Berita DeputiDeputi 4

Dialog Indonesia-Inggris dalam kerjasama Perubahan Iklim

Dibaca: 32 Oleh Kamis, 2 September 2021September 6th, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 06 at 14.22.39 1
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-554/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2021

Marves – Jakarta, Dalam rangka memperkuat kolaborasi antara Indonesia-Inggris dalam mengatasi perubahan iklim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan pemerintah Inggris yang diwakili oleh Department for Business, Energy & Industrial Strategy (BEIS) dan British Embassy Jakarta menyelenggarakan Indonesia-UK Dialogue, Emissions Trading Scheme Workshop secara daring pada Kamis, (2 September 2021).

Workshop dibuka oleh Bu Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves bersama dengan Kate Hughes, Director International Climate and Energy BEIS.

“Dialog penting ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menko Luhut dengan COP President Designate Alok Sharma yang menyepakati pembentukan gugus tugas antara Indonesia dengan Inggris dalam rangka menyambut COP26, demi menajamkan isu terkait perubahan iklim, dengan sasaran isu seputar carbon pricing,” buka Deputi Nani.

Menurutnya, isu perubahan iklim menjadi hal yang esensial tidak hanya bagi seluruh dunia, sehingga dibutuhkan upaya ekstra untuk mencapai netral karbon dan aksi nyata, “Indonesia juga telah mengajukan dokumen Updated NDC dan The Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) yang berkomitmen untuk memperkuat upaya adaptasi antara lain rehabilitasi lahan gambut dan mangrove,” tegasnya.

Baca juga:  Pengembangan Pariwisata, Kabiro Andreas: Kita Banyak Melihat Hal Luar Biasa dan Harus Belajar dari Banyuwangi

“Inggris mengapresiasi adanya Workshop ETS ini, dan dunia butuh tindakan segera dan nyata untuk perubahan iklim”, imbuh Kate. Penetapan Nilai Ekoomi Karbon meningkatkan 20% setiap tahun walaupun perlahan. Dan Inggris menantikan regulasi Nilai Ekonomi Karbon di Indonesia, tambah Kate.

“Kami menjajaki peluang dukungan internasional, terutama di bidang transfer teknologi dan pendanaan, untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Kami terbuka akan investasi khususnya di beberapa daerah percontohan, yaitu Bali, Sumatera Utara, dan Kalimantan Utara,” tambah Bu Nani.

Indonesia memiliki peluang besar dalam ekosistem karbon biru berupa hutan mangrove dan padang lamun. Ketersediaan karbon biru dalam mangrove empat kali lebih besar dari hutan terestrial lainnya. “Untuk itu karbon biru menjadi salah satu isu yang akan kami bawa di COP26, dan kami mengundang Inggris untuk berkolaborasi pada acara tema Karbon Biru dan Nilai Ekonomi Karbon di Pavilion Indonesia di Glasgow,” tambah Deputi Nani.

“Skema Pertukaran Emisi (ETS) Inggris yang sudah terbentuk dapat memberikan banyak masukkan bagi kami. Besar harapan kami terkait Nilai Ekonomi Karbon ini dapat dibawa pada November nanti di COP26,” tutup Deputi Nani. Ia berharap, pertemuan ini dapat memberikan banyak wawasan baru terkait kerjasama karbon kedepannya.

Baca juga:  Dukung Tercapainya Lingkungan yang Sehat, Pemerintah dan Swasta Kolaborasi Menanam 20 Juta Pohon di Citarum dan Tanjung Puting

Memberikan penutup, Asisten Deputi pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan mengharapkan dialog ini akan terus berjalan dengan maksimal, “Rencananya kami ingin menyelenggarakan 2-3 Workshop lanjutan agar pembahasan yang kita miliki mampu memberikan hasil yang maksimal. khususnya dalam konteks pertukaran wawasan terkait perubahan iklim,” Imbuhnya.

Workshop yang menjadi bagian dari dialog bilateral ini dihadiri oleh berbagai kementerian terkait seperti perwakilan dari KESDM, KLHK, Kemenkeu dan K/L institusi lainnya. Workshop ini dibagi menjadi enam sesi yang secara ringkas membahas tentang skema ETS. Diharapkan pertemuan memebrikan manfaat kepada kedua negara khususnya Indonesia yang sedang mengembangkan skema carbon pricing di nasional dan hubungannya dengan dunia internasional.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel