ArtikelBerita DeputiDeputi 2

Bersiap Untuk Akselerasi Peningkatan Produksi Udang Nasional, Pokjanas PPI Udang Siapkan Langkah Strategis

Dibaca: 24 Oleh Jumat, 15 Januari 2021Februari 24th, 2021Tidak ada komentar
Kab. Buol Jadi Lokasi Model Percontohan Tambak Udang, Pemerintah Ubah Pola Produksi Tradisional ke Semi Intensif
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-19/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2021

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim tengah memperkuat konsolidasi program untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan khususnya industri udang pada tahun 2020-2024.

Sudah ditetapkan sebuah Kelompok Kerja Nasional Peningkatan Produksi Industri Udang (Pokjanas PPI Udang) 2020-2024 yang dibentuk mengawal pelaksanaan Peraturan Presiden (PP) Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. Amanat RPJMN untuk revitalisasi tambak di kawasan sentra produksi udang dan bandeng.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin menjadi Ketua Tim Pengarah untuk Pokjanas PPI Udang dan Asdep Pengembangan Perikanan Budidaya Rahmat Mulianda sebagai Ketua Tim Pelaksana.

“Pokja ini kita bentuk untuk merealisasikan kebijakan yang sudah dibuat oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus juga merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo. Kita punya target untuk menaikkan produksi menjadi 16 juta ton sampai nanti tahun 2024,” kata Deputi Safri dalam keterangannya (15-01-2021)

Baca juga:  Dengan Plastic Tar Road Kita Ingin Tunjukkan Pada Dunia Bahwa Kendala Sampah Plastik Sudah Tertangani

Melanjukan Deputi Safri, Asdep Rahmat mengatakan beberapa hal yang sudah dilakukan di tahun 2020 kemarin. “Tahun 2020 kita mengawali dengan mempermudah perizinan usaha dan investasi tambak udang sebelum ada penerapan UU Cipta Kerja, kemudian kita membentuk Pokjanas PPI Udang untuk mengejar peningkatan target ekspor 250%, dan kita juga melakukan revitalisasi tambak di berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu di tahun 2021 akan ada beberapa target yang dikerjakan tahun ini misalnya seperti membuat Rencana Aksi (Renaksi) untuk Pokjanas PPI Udang 2021-2024, menguatkan kolaborasi antar kementerian atau lembaga dan antar pelaku industri, membuat master plan untuk kawasan tambak di lokus prioritas, replikasi kluster tambak percontohan, dan mengimplementasikan hasil dari penyederhanaan perizinan yang dibahas di tahun 2020,” tambah Asdep Rahmat.

Kemenko Marves berkoordinasi dengan beberapa institusi, diantaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Informasi Geospasial, Perum. Perhutani, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT. Boma Bisma Indra, PT. Barata Indonesia, PT. Pertamina, Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo), Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI), serta para pelaku industri udang di tingkat nasional.

Baca juga:  Kemenko Marves Raih WTP 4X Menko Luhut : Kita Harus Bekerja Lebih Keras dan Profesional

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel