IPC dan Bea Cukai dapat memberikan pelayanan lebih optimal kepada pelanggan.

Penerapan TPS Online ini melengkapi aplikasi Auto Gate System serta Automatic Tally System yang juga akan diterapkan di pelabuhan.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Berita Deputi Foto
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Atasi Inefisiensi, Menko Luhut Resmikan Sistem Pelabuhan Online di Lampung