Siaran PersBeritaFotoBerita DeputiDeputi 3

Deputi Ridwan: Konsep Besar Pemerintah Adalah Pembukaan Keterisolasian dan Mengangkat Status Mentawai Dari Daerah Tertinggal

Dibaca: 144 Oleh Selasa, 4 Agustus 2020September 22nd, 2020Tidak ada komentar
Deputi Ridwan: Konsep Besar Pemerintah Adalah Pembukaan Keterisolasian dan Mengangkat Status Mentawai Dari Daerah Tertinggal
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No.SP-111/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020

Marves – Padang, Masih dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja ke Mentawai dan Padang, Sumatera Barat. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ridwan Djamaluddin menyatakan, pemerintah mempunyai konsep besar agar Mentawai dapat segera terbuka keterisolasiannya dan juga sekaligus mengangkat status Mentawai dari yang awalnya daerah tertinggal.

“Terkait pembangunan berbagai infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan, karena kami memandang Mentawai adalah bagian dari Republik Indonesia yang tidak boleh ditinggalkan, berbagai infrastruktur tersebut akan berguna untuk masyarakat. Seharusnya tahun ini targetnya, tetapi dampak dari pandemi maka relokasi anggaran, tetapi untuk tahun depan akan dipertimbangkan. Sebagian sudah dilakukan pembukaan jalan dan sebagian pelabuhan sudah dibangun di Labuhan Bajau, kemarin sudah kita tinjau dan sudah 70% pembangunannya,” ujar Deputi Ridwan saat diwawancarai oleh awak media seusai mengadakan rapat koordinasi yang turut dihadiri oleh, Wagub Sumatera Barat Nasrul Abit, Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake, Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves Djoko Hartoyo dan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait lainnya, dihelat di Padang, Selasa (04-08-2020).

Baca juga:  Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko Maritim Buka Rakor Pembahasan Kebijakan Peningkatan Produksi dan Pengendalian Impor Garam

Deputi Ridwan kemudian mengungkapkan, saat mengadakan kunjungan ke Mentawai kemarin dan sempat berbincang dengan masyarakat asli Mentawai, ia pribadi merasa sangat tersentuh.

“Harapan mereka yang pertama adalah ada perbaikan kehidupan, dan yang menarik mereka juga minta diberikan pelatihan atau pendampingan, ibaratnya tidak hanya diberikan ikan, tetapi juga pancingnya. Dan menurut saya pribadi itu sangat sangat penting. Oleh karenanya kami ingin menghadirkan negara dengan melibatkan investor swasta, dan tugas pemerintah adalah fasilitasi agar niat investor ini dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya,

Lebih lanjut, di kesempatan yang sama, Wagub Sumbar Nasrul Abit menekankan kepada persoalan telekomunikasi atau jaringan internet khususnya di Mentawai dan daerah lain di Sumatera Barat yang masih blank spot.

“Terkait masalah telekomunikasi, akibat pandemi ini sistem belajar berjalan dengan daring, dan ini adalah persoalan baru di Sumatera Barat yang harus diatasi dengan segera, untuk itu kita sudah bersurat kepada Kemenkominfo dan ditandatangani oleh Bapak Gubernur, dan sudah diusulkan sebanyak 404 tower di Sumatera Barat ini, melalui BAKTI Kominfo kita dapat informasi bahwa 38 akan dipasang pada tahun ini,” ujarnya.

Baca juga:  Kemenko Marves Monitor Pengembangan Pariwisata DPSP Likupang dan Creative Hub di Manado

Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves Djoko Hartoyo lalu mengatakan, untuk masalah telekomunikasi pihaknya telah memfasilitasi melalui surat dukungan Permohonan Pembangunan Jaringan Telekomunikasi dan Akses Internet di Mentawai ke Kominfo.

“Kita telah follow up ke pihak BAKTI Kominfo, direncanakan pada tanggal 25 Agustus 2020 sudah sampai ke Mentawai, nanti ada dari pihak ketiga BAKTI Kominfo. Jaringan telekomunikasi dan internet yang diutamakan atau diprioritaskan, adalah spot-spot di lokasi lokasi terdekat dengan sekolah, khususnya untuk wilayah Mentawai,” jelas Asdep Djoko.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel