Artikel

Bangkit dari Keterpurukan Pandemi, Ini Potret Pelaku Usaha Kecil di Bali

Dibaca: 837 Oleh Jumat, 4 Februari 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2022 02 03 at 13.47.46
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Bali,  Niluh Putri (35), salah satu pedagang di Pasar Seni Legian Bali mengaku saat ini masih bersyukur dagangannya masih ada yang beli, walaupun nyaris tidak seperti dulu.

Niluh berterus terang memang bukan hal  mudah untuk menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19. Tapi setidaknya, masih disyukuri ada terselip semangat untuk bisa bangkit.

“Masih bersyukur ada yang beli, walaupun sepi sekali enggak seperti dulu. Kalau saya dagang masih bisa untuk beli beras, daripada di rumah saja tidak dapat penghasilan,” ucap Niluh Putri kepada Humas Kemenko Marves saat diwawancarai.

Niluh bercerita kalau dulu tokonya bisa didatangi silih berganti oleh wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal, kini dia hanya bisa berharap dari wisatawan lokal saja. Omzet yang didapatkannya pun turun drastis hampir 90 persen.

Tetapi Niluh tetap semangat untuk menjalani usahanya, tidak ada rasa mengeluh di dirinya. Bagi Niluh mengeluh tidak akan mengubah keadaannya, malah semakin membuat ekonomi keluarganya terpuruk.

Baca juga:  Ingin Akselerasikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Likupang, Kemenko Marves Kunjungi Sulawesi Utara

Untuk itu, Niluh memilih bangkit dari keterpurukan pandemi. Setelah beberapa bulan kiosnya tutup, kini Niluh kembali membuka kiosnya dan memberikan senyuman ramah kepada setiap wisatawan yang datang.

Selain itu, dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan Ni Wayan (41) salah satu pedagang oleh-oleh di tempat wisata Pura Tanah Lot.

Menurut Ni Wayan, kondisi di tempat dia berjualan berubah 180 derajat, keadaan Pura Tanah Lot menjadi sepi, hingga sempat tutup selama beberapa bulan. Hal tersebut membuat pemasukannya dan para pedagang lain berkurang hingga merasakan tidak ada pemasukan sama sekali.

“Sebelum Covid-19 ramai, tapi setelah Covid-19 yang datang sepi banget, penghasilannya sedikit, sampai beberapa bulan tutup kita sama sekali tidak dapat penghasilan,” ujar Ni Wayan menceritakan kesulitan yang dialami para pedagang di masa Covid-19.

Namun kini, semua semakin berangsur membaik. Dirinya sudah mulai aktif berjualan lagi walau belum bisa dikatakan normal seperti dulu.

“Walaupun belum seperti normal pada saat sebelum pandemi, saya bersyukur tempat wisata bisa buka kembali. Karena kasihan barang dagangan jadi cenderung rawan rusak kalau tidak dirawat,” ujarnya.

Baca juga:  Pengembangan Tana Toraja sebagai salah satu destinasi wisata untuk AM IMF-WB 2018

Ni Wayan juga memberikan semangat kepada pedagan lain untuk bangkit dari masa-masa sulit ini. Dan dia berharap agar tempat wisata tidak ditutup lagi, karena itu merupakan salah satu sumber mata pencahariannya.

“Untuk teman-teman pengusaha kecil seperti saya mari kita bangkit bersama, jangan mengeluh. Ayo tetap berjualan jangan lupa selalu terapkan protokol kesehatan agar Bali segera pulih, dan semoga tempat wisata tidak ditutup lagi ya karena itu mata pencaharian kami” tutupnya.

Biro Komunikasi

Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel