Berita DeputiDeputi 4

Bahas Penanganan Sampah Laut dan Restorasi Mangrove, Kemenko Marves adakan Seminar Bersama Kementerian Samudera dan Perikanan Republik Korea

Dibaca: 38 Oleh Kamis, 14 Oktober 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 10 14 at 08.36.02 3
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan melaksanakan Seminar Bersama Tentang Sampah Laut dan Restorasi Mangrove di Jakarta pada Hari Rabu (13-10-2021).

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam kunjungan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea Moon Seong-Hyeok ke Indonesia untuk melakukan berbagai pertemuan bilateral, salah satunya dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan. Seminar ini bertujuan untuk menjembatani upaya pencapaian visi bersama antar kedua negara dalam menyelesaikan berbagai isu kemaritiman, seperti pengelolaan sumber daya maritim, perubahan iklim, hingga pengelolaan sampah di laut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea Moon Seong-Hyeok menyatakan rasa terima kasihnya atas sambutan dari Indonesia terkait adanya kerja sama bilateral pada isu kemaritiman.

“Kami berterima kasih atas sambutan dan adanya kerja sama yang terus berjalan antara Republik Korea dan Indonesia. Melalui kerja sama ini, kedua negara mempersiapkan berbagai perubahan besar untuk lingkungan dunia di masa mendatang,” ujar Menteri Moon Seong-Hyeok.

Baca juga:  Geopark Belitong Berpeluang Besar Menjadi Unesco Global Geopark

Menteri Moon Seong-Hyeok berharap agar seminar yang diadakan ini mampu terus meningkatkan kerja sama Republik Korea dan Indonesia, khususnya dalam menangani isu kemaritiman dan atau kelingkungan lainnya.

Secara teknis, dalam penyelesaian isu sampah laut, sudah ada berbagai kolaborasi bersama antara kedua negara melalui Korea Marine Environment Management Cooperation (KOEM) selama tiga tahun ke belakang. Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti, berbagai forum dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga sudah dilakukan, salah satunya pada seminar hari ini. Kedepannya diharapkan agar kerjasama antara Indonesia dan Korea dikembangkan dalam cakupan yang lebih luas seperti riset bersama, pertukaran informasi, dan alih teknologi.

Penanganan sampah laut Indonesia, lanjutnya,  dilakukan dalam berbagai cara. Salah satunya dengan menetapkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 83 tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut yang membuat target reduksi sampah laut hingga 70 persen. Target ini sudah menghasilkan dampak yang baik pula, yaitu reduksi sampah laut sebesar 15,3 persen pada 2018 hingga 2020.

Baca juga:  Kemenko Marves Survey Lahan untuk Herbal Center di Pollung Provinsi Sumatera Utara

“Kami akan mengejar terus  target yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo mengenai  sampah laut ini. Di sisi yang lain kami juga melakukan rehabilitasi besar-besaran untuk ekosistem mangrove atau tanaman bakau sebesar 600.000 hektar hingga 2024”, pungkas Deputi Nani.

Dalam seminar ini dibahas dua tema besar, yaitu sampah laut dan restorasi mangrove. Pembahasan mengenai sampah laut terbagi kembali menjadi beberapa topik, yaitu mengenai kebijakan dan progres dari penanganan sampah laut yang dijelaskan oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), usaha manajemen, status, dan reduksi sampah plastik dan mikroplastik oleh perwakilan dari Pusat Riset Oseanografi- BRIN, dan  pembahasan terkait status quo penanganan sampah plastik Indonesia dari Marine Waste Management Center Republik Korea. Kemudian, topik lainnya adalah mengenai restorasi mangrove yang memiliki beberapa bahasan isu, seperti penguatan kebijakan dan strategi rehabilitasi mangrove yang dijelaskan oleh perwakilan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, kemudian pemanfaatan  potensi karbon biru dan cara menggunakannya yang dijelaskan oleh peneliti dari KLHK, dan penjelasan spesifik terkait riset karbon biru dari Universitas Gunsan Republik Korea.

Baca juga:  Kemenko Marves Salurkan Bantuan Alkes dari Ishihara Charity Foundation Taiwan kepada Beberapa Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah di Indonesia

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel