Artikel

Bersama Telkomsel, Kemenko Marves Luncurkan Film Seri ‘Mangi-Mangi’

Dibaca: 15 Oleh Rabu, 8 September 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 08 at 20.05.44
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-562/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/20211

Marves – Jakarta, Untuk meningkatkan  literasi maritim serta budaya bahari, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) memproduksi film seri berjudul ‘Mangi-Mangi’ dan meluncurkan secara virtual pada Hari Rabu (8-9-2021). Film ini menceritakan persahabatan tiga anak pesisir yang sedang dalam  proses mencari jati diri serta membangun perekonomian melalui budidaya kepiting soka.

“Sebagai bangsa yang mengaku memiliki nenek moyang pelaut, wajib bagi kita untuk meneruskan cita-cita mulia para pendahulu. Menjadikan laut sebagai kehidupan, namun juga menjaganya untuk masa depan,” sambutan Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dalam launching film Mangi-Mangi.

Menko Luhut berpesan, khususnya para generasi muda, generasi milenial dan generasi Z, dengan adanya film ini, sudah saatnya peduli dan sadar apa arti laut sesungguhnya. Oleh sebab itu, dirinya mengungkapkan “wajib” untuk menonton film ini.

“Kalian yang ramah dengan gadget dan dunia internet, sepertinya wajib menonton film seri ‘Mangi-Mangi’ persembahan kami. Tentang suka duka persahabatan anak-anak pesisir yang sedang mencari jati diri. Saya jamin, pasti kalian merasa ada, bahkan menjadi mereka, yang galau dan resah dengan masa depan,” ujarnya.

Menyambung, Sesmenko Marves Agung dalam sambutannya menceritakan tentang besarnya peluang pemanfaatan sektor kemaritiman yang kini belum dilakukan secara optimal. “Banyak permasalahan di Indonesia yang dapat diselesaikan dengan pemanfaatan sumber daya kelautan, misalnya stunting (gizi buruk) yang dapat diatasi dengan protein dari laut, pengangguran, kebutuhan garam nasional yang besar potensinya namun pemanfaatannya sampai saat ini belum begitu optimal,” tukasnya.  Oleh karena itu, tambahnya, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi mencoba menyampaikan permasalahan ini melalui sebuah film. “Kita membuat Film Seri Mangi-Mangi supaya masyarakat mendapatkan literasi yang lebih baik tentang kemaritiman yang potensinya luar biasa besar sehingga dapat menjadi back bone perekonomian nasional,” tegasnya.
Namun, tak lupa dia berpesan agar upaya konservasi lingkungan, misalnya mangrove dapat digunakan dengan memperhatikan aspek keberlangsungan.

Baca juga:  Kemenko Marves Tinjau Pembangunan PSN Kawasan Industri Batang

Lebih jauh, dalam laporannya, Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria mengemukakan bahwa Biro Komunikasi juga memanfaatkan cara-cara kreatif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Salah satunya adalah melalui pembuatan film bertajuk ‘Mangi-Mangi’. “Di beberapa negara, film juga digunakan sebagai alat propaganda untuk menyampaikan sebuah kebijakan. Oleh karena itu, Kemenko Marves sebagai bagian dari pemerintah juga perlu turut menggunakan strategi ini untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan ke masyarakat sehingga pesan-pesan tersebut dapat sampai ke beberapa segmen tertentu,” bebernya.

Dalam film ini, lanjut Karo Andreas, diceritakan bagaimana masyarakat mengelola ekosistem mangrove. Oleh karena itu, menurutnya, film ini dibuat bertujuan untuk memberikan literasi mengenai bagaimana mengelola lingkungan pesisir, laut termasuk sumber daya lingkungannya.

“Film ini sebenarnya juga menceritakan kolaborasi bagaimana berbagai macam institusi terlibat dalam suatu proses kehidupan masyarakat di pedesaan. Oleh karena itu, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi sebagai salah satu kementerian yang mengoordinasikan berbagai macam kebijakan melihat bahwa berbagai aspek operasional di dalam masyarakat membutuhkan kerja sama  dari banyak pihak,” tutupnya.

Pada sesi talkshow, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Kemenko Marves yang juga sekaligus Executive Producer film seri ‘Mangi-Mangi’ Khairul Hidayati (Hida) mengungkapkan rasa syukurnya bahwa film bermuatan literasi tentang upaya konservasi mangrove ini dapat terselesaikan.

“Saya bersyukur akhirnya film ini jadi setelah melalui perjuangan panjang sejak Bulan Februari hingga Maret hampir tiap seminggu sekali ke Kaliwlingi, hingga akhirnya bertemu dengan penduduk Kaliwlingi yang curhat tentang kondisi lingkungannya,” tuturnya.

