Deputi 1Berita Deputi

Cegah Risiko Pelayaran, Kemenko Marves Perkuat Penyusunan Indikator dan Kuantifikasi Dampak Untuk Taksir Risiko Keselamatan Maritim Nasional

Dibaca: 4 Oleh Senin, 7 Desember 2020Tidak ada komentar
Cegah Risiko Pelayaran, Kemenko Marves Perkuat Penyusunan Indikator dan Kuantifikasi Dampak Untuk Taksir Risiko Keselamatan Maritim Nasional
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Tangerang,  Aktivitas pelayaran di Indonesia sebagai negara kepulauan tidak terlepas dari berbagai bahaya dan risiko yang dapat terjadi di dalamnya. Untuk itu, Pemerintah memiliki kewajiban untuk memfasilitasi berbagai pemangku kepentingan dalam mengelola risiko kecelakaan pelayaran dan angkutan perairan. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Deputi Bidang koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi mengambil inisiatif untuk kembali menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Indikator Risiko dan Kuantifikasi Dampak Untuk Menaksir Risiko Keselamatan Maritim Nasional pada Senin, (07-12-2020). Rapat Koordinasi tersebut dimaksudkan sebagai tindaklanjut dari Rapat Koordinasi sebelumnya dan telah membentuk Tim Kecil dalam penyusunan teknis yang ada.

“Tim Kecil yang dibentuk telah menyelenggarakan Rapat kerja dalam rangka penyusunan penilaian risiko yang terdiri dari dua unsur, yaitu frekuensi kecelakaan dan nilai dampak dari kecelakaan laut,” ungkap Nanang Widiyatmojo, Asisten Deputi Navigasi dan Keselamatan Maritim. Menurutnya, rapat koordinasi ini bertujuan untuk membahas hasil kerja Tim Kecil secara spesifik terkait Penaksiran Risiko Keselamatan Maritim.

Baca juga:  Gerakan Indonesia Bersih di BKT Cilincing

Adapun hasil dari rapat pertama Tim Kecil di antaranya mengidentifikasi jenis-jenis kecelakaan laut sebagai bagian dari perhitungan frekuensi kecelakaan laut yang berdasar pada data yang dimiliki oleh Kementerian dan Lembaga yang terlibat. “Tim ini juga telah melakukan pemetaan kecelakaan laut sebagai upaya menyusun profil kecelakaan laut di perairan Indonesia, dan telah dibuat dummy aplikasi Penaksiran Risiko Keselamatan Maritim Nasional,” ungkap Wahyu Widodo, Kepala Bidang Penanganan Kecelakaan Maritim.

Aplikasi tersebut kini berada dalam koordinasi Kemenko Marves, menggunakan aplikasi pengembang website independen. Aplikasi tersebut diharapkan mempermudah berbagai K/L untuk mengakses data terkait kecelakaan maritim.

“Setelah melewati berbagai diskusi dengan K/L terkait, dan telah disepakati sebelumnya dapat dilihat bahwa program ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran bahaya kecelakaan, potensi dampak yang dapat ditimbulkan dari kecelakaan, dan sebagai bekal dalam menentukan langkah dan kebijakan yang bisa diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan di perairan Indonesia,” lanjut Asdep Nanang.

Setelah menyampaikan paparan hasil Kerja Tim Kecil, agenda akan dilanjutkan dengan penyampaian dummy rancang bangun aplikasi penaksiran Risiko Keselamatan Maritim, uji coba aplikasi, dan diskusi akhir. Diharapkan, hasil pertemuan ini dapat merampungkan dummy aplikasi terkait dan Risiko Keselamatan Maritim Nasional dapat terus dicanangkan dengan maksimal.

Baca juga:  Menko Luhut menjadi keynote speaker dalam Rakor II Penanganan Sampah Padat di Kawasan Regional, Perkotaan, dan Destinasi Pariwisata di Banjarmasin

Kegiatan tersebut turut mengikutsertakan berbagai K/L lainnya seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Sekretariat Kabinet, TNI Angkatan Laut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional, dan Tim Risk Assessment yang terdiri dari berbagai tenaga ahli, yaitu dibidang pengembangan perangkat lunak,  jaringan, peladen dan perangkat keras, Pengendalian Risiko, dan Pemetaan Risiko. Tiap K/L ini telah memberikan masukan dan berbagai kepentingannya dalam mengatasi risiko kecelakaan maritim nasional.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel