Berita DeputiDeputi 4

Bertemu Gubernur Provinsi Bali, Kemenko Marves bahas Green Infrastructure Initiative

Dibaca: 30 Oleh Selasa, 16 November 2021November 26th, 2021Tidak ada komentar
Audiensi Gub Bali 2
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-759/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Bali, Kemenko Marves mengadakan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster terkait dengan Green Infrastructure Initiative (GII). Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat baik dari level pusat maupun provinsi, yakni Asisten Deputi Pengelolaan DAS dan Konservasi SDA M.Saleh Nugrahadi, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Rofi Alhanif, Gubernur Bali I Wayan Koster beserta jajaran serta konsultan teknis untuk GII yaitu GIZ (15-11-2021).

Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan progress dari GII di Provinsi Bali. Dalam kesempatan ini, Kemenko Marves menyampaikan kabar terbaru mengenai GII, salah satunya adalah kehadirannya pada perhelatan COP26 melalui Paviliun Indonesia, dimana representatif dari Indonesia dan Jerman mengungkapkan keistimewaan dari GII dibandingkan dengan jenis inisiatif.

“GII ini unik, berbeda dari inisitaif yang lain. Keunikan dari inisiatif ini adalah Indonesia dapat menentukan sendiri proyek-proyek infratsruktur apa saja yang dapat atau butuh diberikan pendanaan oleh Jerman. Pengumpulan proyek-proyek ini dilakukan oleh provinsi yang sudah menjadi mitra dalam ekosistem GII. Dengan begitu, pengembangan proyek menjadi lebih tepat sasaran” ujar Rofi Alhanif

Selain itu, Kemenko Marves juga mengungkapkan poin-poin penting terkait dengan pelaksanaan GII di Provinsi Bali, beberapa diantaranya adalah kontribusi mengenai pengelolaan TPS Suwung serta arahan dari Bappenas mengenai integrated low-carbon tourism Nusa Penida. GIZ Provincial Advisor Thilma Komaling menyampaikan beberapa hal yang termasuk di dalamnya adalah replikasi TOSS, revitalisasi TPA, serta rekondisi 12 wisata destinasi

Baca juga:  Kemenko Bidang Kemaritiman Menggelar Bimtek Perencanaan Untuk Generasi Baru

Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut dengan baik inisiatif, kabar terbaru, serta informasi yang diberikan. I Wayan Koster juga menyampaikan Langkah-langkah yang Provinsi Bali ambil dalam mengelola tiga sektor yang menjadi fokus GII, yaitu pengelolaan sampah padat, pengelolaan air dan air limbah, serta transportasi publik di perkotaan. Beliau menyampaikan telah adanya Peraturan Gubernur (Pergub) No.47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Peraturan ini mengatur agar pengelolaan sampah dilakukan di sumbernya, yaitu rumah tangga dan di desa-desa sehingga pengelolaan sampah tidak tersentralisasi di pemerintah kota dan kabupaten. Beliau mengatakan bahwa sampai saat ini, TPST adalah “best practice” dari pengelolaan sampah.

“’Desaku bersih tanpa mengotori desa lain’, begitulah mottonya. Diterapkan si setiap desa. Sehingga tidak semua sampah berakhir di TPA tidak terolah. Warga harus bisa mengelola sampahnya sendiri agar lingkungan yang bersih lebih terjamin”, ujar I Wayan Koster 

I Wayan Koster juga mengungkapkan butuhnya percepatan dalam pengelolaan sampah di wilayah Denpasar, Gianyar, dan Bali. Beliau menargetkan di tahun 2023 sudah ada lebih dari 400 desa yang mempunyai TPS3R. Selain itu, beliau juga menyetujui konversi lahan TPS Suwung menjadi taman edukasi mengenai pengelolaan sampah. Untuk sektor pengelolaan air dan air limbah, beliau menekankan kebutuhan untuk pengelolaan tujuh mata air agar dapat digunakan secara maksimal untuk masyarakat sehingga tidak adanya lagi kekeringan karena kekurangan air di Provinsi Bali. Sementara dalam sektor transportasi publik, I Wayan Koster menekankan perlunya energi bersih dalam penggunaan transportasi.

Baca juga:  Kemenko Maritim Dorong Pembangunan Integratif Kawasan Batam, Bintan, Karimun

Pertemuan dengan Gubernur Bali adalah salah satu dari rangkaian acara GII yang diselenggarakan di Bali. Pada kesempatan ini, Kemenko Marves mengundang kementerian/Lembaga terkait dari untuk hadir dalam lokakarya sektor pengelolaan sampah padat serta kunjungan situs-situs terkait pengelolaan sampah padat serta transportasi.

Menambahkan dari pembahasan GII, M.Saleh turut membahas mengenai status dan pengelolaan dari danau-danau di Bali, khususnya Danau Batur serta Danau Beratan yang kondisinya makin mengkhawatirkan. Menanggapi hal ini, I Wayan Koster mengatakan bahwa perlunya tindakan tegas serta jalan keluar yang komprehensif untuk para pelaku yang memasang keramba di danau agar dapat berhenti melakukan tindakan tersebut namun tetap terjaga ekonominya

Green Infrastructure Initiative (GII)

GII adalah inisiatif bilateral strategis yang mutakhir antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman. Inisiatif ini disepakati pada tahun 2019 di Berlin dan mencakup fasilitas Kerjasama Keuangan (FC) lima tahun hingga EUR 2,5 miliar untuk mendukung proyek infrastruktur yang relevan dengan lingkungan dan iklim bersama dengan kerjasama teknis yang dibiayai hibah untuk bersama-sama mengidentifikasi dan mempersiapkan proyek. GII diketuai bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (CMMAI) dan Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Federal Jerman (BMZ).

Baca juga:  Kemenko Marves Terus Kawal Penyiapan Hub Spoke Tol Laut dan Muatan Balik di Nusa Tenggara Timur

Tujuan dari GII adalah untuk mempromosikan pengembangan proyek infrastruktur yang relevan dengan lingkungan dan iklim di tiga sektor: Pengelolaan Limbah Padat, Pengelolaan Air dan Air Limbah, dan Angkutan Umum Perkotaan. Saat ini, GII beroperasi di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Biro Komunikasi 

Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel