FotoBerita DeputiDeputi 4

Deputi Nani Hendiarti Kunjungi Kawasan Tawan Wisata Alam Mangrove Angke

Dibaca: 37 Oleh Minggu, 21 Februari 2021Februari 23rd, 2021Tidak ada komentar
Deputi Nani Hendiarti Kunjungi Kawasan Tawan Wisata Alam Mangrove Angke
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-112/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2022

Marves – Jakarta, Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Nani Hendiarti melakukan kunjungan ke kawasan Tawan Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke pada Sabtu (20-02-2021).

Kunjungan ke Taman Wisata Alam Mangrove di Angke Kapuk merupakan rangkaian dari pelaksanaan rapat koordinasi lintas kementerian lembaga (K/L) membahas pengelolaan ekosistem mangrove nasional sebagai tindak lanjut arahan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

TWA Angke merupakan kawasan ekowisata berbasis ekosistem mangrove yang memiliki luasan 99,82 Ha. TWA Mangrove Angke merupakan bagian dari kawasan hutan Angke Kapuk yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 24 tanggal 1 Juni 1939. Izin Pengusahaan Pariwisata Alam TWA Angke Kapuk diberikan kepada PT. Murindra Karya Lestari sejak 1997 dengan tujuan mengembangkan TWA Angke Kapuk sebagai sarana pariwisata alam sekaligus mempertahankan kelestarian fungsi mangrove sebagai sistem penyangga kehidupan.

Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani menyampaikan saat ini isu mangrove menjadi salah satu topik yang diperhatikan secara global. Mangrove dapat menyimpan karbon empat kali lipat dibandingkan hutan darat, sehingga hutan mangrove memiliki Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang tinggi dan dapat mengurangi dampak perubahan ilkim.

Baca juga:  Kemenko Maritim adakan Kunjungan Lapangan Mendukung Percepatan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Blue Carbon untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Pemerintah mendorong keterlibatan sektor swasta, organisasi Internasional, LSM dan masyarakat serta kerja sama bilateral untuk program rehabilitasi mangrove seluas 620.000 ha dalam 4 tahun ke depan. Ekowisata mangrove perlu dikembangkan, melihat tren minat masyarakat sekarang. Diharapkan TWA Angke dapat meningkatkan kualitas pariwisatanya dengan tetap memperhatikan konservasi alam mangrovenya, seperti halnya ekowisata mangrove di Abu Dhabi. Belum lama ini dilakukan penandatangan MoU antara Menko Marves dengan Menteri Lingkungan dan Perubahan Iklim UAE secara virtual terkait program pengembangan mangrove”, kata Deputi PLK dalam sambutannya.

Kegiatan kunjungan kerja dilakukan dengan menyusuri kawasan hutan mangrove di TWA Angke Muara, selain hutan mangrove kawasan TWA juga menyediakan area penanaman mangrove, area perkemahan, serta menara observasi habitat berbagai jenis burung air serta berbagai fasilitas yang dapat menunjang edukasi dan ekowisata berbasis ekosistem mangrove tersebut. Acara diakhiri dengan dialog dengan pengelola TWA Angke.

Pada kunjungan kerja ke TWA Angke Muara ini, Deputi Nani didampingi Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Asisten Deputi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan, Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam-DKI Jakarta, serta Direktur dan staf pengelola dari Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Baca juga:  8 Kementerian Sepakat Tingkatkan Perlindungan TKI Melalui Desa Migran Produktif

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel