Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Buka Peluang Kerja sama, Delegasi AIS Diajak ke Pulau Pramuka dan Markas Startup Digital

Maritim–Jakarta, Usai diskusi tentang potensi kerja sama teknis untuk menangani dampak perubahan iklim, Kemenko Bidang Kemaritiman mengajak delegasi Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi ( Senior Official Meeting/SOM) Negara Kepulauan dan Negara Pulau ( Archipelagic and Island States/AIS ) untuk berkunjung ke Pulau Pramuka di Kabupaten Kepulauan Seribu, Sabtu (8-9-2018).

Asisten Deputi Bidang Navigasi dan Keselamatan Maritim Odo Manuhutu yang memimpin rombongan mengatakan tujuan kunjungan tersebut adalah untuk menunjukkan upaya penanganan dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. “Kami ingin tunjukkan kepada mereka bagaimana pemerintah Indonesia dan masyarakat yang ada di kepulauan melakukan konservasi alam mengelola sampah,” ujar Odo.

Dengan didampingi oleh Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad dan Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Evi Haerlina, para delegasi yang berasal dari Fiji, Kuba, Inggris, Saint Kitts and Nevis, dan Srilanka diajak untuk melakukan beberapa kegiatan selama berada di Pulau Pramuka. Para delegasi diminta untuk melepas anak penyu (tukik) sisik, menanam mangrove, terumbu karang dan menanam lamun ( sea grass) di pantai depan lokasi balai taman nasional kepulauan seribu (TNKS).

Dubes Fiji Selena mengaku senang dengan kegiatan konservasi tersebut. “Ini adalah pertama kalinya saya menanam mangrove, lamun dan melepas tukik, tapi saya sangat senang dan rasanya bisa melakukan hal ini seharian,” urainya sembari tertawa.

Sebelumnya, Kepala Balai TNKS Evi Haerlina mengatakan bahwa penyu berperan untuk mengendalikan laju pertumbuhan bunga karang yang dapat mengganggu pertumbuhan terumbu karang. Lalu, Evi menambahkan bahwa terumbu karang, mangrove dan lamun bermanfaat untuk melindungi pantai dan pesisir. “Dengan adanya mangrove, lamun dan terumbu karang, ombak tertahan sehingga tidak merusak pantai atau menyebabkan abrasi serta menyerap CO2 yang menyebabkan pemanasan bumi,” jelasnya.

Setelah menanam ketiga jenis tanaman tersebut, para delegasi dibawa untuk melakukan bersih pantai dan berkunjung ke Rumah Hijau, sebuah fasilitas pengolahan dan pendayagunaan sampah yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat. “Sebagai sesama warga negara kepulauan saya berharap kita dapat bekerja sama di bidang penanganan perubahan iklim dan adaptasi perubahan iklim dimasa mendatang,” kata Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad kepada para delegasi usai kunjungan.

Sehari sebelumnya, para delegasi peserta SOM AIS dari 18 negara berkunjung ke markas startup digital, Kibar, yang berada di kawasan Cikini Jakarta. Kepala Divisi Inkubasi Kibar Okto menunjukkan produk-produk kreasi dari karya _home industry_ . “Kami membantu ukm atau ibu rumah tangga untuk mendesain produk mereka supaya lebih laku dipasarkan,” tutur dia. Dia berharap agar dimasa mendatang ada kerjasama antar startup dengan negara-negara peserta SOM AIS.

Blended Finance Alternatif Pendanaan AIS

Hari terakhir SOM AIS, para delegasi sepakat untuk melakukan kerja sama, saling tukar menukar informasi dan pengalaman, memberikan bantuan teknis serta membuka akses pembiayaan untuk penanganan tujuh area. “Delegasi sepakat untuk mencari solusi cerdas dan inovatif dalam hal penanganan sampah plastik, pengembangan ekonomi biru, adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim, tata kelola pemerintahan yang baik, manajemen bencana, perikanan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Purbaya Yudhi Sadewa saat menutup SOM AIS di Jakarta, Jumat (7-9-2018).

Lalu, poin penting yang diputuskan dalam rapat adalah blended finance sebagai alternatif pembiayaan proyek-proyek terkait AIS. “Berbagai sumber pendanaan termasuk dari pihak swasta mesti dikelola secara efektif dan transparan agar memberikan manfaat besar bagi program-program dalam forum AIS,” lanjut Deputi Purbaya.

Lebih jauh, topik tentang blended finance akan menjadi salah satu topik yang akan dibicarakan lebih detail pada saat pertemuan tingkat menteri AIS di Menado tanggal 31 Oktober-3 November 2018 mendatang. Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan dijadwalkan hadir untuk membuka pertemuan tersebut. (**)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Siaran Pers Berita Deputi Foto
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Buka Peluang Kerja sama, Delegasi AIS Diajak ke Pulau Pramuka dan Markas Startup Digital