Menambahkan, “Di Desa Kaliwlingi, Brebes, juga terdapat sekolah alam yang sering digunakan untuk kegiatan mahasiswa dari berbagai Universitas maupun siswa sekolah dasar hingga menengah atas untuk belajar langsung di alam, dan bahkan sebelum pandemi, di desa ini juga sering diadakan kegiatan jambore mangrove. Nah dari situ saya tertarik datang ke lokasi tepatnya di Dukuh Pandansari, dan ternyata yang menarik bukan cuma sekolah alamnya namun di situ ada ekowisata mangrove sari,” jelas Hida.

Baca juga:  Temui Perusahaan Teknologi Kesehatan Group 42, Menko Luhut Jajaki Kerja Sama Investasi Berbagai Bidang

Mangrove Sari itu sendiri merupakan ekowisata yang dikelola secara swadaya oleh kelompok masyarakat yang ternyata merupakan bentuk dari kebangkitan masyarakat Dukuh Pandansari setelah beberapa tahun sebelumnya mengalami bencana yakni diterpa banjir rob hingga mengalami abrasi. Namun, kini kondisi itu membaik lantaran warga setempat bersama pemerintah berhasil menanam tanaman mangrove yang mampu menahan abrasi dan berhasil bangkit dari keterpurukan.

“Ini yang akhirnya yang membuat saya berpikir ‘wah ini bagus untuk mengangkat cerita di sini’, sampai kemudian atas kerja sama dari berbagai pihak seperti Pemkab Brebes serta Telkomsel (MaxStream), film ini pun berhasil digarap,” ujarnya.

Dengan terselesaikannya pembuatan film tersebut, dia menuturkan rencananya untuk membuat film bertema literasi kemaritiman pada masa mendatang. Di antara yang dia sebutkan adalah mangrove Belitung dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur yang menyimpan sejuta cerita kemaritiman yang dapat ditemukan di relief candi. “Nanti kalau memang ceritanya sudah ok, dan mendapatkan pendanaan mungkin dari partner-partner kita, atau bisa juga dari CSR-CSR, kita bisa lanjut untuk produksi,” lanjutnya.

Terakhir, dia berpesan kepada para generasi Z untuk selalu berpikir kreatif bila menemui kesulitan dan menjadikan laut sebagai sumber kehidupan.
“Buat anak muda yg tinggal di daerah dengan keterbatasan SDA pasti sering menghadapi kegalauan mau merantau atau melestarikan apa yang sudah ada di daerahnya, dan kami harap, film ini dapat menginspirasi generasi muda masa kini. Di sisi lain, film ini pun mengajarkan tentang kerja keras dan kegigihan saat menghadapi situasi apapun,” ujar Hida.
Pada masa mendatang, dia berencana untuk menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenristekdikbud, dan KLHK.

Baca juga:  Menko Luhut Minta Pengadaan dan Penambahan Jumlah Kapasitas Oksigen untuk Pasien Covid-19 Dipercepat

Dalam pembuatan film seri ‘Mangi-Mangi’ ini, Kemenko Marves menjalin kolaborasi dengan salah satu provider telepon selular yakni Telkomsel. Sehingga nantinya film tersebut bisa diakses di platform video on demand terdepan dari Telkomsel, MAXstream.

“Telkomsel antusias dan bangga menyambut kolaborasi bersama Kemenko Marves RI dalam menghadirkan serial Mangi-Mangi kepada masyarakat melalui MAXstream. Kolaborasi ini menegaskan komitmen Telkomsel sebagai digital lifestyle enabler yang terus aktif dalam menghadirkan beragam konten hiburan berkualitas dan menjadi ‘The Home of Entertainment’ bagi seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap konten inspiratif yang semakin banyak dihadirkan melalui MAXstream dapat terus membuka peluang bagi masyarakat mengoptimalkan beragam potensi diri maupun kearifan lokalnya agar dapat bermanfaat untuk kepentingan bersama,” kata Vice President Brand and Marketing Communication Abdullah Fahmi.

Film ‘Mangi-Mangi’ dapat dinikmati oleh pelanggan MAXstream mulai 8 September 2021. Hadirnya film dengan total durasi 31 menit ini diharapkan kian memperkaya varian konten inspiratif yang dihadirkan oleh MAXstream sekaligus mempertegas komitmen memenuhi kebutuhan pelanggan akan hiburan berkualitas dan mendidik.

“Langkah kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen Telkomsel yang akan terus membuka diri dengan para pemangku kepentingan untuk bekerja sama sebagai langkah #YangKitaBisa lakukan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi bagi para pelaku industri kreatif lokal untuk lebih banyak menghasilkan karya yang inspiratif, serta memperluas akses bagi masyarakat dalam menikmati ragam konten yang mendidik dan berkualitas melalui pemanfaatan keunggulan seluruh aset platform dan layanan digital, serta kapabilitas Telkomsel sebagai penyedia konektivitas digital terdepan di Indonesia,” tutupnya.

Dalam peluncuran film Mangi-Mangi ini hadir pula Produser Mangi-Mangi Kirana Kejora, Sutradara Alif serta tiga pemain utama film seri Mangi-Mangi yakni Laras Sardi, Rinaldy Zulkarnain, dan Fachri Muhammad.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel