Berita DeputiFotoDeputi 3

Bersama Berbagai Pemangku Kepentingan Bahas Capaian Kerja Sama GMF-BRI, Satu MoU Akan Segera Direalisasikan

Dibaca: 16 Oleh Jumat, 5 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Bersama Berbagai Pemangku Kepentingan Bahas Capaian Kerja Sama GMF-BRI, Satu MoU Akan Segera Direalisasikan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-64/HUM/ROKOM /SET.MARVES/II/2021

Marves – Tangerang, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengadakan Rapat Koordinasi Progress 47 Proyek Global Maritime Fulcrum-Belt and Road Initiatives (GMF-BRI). Acara yang dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Transportasi dan Infrastruktur Ayodhia G. L. Kalake ini diselenggarakan secara virtual di Tangerang pada Jumat (05-02-2021).

Di awal, dia menyampaikan bahwa tujuan rakor ini adalah untuk membahas perkembangan kerja sama proyek GMF-BRI, dilihat dari sudut pandang komprehensif kerja sama strategis antara Indonesia dan RRT.

Melanjutkan Deputi Ayodhia, Asisten Deputi (Asdep) Industri Pendukung Infrastruktur Yudi Prabangkara menyatakan, “Kita ingin mengoordinasikan kembali capaian kita dalam kerja sama GMF-BRI yang sudah dilakukan, baik melalui penandatanganan kerja sama tahun 2018 maupun 2019. Tercatat lebih dari 35 MoU dan akan ada satu MoU yang mengandung tiga program yang akan kita realisasikan.”

Dalam proyek ini, terdapat 30 proyek yang diusulkan untuk koridor pembangunan ekonomi komprehensif regional di empat wilayah. Pertama, di Sumatera Utara akan didirikan Pusat Ekonomi dan Bisnis Indonesia Bagian Barat untuk ASEAN dan proyek non-koridor. Kedua, di Kalimantan Utara akan dibangun Pusat Energi dan Mineral. Ketiga, di Bali akan dibangun Pusat Teknologi dan Inovasi Tinggi Regional. Keempat, di Sulawesi Utara akan dibangun Pusat Ekonomi Lingkar Pasifik. Selain itu, terdapat 13+4 proyek tambahan lainnya yang diajukan oleh National Development & Reform Commission (NDRC) RRT.

Baca juga:  Menko Maritim: Permasalahan Reklamasi Selesai, Moratorium dicabut

Beberapa kerja sama terpantau telah menjukkan kemajuan yang signifikan, antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Kawasan Industri Ketapang di Kalimantan Barat, Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Air di sungai-sungai Kalimantan Utara, Taman Teknologi Kura-kura Bali, Kawasan Industri di Morowali, serta Penetasan dan Peternakan Udang di Maluku. Terdapat pula 35 memorandum of understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh pelaku usaha Indonesia dan RRT.

Tiga proyek yang akan dijalankan adalah program yang dinaungi oleh MoU Two Countries Twin Parks. Terdapat tiga pembangunan yang dicanangkan, yakni Kawasan Industri Terpadu Batang yang akan beroperasi di bidang bahan kimia, tekstil, otomotif, serta industri makanan dan minuman. Kawasan ini akan dibangun seluas 4300 hektar dan 1,450 hektar di antaranya sedang dikembangkan.

Kemudian, Aviarna di Semarang, Jawa Tengah yang akan dibangun seluas 460 hektar. Area kerja sama yang akan dilakukan bergerak di zona industri. Di tahun 2021, rencananya akan dilakukan pengerjaan infrastruktur utama dan penyiapan lot industri dan lot logistik dan pergudangan. Area kerja sama yang akan dilakukan bergerak di zona industri, dry port, logistik dan pergudangan, MRO (maintenance, repair, overhaul) industri penerbangan, dan kawasan komersial. Lalu, Kawasan Industri Bintan, Kepulauan Riau yang akan dibangun di lahan seluas 4,000 hektar dan 325 hektar di antaranya telah dikembangkan. Nantinya, Kawasan Industri Bintan akan bergerak di bidang industri maritim, budidaya, agrikultur, dan galangan kapal.

Baca juga:  Menko Luhut: Kerja Sama adalah Kunci Keberlangsungan Pembangunan

Dalam rapat ini dibahas pula tentang kendala dan tantangan masing-masing industri. “Di tahun 2021 ini, kami berusaha mengejar keterlambatan konstruksi, meningat sejak pandemi Covid-19 muncul di Indonesia, pembangunan kami terhambat,” beber perwakilan Ketapang Industrial Estate. Lalu, Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Prasetyo mengungkapkan, “Walaupun begitu, kami tetap menjalin komunikasi yang baik dengan mitra terkait.”

Menutup rapat, Deputi Ayodhia mengimbau tentang tujuan pertemuan hari ini, yakni ntuk mendapatkan update pelaksanaan proyek GMF-BRI. “Ini merupakan suatu upaya dari aspek bilateral Indonesia dan RRT untuk memperkuat hubungan perekonomian dan memperlancar perdagangan antarkedua negara,” ungkap Deputi Ayodhia.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel