Berita

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Selenggarakan Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko

Dibaca: 79 Oleh Selasa, 23 November 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 23 at 02.31.28
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-745/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves – Bogor, Dalam rangka implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko (MR) Unit Eselon II pada Senin (22-11-2021) yang dilaksanakan secara daring dan luring.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Lukijanto mengatakan “SPIP dibangun oleh lima unsur yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengedalian informasi dan komunikasi serta pemantauan pengendalian intern untuk menerapkan unsur terkait penilaian risiko ini Kemenko Marves menerapkan sistem manajemen risiko”.

Sesdep Lukijanto menambahkan bahwa MR berperan penting untuk menjamin terselenggaranya tugas dan fungsi organisasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi agar dapat berjalan secara efektif dan efisen dalam mencapai tujuannya.

“Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko ini merupakan pendekatan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi serta kita dapat mengendalikan resiko yang dapat menghambat pencapaian sasaran tujuan” lanjutnya.

Kepala Bagian Administrasi Umum, Sekretariat Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Romi Firman mengatakan “Unit eselon II telah menyusun Renstra Tahun 2020-2024, karena disusun oleh Unit Eselon II maka masing-masing unit eselon II yang mengetahui faktor-faktor yang dapat menjadi resiko tidak tercapainya tujuan dan sasaran Strategis”.

Baca juga:  Pemerintah Siap Luncurkan Program PEN Restorasi Terumbu Karang

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Tri Wibowo selaku Widyaiswara Pusdiklatwas. Dia mengatakan mengenai pentingnya penerapan manajemen risiko karena sebagai institusi seringkali menghadapi suatu kondisi ketidak pastian, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menghambat, menggagalkan bahkan membatalkan tujuan sasaran yang telah ditetapkan di dalam Renstra.

“Manajemen Risiko muncul karena yang pertama, kita mengharapkan target-target kita bisa diwujudkan dengan baik, namun lebih dari itu, juga agar organisasi kita memiliki value bagi para stakeholders kita. Jadi tidak hanya mencapai target tapi juga memiliki nilai dan berguna bagi organisasi dan masyarakat” tambahnya.

Turut hadir dalam acara ini Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah, Asdep Industri Maritim dan Transportasi, Plt. Kabag Program Sekretariat Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kabid Insfrastruktur Perkotaan, Kabid Infrastruktur Konektivitas Antar Moda, Kabid Sistem Logistik, Kabid Infrastruktur Perekonomian dan Kabid Industri Manufaktur dan Kendaraan Listrik, serta Perwakilan dari masing-masing Kedeputian dan Tim Auditor dari Inspektorat Kemenko Marves

Baca juga:  Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Terkait Finalisasi Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Kebijakan Kelautan

Acara ini akan diselenggarakan selama tiga hari, dari Hari Senin-Rabu (22-24 November 2021). Pada Selasa (23-11-2021) akan dilaksanakan reviu pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkungan Kedeputian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi dengan mengundang narasumber Ketua Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) Provinsi DKI serta Monitoring dan Evaluasi Kegiatan.

“Diharapkan dengan diadakannya acara ini, dapat tersusun Dokumen Manajemen Risiko di masing-masing tingkat eselon II dengan baik, sehingga ke depan diharapkan kita dapat mengendalikan risiko-risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan dan sasaran Deputi 3. “ tutup Sesdep Luki.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel