Berita

Ciptakan Industri Baru Produk Kelautan dan Perikanan Melalui Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemaritiman

WhatsApp_Image_2019-04-26_at_21.19.03
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim — Tanjung Pinang, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Festival Kawasan Edu Ekologi Teripang Mas.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlu pertemuan antara pusat dan daerah, berkumpul antara para innovator dan para pengusaha. Hal ini agar kerja kolaboratif yang ada menjadi lebih kuat sehingga dapat menjadi program nasional, sehingga hasilnya pun akan maksimal

“Menciptakan industri baru itu memang harus bersama-sama. Tidak bisa hanya hitung-hitungan di atas kertas. Tetapi kita dorong pengusaha-pengusaha di lapangan ini bergerak supaya bisa men-supply demand kita, sehingga link and match,” kata Agung Kuswandono.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan untuk acara Festival Kawasan Edu Ekologi Kampong Teripang Mas yang bertemakan “Berikan Keluarga Cerdas Indonesia” yang akan dilangsungkan besok Sabtu, 27 April 2019.

Dalam rapat koordinasi dilaksanakan pula penandatanganan MoU Pengembangan Rantai Nilai Inovasi Marine Bioteknologi terintegrasi Edu Ekologi Wisata Bahari Kampong Teripang Bintan, Kepulauan Riau dalam Rencana Aksi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemaritiman pada Jumat, 26 April 2019 di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. MoU ini merupakan wujud kerjasama antara PT. Aruna Industri Bintan dgn Maksyarakat Pesisir melalui Koperasi, Badan Usaha Milik Desa, Karangtaruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Selanjutnya akan dilanjutkan pada penantanganan MoU antara PT Kimia Farma dengan PT. Aruna Industri Bintan pada keesokan harinya.

Agung Kuswandono juga mengapresiasi Kampong Edu Ekologi Teripang Mas di Kepulauan Riau sebagai wilayah konservasi teripang pertama kali di Indonesia. Ini menjadi realisasi ide dari Gubernur Kepulauan Riau berserta jajaran dan masyarakat terkait konservasi dan pengembangan industri khususnya di bidang perikanan.

“Saya akan terus dukung teman-teman di Kampong Teripang dengan produk kelautan dan perikanan serta Yayasan Ekologi yang memproduksi sedotan bambu pengganti plastik untuk skalanya tidak hanya di Kepri tapi bisa se-Indonesia,” tambah Agung.

Berkenaan dengan hal tersebut pula, Kemenko Maritim turut mengundang Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Staff Khusus Gubernur NTT Proff Dr. Daniel Kameo, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Rote hadir di rangkaian kegiatan ini untuk melihat secara langsung pola pengembangan produk Hidrolisat Protein Ikan, teripang dan lainnya melalu pengembangan kawasan Edu Ekologi Kampong Teripang Mas yang terkini diarahkan menjadi alternatif wisata bahari. Selain itu juga melihat peluang kerjasama pengembangan produk garam antara Pemerintah Propinsi Kepuluauan Riau dan NTT.

Acara ini buka oleh Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun. Gubernur menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenko Maritim yang telah mendukung potensi sumber daya alam bahari dari Kepulauan Riau melalui acara ini. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu perwujudan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepulauan Riau, yaitu Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim.

Staff Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso turut menambahkan bahwa adanya Kampong Teripang ini termasuk pembangunan ekonomi maritim klaster industri bioteknologi, perikanan, dan juga pariwisata. Apalagi Kepulauan Riau ini memiliki RPJMD “Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang
Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim,” inilah perwujudan dari RPJMD tersebut.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan diskusi panel dengan pembicara Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kemenko Maritim Sugeng Santoso, Staf Khusus Gubernur Nusa Tenggara Timur Daniel Daud Kameo, Direktur Utama PT. Aruna Industri Bintan Yogie Ari Wibawa, perwakilan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maulidia Indah Junica, dan perwakilan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pertahanan Kepulauan Riau, Abdul Rifani serta . Diskusi ini dimoderatori oleh Kepala Bidang Pengembangan Produk Sumber Daya Hayati Kemenko Maritim, Trukan Sri Bahukeling

Acara kemudian ditutup oleh Staf Ahli Menteri Bidang Sosio Antropologi, Tukul Rameyo didampingi Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa, Tito Setiawan. Selain ucapan terima kasih, Staff Ahli Menteri juga menyampaikan bahwa teripang memang sudah lama dimanfaatkan untuk pelestarian generasi terutama menambah kecerdasan dan perbaikan gizi. Ia menceritakan bahwa di Cina teripang sudah lama dipersembahkan hanya untuk ibu-ibu terutama ibu hamil. Secara turun temurun teripang dipersembahkan secara istimewa bagi ibu-ibu sebagai penghormatan bahwa ibu-ibulah yang mengemban amanah untuk generasi ke depan. Sehingga istimewa jika Kepulauan Riau menjadikan produk teripang menjadi produk unggulan daerahnya.

Rangkaian acara rapat koordinasi ini dilanjutkan dengan Food Festival Berikan HPI untuk Cerdaskan Bangsa yang rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau serta perwakilan Kementerian/Lembaga.

Biro Informasi dan Hukum
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel