FotoBerita DeputiDeputi 6

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Lakukan Evaluasi Kinerja dan Perencanaan Program Kerja

Dibaca: 30 Oleh Sabtu, 12 Desember 2020Tidak ada komentar
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Lakukan Evaluasi Kinerja dan Perencanaan Program Kerja
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Bali, Memasuki penghujung tahun 2020, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan (Deputi 6) lakukan evaluasi kinerja tahun 2020 serta membahas perencanaan Program Kerja tahun 2021 melalui kegiatan Rapat Kerja yang diselenggarakan di Bali pada hari Sabtu (12-12-2020).

“Rapat Kerja ini merupakan agenda penting bagi organisasi yang baru terbentuk. Sesuai amanat Menko Marves, tugas utama dari Deputi ini adalah mengoordinasikan kebijakan-kebijakan K/L di bawah koordinasi Kemenko Marves, guna meningkatkan investasi yang berkualitas dan mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan proses hilirisasi sumber daya alam Indonesia,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto.

Dia kemudian menambahkan bahwa terdapat tantangan yang cukup berat akibat pandemi yang memberikan spillover effect yang signifikan. Hal ini menurutnya terutama berkaitan dengan perspektif para pelaku usaha internasional dalam pengembangan bisnis di masa kini dan akan datang.

“Indonesia harus mengambil peluang dari kondisi tersebut dengan mengoptimalkan potensi di dalam negeri. Melalui koordinasi kebijakan yang baik diantara K/L teknis diharapkan muncul kegiatan-kegiatan ekonomi baru yang bersumber dari investasi yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian Nasional,” lanjut Deputi Seto.

Baca juga:  Menko Luhut Rapat Tentang Persiapan Kerjasama Keppel dengan PLN di Kantor Maritim,

Deputi Seto juga membahas pentingnya kegiatan investasi dan pertambangan di masa yang akan datang. Ia menerangkan bahwa peningkatan investasi dalam dan luar negeri mampu meningkatkan output nasional dan meredistribusi pendapatan yang selama ini banyak terpusat di Pulau Jawa.

“Dengan meningkatkan jumlah investasi yang berkualitas maka Indonesia akan mampu menjadi negara yang kuat dengan pondasi-pondasi ekonomi riil yang berkesinambungan,” imbuh Deputi Seto.

Teguh Widjinarko, Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, yang turut hadir dalam Raker, menyatakan bahwa evaluasi terhadap kinerja penting untuk dilakukan guna memastikan bahwa apa yang menjadi kendala menjadi perbaikan berkelanjutan pada perencanaan.

“Pada dasarnya, yang dinilai oleh KemenPANRB adalah SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan) yang merupakan sistem mulai dari perencanaan kinerja hingga evaluasi kinerja. Dimulai dari renstra, perjanjian kinerja, pengukuran kinerja, pengelolaan data, pelaporan data kinerja, pelaporan kinerja, reviu dan evaluasi kinerja. Hal ini merupakan upaya mengubah budaya organisasi, menjadi orientasi hasil dan money follow program, untuk menciptakan pemerintahan yang dinamis di tahun 2024,” ungkap Plt. Deputi Teguh.

Baca juga:  Menko Luhut Tinjau PT. Inter Aneka Lestari Kimia Balaraja, Banten

Sekretaris Deputi (Sesdep) Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Latief Nurbana kemudian menyampaikan bahwa meskipun baru dibentuk, namun Deputi 6 telah mendapatkan penilaian yang baik dalam SAKIP.

“Sampai saat ini, aspek reformasi birokrasi dan pelaksanaan administrasi keuangan sudah mendapatkan penilaian di atas target. Hanya saja, kami masih kekurangan SDM terkait beberapa jabatan yang belum terisi,” ungkap Sesdep Latief.

Selanjutnya, seluruh Asisten Deputi (Asdep) juga turut menyampaikan laporan evaluasi kinerja serta rencana program kerja untuk tahun 2021. Berbagai isu yang telah dikerjakan sepanjang tahun 2020 diantaranya ialah tentang peningkatan iklim investasi melalui UU Cipta Kerja, pengawalan proyek Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, pembangunan industri daur ulang baterai lithium Indonesia,  pembangunan industri farmasi, pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung, pengawalan penerapan Harga Patokan Mineral Nikel, pembangunan smelter, dan beragam isu lainnya. Capaian pada tahun 2020 dapat dilihat dalam bentuk policy brief terkait isu strategis yang dibahas di masing-masing Asdep, yang akan keluar pada akhir Desember 2020.

Baca juga:  Menko Luhut B. Pandjaitan Meeting bersama Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta

“Diharapkan setiap Asdep segera memformulasikan perencanaan dalam bentuk _timeline_ dan target apa yang mau dicapai akhir 2021. Tahun depan, akan dilakukan monitoring evaluasi setiap tiga bulan,” tutup Deputi Seto.

Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh pejabat dan staf di lingkup Kedeputian Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan. Turut hadir pula Kepala Biro Perencanaan Kemenko Marves Arif Rahman dan Inspektorat Kemenko Marves Ajum Muchtar. Secara daring, turut hadir Prof. Yanuar Nugroho yang memberikan paparan mengenai paradigma perencanaan pembangunan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel