Berita

Bahas SIMBARA, Menko Luhut Tegaskan Penguatan Penggunaan Teknologi Informasi

Dibaca: 269 Oleh Sabtu, 12 Februari 2022Tidak ada komentar
Menko Luhut Kerahkan Tim Khusus untuk Pantau Perkembangan Tol Cisumdawu, Semarang-Demak, dan Exit Tol KIT Batang
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Jakarta, Dalam rangka penguatan sistem tata kelola batu bara dari hulu ke hilir melalui penggunaan teknologi informasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Sistem Informasi Pengelolaan Batu Bara (SIMBARA). Rakor ini dipimpin langsung oleh Menko Marves Luhut B. Pandjaitan.

“Menindaklanjuti surat Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku salah satu anggota Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Nomor B/143/GAH.00/01-16/01/2022 tanggal 18 Januari 2022 perihal koordinasi Sistem Informasi Pengelolaan Batu Bara (SIMBARA), dalam rangka penguatan sistem tata kelola batu bara dari hulu ke hilir melalui penggunaan teknologi informasi serta pencegahan korupsi dalam pengelolaan batu bara, saya rasa hal ini sangat penting. Maka saya merespon dan mengadakan rakor hari ini,” kata Menko Luhut saat membuka Rakor, Kamis (11-02-2022).

Adapun mengenai sistem informasi ini, Menko Luhut memaparkan bahwa salah satu kunci dari penerapannya yakni dimulai dari hulunya terlebih dahulu yaitu keterbukaan data dari seluruh pemangku kepentingan. Kemudian sebagai respon lanjutan, maka digitalisasi dari integrasi data yang selama ini sudah dimulai di masing-masing kementerian/lembaga harus disinergikan. Bisa saling berkomunikasi dan saling berbagi pakai dalam platform yang aman.

Baca juga:  Menko Luhut: Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019

“Saat ini Ditjen Minerba Kementerian ESDM bersama dengan LNSW Kemenkeu sedang menyelesaikan SIMBARA dengan harapan secepatnya dapat menjadi solusi yang fundamental atas pengelolaan batu bara di Indonesia,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, koordinasi intensif telah dilakukan dalam upaya pemenuhan kewajiban DMO bagi produsen batu baru. Kebijakan ini mutlak, menggunakan sistem pengawasan berbasis elektronik dan penerapan sanksi otomatis yang tegas atas pelanggarannya. Selain itu, tidak kalah penting memastikan akurasi dan transparasi data produksi guna mengamankan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian Validasi dan konsistensi data Laporan Hasil Verifikasi (LHV) lalu Laporan Surveyor (LS) juga perlu diperhatikan, serta pengawasan dan penertiban batu bara illegal oleh pelaku usaha, baik produsen maupun pedagang perantara.Tiga fokus tersebut menjadi fitur/komponen dalam SIMBARA. Di mana SIMBARA ini menjadi mekanisme usulan berbasis sistem elektronis yang memuat real time data dari hulu ke hilir.

“Sesuai dengan arahan Presiden soal pasokan dan pengelolaan batu bara ini agar segera dicarikan solusi terbaik demi kepentingan nasional. Prioritasnya adalah pemenuhan kebutuhan PLN dan industri dalam negeri. Dan ini juga merupakan amanat yang tertuang dalam Perpres No. 54 Tahun 2018 terkait dengan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) pada fokus Perijinan dan Tata Niaga, Keuangan Negara dan Reformasi Birokrasi dan Penegakan Hukum. Saya harap semua pihak dapat bersinergi untuk percepatan implementasi SIMBARA sebagai salah satu solusi atas pengelolaan batu bara di Indonesia dan pencegahan korupsi pada pengelolaan batu bara. Saya minta agar dipastikan kesiapan perangkat keras, seperti server, perangkat lunak aplikasi, jaringan dan keamanannya. Serta yang penting juga roadmap integrasi data digital dan _change management_nya,” kata Menko Luhut.

Baca juga:  Menko Luhut : Pulau Nipa Berpotensi Menjadi Kawasan Ekonomi

Adapun hasil akhir dalam pertemuan ini adalah adanya arahan Menko Luhut kepada beberapa kementerian/lembaga terkait dalam progres SIMBARA ini, antara lain Menko Luhut meminta agar LNSW segera memastikan bahwa system E-RKAB LHV, COA, dan COW di dalam modul verifikasi penjualan (MVP) di Dirjen Minerba Kementerian ESDM sudah disambungkan kepada Simphony. Kemudian dirinya juga meminta agar setiap surveyor yang melakukan pengecekan terhadap ekspor dan perdagangan domestik batubara ini juga masuk ke dalam sistem SIMBARA.

“Saya minta agar Mendag segera memastikan laporan survey ini masuk ke dalam SIMBARA. Selain itu, saya juga minta sistem penerimaan Devisa Hasil Ekspor dari Bank Indonesia juga bisa masuk ke dalam sistem SIMBARA ini agar bisa diperiksa data devisanya,” pungkas Menko Luhut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel