Berita DeputiDeputi 1

Bahas Pelabuhan, Deputi Basilio: Jangan Hanya by Design, tapi by Market

Dibaca: 12 Oleh Kamis, 27 Mei 2021Tidak ada komentar
Bahas Pelabuhan, Deputi Basilio: Jangan Hanya by Design, tapi by Market
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-339/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Marves Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo berharap pembangunan pelabuhan di Indonesia bukan hanya berdasarkan kemauan kita untuk menempatkan pelabuhan di mana sesuka hati kita saja atau ‘by design’, melainkan harus memperhatikan kepentingan pasar atau ‘by market needs’. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerjasama Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) anak Perusahaan PT. Krakatau Steel.

“Dalam hal ini saya ingin membahas orientasi pembangunan pelabuhan di mana selama ini kita lakukan adalah ‘by design’ sesuka kita, tanpa memikirkan kebutuhan pasar atau ‘by market needs’ yakni kurang peduli dengan kebutuhan pasar atau kebutuhan kapal orang/ negara lain yang lewat di wilayah perairan negara kita. Oleh karena itu saya dari Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi ingin membangun konsep kedaulatannya, yakni bagaimana kita bisa sama-sama membangun konsep kedaulatan maritim dari segi logistiknya, perdagangannya, lalu bagaimana kita bisa membangun konsep ketahanan maritim untuk bisa menghadapi negara-negara lain,” kata Deputi Basilio dalam acara Penandatanganan yang dilakukan di Gedung Krakatau Steel, Jakarta Selatan, Kamis (27-05-2021).

Baca juga:  Meeting bersama The Foreign Affairs Committee (AFET) dan Delegation For Relation with The Countries of Southeast Asia and Association of Southeast Asian Nation (ASEAN/DASE)

Deputi Basilio memaparkan berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terdapat 40% potensi barang perdagangan dunia senilai USD 15 triliun per tahun yang melewati perairan Indonesia. Namun dirinya menilai potensi ini belum dirasakan di pelabuhan-pelabuhan kita.

“Kita sama-sama tahu bahwa kita punya Selat Malaka yang dilalui lebih dari 120.000 per tahun, Selat Sunda yang dilewati lebih dari 56.000 kapal per tahun dan Selat Lombok yang dilalui lebij dari 36.000 kapal per tahun. Kita juga memiliki tuga alur laut kepulauan Indonesia yaitu ALKI I, ALKI II , dan ALKI III. Alur-alur pelayaran ini adalah suatu kemewahan yang dimiliki Indonesia, namun jika kita bangun pelabuhan kita berdasarkan konsep by design semau kita tanpa memperhatikan kebutuhan market, maka kita tidak akan bisa memetik hasil apa-apa,” ujarnya.

“Potensi barang perdagangan dunia yang melewati Indonesia sangat besar, tapi kita belum bisa mengakses potensi itu. Potensi pasar yang hilang di Selat Malaka senilai lebih dari USD 173 milyar. Untuk itu, dengan kolaborasi dengan berbagai pihak dan salah satunya penandatanganan perjanjian ini, saya berharap kita bisa mempercepat dan memaksimakan persiapan pembangunan pelabuhan demi menjaga kedaulatan, sekaligus memaksimalkan potensi ekomomi yang dapat kita raih” tambahnya.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pemuluhan Pariwisata Bali

Sementara itu, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain mengungkapkan bahwa dengan penandatanganan perjanjian kerjasama ini, besar harapannya agar kerja sama berjalan dengan baik, khususnya mengenai pengembangan Pelabuhan Sabang dan juga Aceh.

“Melalui kerja sama ini, besar harapan kami agar Pelabuhan Bebas Sabang ini dapat mendongkrak perekonomian khususnya di Sabang dan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik,” jelasnya.

Menambahkan Deputi Basilio dan Kepala BPKS, Direktur Utama PT KBS Akbar Djohan mengatakan bahwa adapun penandatanganan ini menjadikan langkah yang strategik dengan harapan terciptanya konektivitas pelabuhan curah di Indonesia serta untuk bersama mempersiapkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

“Juga harapan kita bagaimana dukungan Kemenko Marves untuk bisa kami diberi kesempatan membuktikan bahwa kemampuan port di KBS maupun BPKS ini bisa segera mewujudkan poros maritim dunia di mana dari situ berangkat global supply chain bisa terealisasikan, untuk bisa memberikan nilai tambah ekonomi baik langsung maupun tidak langsung,” pungkasnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Baca juga:  Heart Of Borneo, Kalimantan Barat

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel