Berita

Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jambi, Menko Luhut: Sebelum Bangun, Lihat Kegunaannya

Dibaca: 52 Oleh Sabtu, 31 Juli 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 30 at 4.07.19 PM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-471/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves-Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan, pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah di Provinsi Jambi secara virtual pada hari Jumat (30-07-2021).

Pada rakor tersebut, Menko Luhut yang didampingi oleh Deputi Infrastruktur dan Tranportasi Ayodhia Kalake dan Asdep Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air Rahman Hidayat, menekankan bahwa pemerintah dalam melaksanakan pembangunan maupun pengembangan infrastruktur selalu melihat kegunaan dari proyek tersebut.

“Jadi kita melihat suatu proyek itu, yang betul-betul kita gunakan. Sebelum membangun kita lihat kegunaannya. Jangan sampai ada proyek mangkrak. Kita juga harus pikirkan realita yang ada saat ini,” ucapnya.

Hal tersebut disampaikannya sebagai respons atas laporan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait hambatan dalam proyek pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung. Sejak tahun 2013 pihaknya kesulitan mencari investor swasta.

“Saya telah sampaikan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahwa secara komersial pelabuhannya itu tidak digunakan oleh swasta, saya khawatirkan jika kita membangun tapi nanti tidak digunakan,” jelas Menhub Budi. Dia menambahkan, bahwa sampai dengan saat ini belum tersedia akses jalan ke pelabuhan sehingga tidak ada akses keluar masuk Pelabuhan. Pihaknya masih menanti pihak swasta yang berminat melakukan aktivitas di pelabuhan tersebut, dan jika ada, Kemenhub akan merekomendasikan ke Kementerian PUPR untuk membangun jalan aksesnya.

Baca juga:  Mudik Saat Pandemi Corona, Pemerintah Batasi Kapasitas Penumpang

Dalam kesempatan tersebut, Menteri ATR/BPN menekankan perlunya Provinsi Jambi ntuk segera melakukan penijauan kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW) sesuai dengan perkembangan terkini. “Saya melihat tata ruang provinsi dan kabupaten/kota perlu menjadi perhatian kita, perlu revisi, dan sekarang ini belum ada yang menginisiasinya padahal pada masa mendatang, investasi lebih banyak berbasis pada tata ruang,” tegas Menteri Sofyan Djalil. Ia menyebut bahwa hal ini memerlukan perhatian bupati/gubernur setempat. “Saran saya, kita libatkan universitas dan nanti bekerja sama dengan Dirjen Tata Ruang. Dengan demikian, program pengumpulan data bisa dilakukan oleh mahasiswa karena tata ruang itu bisa dipercepat jika ada datanya. Menurutnya, program merdeka belajar ini nantinya akan sangat bermanfaat.

Terkait dengan pembangunan akses jalan di Provinsi Jambi, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Wiratno menyampaikan, “Pada daerah tersebut terdapat 4 kawasan konservasi. Terkait itu, sudah ada aturan yang mendukung untuk pembangunan jalan di kawasan konservasi, nanti kami akan berkoordinasi mendukung pembangunan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga:  Dukung UMKM Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, Deputi Odo : UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Dirjen Wiratno juga menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi secara teknis untuk membahas mengenai tata ruang rencana pembangunannya. Menurutnya dengan regulasi yang ada, pembangunan jalan di kawasan tersebut bisa dilakukan.

Mengenai pantai sepanjang 25 km di pesisir timur Jambi yang mengalami kerusakan, Menko Luhut menyarankan untuk direhabilitasi melalui program padat karya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), diantaranya dengan penanaman mangrove. Pihak KKP yang diwakili Dirjen Budidaya TB Haeru Rahayu menyatakan siap menindaklanjuti, TB juga melaporkan potensi Budidaya ikan Patin bersama masyarakat, sejalan dengan Pusat Pengembangan Ikan Patin Nasional (PUSTINA) di Jambi.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jambi menyampaikan potensi pengembangan yang ada pada wilayahnya, diantaranya potensi batu bara, dan pembangunan Bendungan Merangin yang dapat mendukung food estate di Jambi. Terkait rencana pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung, Gubernur bersama Bupati/Walikota terkait meminta waktu untuk membicarakan lebih dalam lagi.

Menanggapi potensi batu bara, Menko Luhut menyampaikan bahwa pemerintah memprioritaskan pemanfaatan energi baru terbarukan. “Coba pak Gubernur cek apakah ada potensi geothermal atau potensi energi baru/terbarukan lain,” jelasnya. Menko Luhut menambahkan bahwa dunia saat ini mulai meninggalkan batu bara sebagai sumber energi sehingga pengembangan energi terbarukan perlu diprioritaskan.

Baca juga:  Penanganan Kasus Covid di Wilayah Bodetabek, Menko Luhut Minta Perketat Protokol Kesehatan

“Mengenai usulan kawasan industri, itu nanti tolong dikoordinasikan dengan Pak Odi (Deputi Ayodhia G. L. Kalake), coba dilihat industri-industri apa saja yang mungkin dibangun di sana,” ucap Menko Luhut kepada Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi.

Pada rapat tersebut Menko Luhut mengingatkan bahwa pemerintah sudah menargetkan agar jalan Trans Sumatera dapat diselesaikan. “Saya mohon bapak Gubernur dan para Bupati/Walikota untuk paham betul bahwa kita saat ini sedang habis-habisan untuk menuntaskan itu,” pungkas Menko Luhut, seraya mengingatkan bahwa dalam Rakor berikutnya agar sudah ada progres dari permasalahan yang disampaikan oleh semua pihak.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel