Siaran PersBeritaFotoBerita DeputiDeputi 2

Bekerja Sama dengan Perum Perindo, Kemenko Marves Lakukan Akselerasi Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan Dalam Negeri.

Dibaca: 209 Oleh Selasa, 1 September 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Bekerja Sama dengan Perum Perindo, Kemenko Marves Lakukan Akselerasi Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan Dalam Negeri.
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-123/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves – Jakarta, Dalam rangka meningkatkan indeks konsumsi ikan dalam negeri, Kemenko Marves melaksanakan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo). Penandatanganan tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin.

“Kemenko Marves menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) tentang Koordinasi Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan pada Senin, 31 Agustus 2020 di Kemenko Marves, Jakarta. Hal itu guna meningkatkan pemasaran produk kelautan dan perikanan sekaligus untuk menumbuhkan pelaku UMKM yang menjual hasil tangkapan nelayan dengan menjadi mitra outlet Sahabat Gemarikan.id,” kata Deputi Safri, Selasa (01/09).

Deputi Safri menjelaskan, adapun tujuan program ini adalah untuk memberikan akses pemasaran hasil tangkap nelayan yang selama pandemi ini menurun drastis akibat berkurangnya pasar ekspor. Di sisi yang lain, masyarakat perkotaan mengalami perlambatan ekonomi dan penurunan daya beli sehingga program ini diharapkan mampu menyediakan produk kelautan dan perikanan dengan harga yang lebih murah bahkan menjadi sumber pendapatan baru dimana masyarakat terdampak pandemic bisa menjadi mitra outlet dan ikut berjualan produk langsung dari nelayan.

Baca juga:  Menko Luhut Meeting Bersama Ms. Marzieh Shahdaei

“Dalam hal ini Perum Perindo akan menjadi off taker / standby buyer nelayan binaan program Satu Juta Nelayan Berdaulat yang saat ini sudah ada di Sukabumi dan Natuna untuk kemudian memproses, menyimpan serta mendistribusi ke outlet Sahabat Gemarikan.id. Saat ini telah terdaftar 40 outlet Sahabat Gemarikan.id di jabodetabek,” ujarnya.

Selain Perum Perindo, pemerintah juga bekerja sama dengan BNI dan fishOn. fishOn adalah startup berbasis teknologi yang memfokuskan diri pada pemberian akses modal untuk nelayan, informasi posisi ikan melalui android dan platform lelang ikan online yang mendorong demokratisasi harga di tingkat nelayan. Bukan hanya itu, Kemenko Marves juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM yang di mana mereka telah berkomitmen untuk membina dan membantu koperasi nelayan yang telah terbentuk di beberapa desa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Untuk BNI akan mendukung akses permodalan bagi mitra outlet Sahabat Gemarikan, menyiapkan Agen46 binaan BNI untuk menjadi bagian outlet Sahabat Gemarikan dengan potensi 187.000 Agen46 di seluruh Indonesia, serta membantu permodalan Perum Perindo untuk menyerap seluruh hasil tangkap nelayan Program Satu Juta Nelayan Berdaulat,” jelasnya.

Baca juga:  Miliki banyak Potensi, Pemerintah Kembangkan Industri Ramah Energi

Diharapkan dengan adanya Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama serta platform SahabatGemarikan.id dan outlet SahabatGemarikan ini, lanjut Deputi Safri, dapat menjadikan wujud kongkret program pemerintah dalam upaya untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan menumbuhkan UMKM baru terutama di tengah pandemi Covid19 melalui outlet sahabat gemarikan, menyalurkan bantuan pemerintah dalam bentuk modal melalui KUR dan Program Kemitraan BNI, menyediakan produk kelautan dan perikanan dengan harga yang lebih murah karena langsung dari nelayan binaan program Satu Juta Nelayan Berdaulat.

“Serta meningkatkan peran BUMN dalam Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya Perum Perindo sebagai operator dan BNI sebagai pemberi modal UMKM Sahabat Gemarikan.id, meningkatkan kesejahteraan nelayan di pesisir karena hasil produksinya terserap di masyarakat, serta membantu meningkatkan indeks konsumsi ikan nasional dari saat ini 54 kg/kapita/tahun menjadi 70 kg/kapita/tahun hingga tahun 2024 dan diharapkan berkontribusi pada percepatan penurunan angka stunting dan gizi buruk di Indonesia,” pungkas Deputi Safri.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Baca juga:  Menko Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan pimpin Rapat Koordinasi Sinergitas Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel