BeritaBerita Deputi

Blue Sea Land Expo, Ajang Promosi Kontribusi Kemaritiman Indonesia Untuk Dunia

7b12a8e8-a889-49ec-ad96-d62430c506f3
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia

Maritim – Mazara del Vallo, Blue Sea Land edisi 7 Cluster Expo dari Mediterania, Afrika dan Timur Tengah  akan berlangsung, dari tanggal 4 hingga 7 Oktober di Mazara del Vallo, Italia. Acara ini diselenggarakan oleh Distrik Perikanan dan Blue Growth bekerja sama dengan Wilayah Sisilia, Kota Mazara del Vallo dan Venice International University.

Blue Sea Land Expo Edisi VII didedikasikan untuk praktik terbaik ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy) dan bio-ekonomi. Blue Sea Land mempromosikan klaster di sektor agro-pangan-makanan dan inovasi ramah lingkungan, keunggulan yang mewakili ekonomi riil wilayah, model yang baik dalam menciptakan sistem, menciptakan lapangan kerja, menjamin keamanan pangan dan memerangi pemborosan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto yang berkesempatan menghadiri Blue Sea Land Expo edisi 7 (4 Oktober 2018 waktu setempat) menjelaskan bahwa dalam expo ini tidak hanya ajang pameran, melainkan juga banyak agenda konferensi dan lokakarya. “Banyak ide, budaya maritim dan pembahasan ilmiah yang kaya dalam konferensi dan lokakarya yang dijadwalkan.”

“Ini ajang untuk Indonesia juga, untuk menjelaskan apa saja yang telah menjadi kontribusi Indonesia untuk dunia. Khususnya pada agenda pembahasan yang meliputi, clean waste on the sea – shore – river,” tegas Sesmenko Agus. Bahkan terkait konektifitas kelautan yang sempat disinggung Presiden Blue Sea Land dalam sambutan pembukaan acara, Sesmenko Agus mengatakan, “Untuk konektifitas transportasi seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden Blue Sea Land tadi, kita justru sudah bervisi maritim dan mewujudkan tol laut juga kesiapan sejumlah pelabuhan yang memadai”

Walikota Mazara dalam sambutannya mengatakan bahwa kebanggaan menyelenggarakan event ini sebagai kegiatan ekspo tahunan di Mazara adalah : wujud publikasi sebagai kota perikanan yang bersih, ramah lingkungan dan sekaligus juga sebagai obyek destinasi wisata dan kuliner. Disamping itu juga dijelaskan dari lintasan sejarah bahwa kota Mazara sebagai bagian dari wilayah pulau terpisah di Propinsi Sicilia Italia ini pernah diokupasi oleh kerajaan Islam pada abad yang silam, sehingga hidup mayoritas keturunan Arab dan etnis pendatang lainnya dari Afrika, berdampingan hidup religi muslim dan kristen yang berniaga dan tinggal berbaur secara rukun dan kompak. Ini merupakan cerminan budaya dan toleransi yang sebagian besar masih menjadi polemik di beberapa wilayah negara di Eropa.

Sesmenko Agus Purwoto menjelaskan banyak pelajaran yang bisa didapatkan dari event ini, “Pelajaran yang bisa didapatkan adalah : dengan kemajuan IT (teknologi informasi) kita bisa mempromosikan dan memprovokasi untuk mengedepankan kemaritiman pada event sepert ini. Misalnya kedepan untuk COP 24 di Polandia. Juga tak kalah pentingnya perhatian terhadap lingkungan dan sampah plastik yang saat ini sedang diprioritaskan penanganannya oleh kita”. Sesmenko Agus juga berpesan bahwa peran perwakilan Republik Indonesia perlu lebih ditingkatkan, “Peran para perwakilan RI di luar negeri untuk lebih aktif membroadcast dari sajian media Kemenko Maritim dalam misi diplomasi kemaritiman.”pungkasnya.***

Leave a Reply