Berita DeputiDeputi 2

Bahas Jaminan Mutu dan Produk KKP, Pemerintah Fokus Tuna dan Udang

Dibaca: 41 Oleh Kamis, 26 November 2020November 30th, 2020Tidak ada komentar
Bahas Jaminan Mutu dan Produk KKP, Pemerintah Fokus Tuna dan Udang
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Surabaya, Dalam rangka mendorong percepatan pencapaian target RPJMN Tahun 2020-2024 dan Major Project tentang Program Prioritas Nasional di Bidang Peningkatan Daya Saing dan Mutu Produk Kelautan dan Perikanan, Kemenko Marves melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Implementasi Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Produk Kelautan dan Perikanan dari Hulu ke Hilir, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/11). Rakor ini dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin.

“Pertemuan ini sangat penting. Kita akan mencatat bagian quick-quick kita untuk mempercepat daripada penguatan daya saing, penguatan daripada daya mutu dan bagaimana selanjutnya. Semua harus bergerak cepat,” Kata Deputi Safri.

Mengenai percepatan tersebut, Deputi Safri menjelaskan tentunya tidak terlepas dari target pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pemain besar perikanan (ekspor) di dunia, dengan Indonesia sendiri setidaknya 2 (dua) fokus utama yang paling besar yaitu dalam ekspor tuna (ikan) dan udang.

“Ada 5, tapi kita setidaknya 2 fokus saja yang paling besar yaitu tuna dan udang, tapi tetap yang lain dijalankan,” ujarnya.

Baca juga:  Jika Perda RZWP3K Ditetapkan, Kemenko Maritim Optimis Konflik di 34 Wilayah Pesisir Segera Teratasi

“Seperti untuk udang, sekarang kita tidak membuka lahan baru, lebih banyak meningkatkan lahan yang ada misalnya dari 1 ton naik menjadi 5ton, naik lagi menjadi 10 ton, dan seterusnya, itu target kita. Yang penting sekarang kita tahu lokasi mana yang akan dikembangkan. Dalam hal ini, karena kalau kita tidak memperkuat dari awal hulu-hilir kita akan kesulitan nanti. Semua ini akan coba kita benahi,” tambahnya.

Untuk itu, Deputi Safri mengajak pihak terkait untuk memperhatikan hal-hal yang mengurangi/ memperhambat produksi baik di hulu dan hilir. Semua harus dibenahi. “Memperbaiki paling tidak regulasi apa yang bisa kita lakukan,” jelasnya.

Menambahkan Deputi Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing Kemenko Marves Dedy Miharja mengungkapkan bahwa inti pertemua ini adalah bagaimana kita memperbaiki logistik, memperbaiki mutu mulai dari penangkapan sampai ke darat dan pengiriman termasuk juga dalam pengiriman ekspor keluarnya.

“Oleh karena itu Pak Deputi berharap ini bisa jadi bahan acuan rekomendasi ke pimpinan. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Pemerintah harus fokus keseluruhan tapi yang lebih fokus hanya 2 yaitu tuna dan udang. Oleh karena itu dari sisi mutu, dari sisi hilir ini menjadi perhatian,” ujar Asdep Dedy.

Baca juga:  Keberadaan Geopark Wajib Mengangkat Potensi Wilayah dan Menyejahterakan Masyarakat

Selain melaksanakan rakor, Kemenko Marves bersama dengan K/L juga melakukan kunjungan ke Instalasi dan Laboratorium Balai KIPM Surabaya II Puspa Agro. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Bina Mutu Kemenko Marves Endang Pujiastuti.

“Jadi inti dari kegiatan rakor dan kunjungan lapangan ini adalah meningkatkan akseptabilitas ( acceptability) hasil perikanan Indonesia dengan pemenuhan persyaratan jaminan mutu dan keamanan pangan sehingga memiliki daya saing di pasar internasional,” pungkas Kabid Endang.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel