Berita DeputiDeputi 6

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Bahas Penguatan Upaya Monitoring Arah Perkembangan Perekonomian Indonesia

Dibaca: 69 Oleh Selasa, 3 November 2020November 9th, 2020Tidak ada komentar
Deputi Koordinasi Bidang Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Bahas Penguatan Upaya Monitoring Arah Perkembangan Perekonomian Indonesia
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Serpong, Asisten Deputi Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) pada Selasa, 2 November 2020 telah menyelenggarakan rapat koordinasi terkait Penguatan Upaya Monitoring Arah Perkembangan Perekonomian Indonesia di Swiss-Belhotel Intermark Serpong, Provinsi Banten. Rapat dihadiri beberapa pemangku kepentingan seperti Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indionesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), P.T. Pertamina dan Perusahan Listrik Negara (PLN).

Dalam sambutan pembukaannya yang dilakukan secara virtual, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto menyampaikan bahwa Rapat dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dan data yang diperlukan dalam menyusun modelling yang dapat digunakan untuk memantau arah perkembangan perekonomian Indonesia jangka pendek dan menengah. Prioritas Rapat adalah membahas penetapan leading economic indicators yang menjadi elemen utama modelling.

“Leading economic indicators, bahasa sederhananya adalah adanya bola kristal untuk melihat arah perekonomian kita, jangka waktu 6, 9, sampai 12 bulan ke depan,” ujar Deputi. Dijelaskan pula bahwa negara-negara maju dan berkembang lainnya telah menjadikan leading economic indicators sebagai acuan dalam pengambilan berbagai kebijakan strategis. Di Indonesia beberapa institusi seperti Bank Indonesia telah membuat leading economic indicators tersebut.

Baca juga:  Penyelesaian Kontruksi Tol Cisumdawu Masih Terkendala Pembebasan Lahan

“Ketika Pak Menko (Luhut Binsar Panjaitan) menjabat sebagai Kepala Staf Presiden tahun 2015, kita banyak sekali menggunakan leading economic indicators ini untuk memberikan saran kepada Presiden, termasuk kebijakan pencabutan subsidi BBM, pembangunan infrastruktur dan lain-lain guna menyerap anggaran secara produktif”. Jadi hal ini bermanfaat untuk kita sebagai pengambil kebijakan dalam melakukan langkah-langkah antisipatif,” ujarnya.

“Yang kita lakukan sekarang ini akan melakukan updating indikator, updating base, karena ada beberapa yang digunakan selama ini mungkin tidak available lagi. Sehingga kita perlu ada perubahan-perubahan. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan ibu bapak semuanya, dari PLN, Pertamina, BKPM untuk dapat menyampaikan indikator-indikator yang dimiliki seperti konsumsi BBM, persetujuan investasi atau konsumsi listrik,” ungkap Deputi. Selanjutnya ditegaskan bahwa untuk melembagakan kerjasama ini Kemenko Marves siap untuk membentuk kerjasama pertukaran data dan informasi, sehingga komunikasi dan senergitas yang terbangun salama ini semakin erat.

Di sisi lain, Deputi juga memandang bahwa keberadaan leading economic indicators untuk mengukur dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena itu Kemenko Marves terlibat langsung dalam upaya mitigasi Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi dengan Menyusun berbagai masukan kebijakan

Baca juga:  Kemenko Maritim Pimpin Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pengembangan Geopark Indonesia

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wira Kusuma, mengatakan terkait perekonomian di tengah pandemi covid-19 saat ini sudah terjadi perubahan kearah yang lebih baik. Adanya perbaikan ekonomi global ini dipengaruhi oleh ekonomi Amerika Serikat dan China yang mulai bergerak kearah positif. Wira menegaskan hal ini terjadi karena kebijakan stimulus fiskal yang diterapkan tepat sasaran.

Wira menyampaikan dampak pandemi juga dirasakan Indonesia, karena itu pihaknya juga berbagai langkah seperti penetapan suku bunga yang relatif rendah dan menjamin ketersediaan likuiditas untuk mendorong aktifitas ekonomi. Ditambahkan hingga Triwulan II mulai terdapat peningkatan aktifitas ekonomi seperti ekspor dan impor.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Bappenas dan Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu yang hadir secara virtual. Ditegaskan bahwa Pemerintah tengah menyusun rencana jangka pendek, menengah dan panjang yang diharapkan akan membantu proses transformasi perekonomian Indonesia untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Baca juga:  Petakan Kendala Koordinasi Lapangan, Kemenko Kemaritiman Kunjungi Lokasi Gempa Lombok

Selanjutnya, Kepala Departemen Pengawasan OJK Hendri Rialdi, mengungkapkan bahwa dampak pandemi covid-19 ini dirasakan ekonomi global dan menimbulkan krisis multi dimensi yang harus dicermati setiap negara termasuk Indonesia. “Kita tahu bahwa ini menimbulkan krisis ekonomi, politik, maupun sosial, karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya,“ kata Hendri. Senada dengan Wira, Hendri menegaskan kebijakan stimulus fiskal mendorong terjadinya perbaikan ekonomi Indonesia yang sangat terdampak oleh Covid-19.

Sementara itu Chief Economist BNI Sekuritas, Damhuri Nasution mengungkapkan bahwa leading economic indicators sangat membantu pelaku bisnis dan pemerintah dalam menetapkan berbagai pilihan kebijakan. Oleh karena itu Damhuri menegaskan leading economic indicators ini sangat krusial dalam upaya mendorong pertumbuhan perekonomian yang resilient dan adaptif terhadap perubahan pada tingkat regional dan global.

Dalam sesi diskusi, wakil dari BKPM menyampaikan persetujuan investasi yang terjadi hingga Kuartal II 2020. Demikian pula wakil dari P.T. Pertamina dan P.T. PLN menyampaikan tren pengurangan konsumsi BBM dan listrik menyusul kontraksi yang terjadi akibat Covid-19.

Biro Komunikasi

Kementerian Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel