BeritaDeputi 2Siaran Pers

Dorong Hilirisasi Produk Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Perkuat Produksi dan Pemanfaatan Hidrolisat Protein Ikan

Dibaca: 74 Oleh Kamis, 28 Januari 2021April 1st, 2021Tidak ada komentar
Dorong Hilirisasi Produk Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Perkuat Produksi dan Pemanfaatan Hidrolisat Protein Ikan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-41/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2021

Marves – Cirebon, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang bertujuan untuk menindaklanjuti penguatan produksi Hidrolisat Protein Ikan (HPI) dan pemanfaatannya, sebagai peningkatan asupan dalam bentuk suplementasi gizi dan diversifikasi produk pangan di Cirebon pada Kamis (28-01-2021).

HPI yang merupakan campuran peptida yang didapat melalui hidrolisis (pemecahan) protein dari ikan, mampu dibentuk menjadi berbagai bahan makanan fungsional bagi tubuh manusia yang mudah diasimilasi oleh makhluk hidup. Pemanfaatan industri HPI ini dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting , obesitas, dan gizi buruk, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam arahannya, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso menyampaikan bahwa pemanfaatan HPI merupakan bentuk pengembangan ekosistem klaster industri perikanan.

“Pemanfaatan HPI dilakukan guna menghasilkan nilai tambah sebuah produk, terutama dalam kaitannya dengan produk olahan dari sektor perikanan,” ungkap Staf Ahli Sugeng.

Staf Ahli Sugeng menjelaskan bahwa pengembangan klaster industri seperti ini merupakan alternatif pendekatan yang dinilai efektif untuk membangun keunggulan daya saing value chain industri dalam meningkatkan nilai tambah untuk mengembangkan perencanaan teknologi, mengintegrasikan sumber daya bahan baku, sertai industri pasar.

Selanjutnya, Staf Ahli Sugeng menambahkan bahwa peningkatan nilai tambah value chain industri untuk memiliki kekayaan intelektual, pemrosesan bahan baku, melakukan litbang, serta pengembangan teknologi dan inovasi, meningkatkan perusahaan inti, dan mendorong terjadinya kerjasama, seperti kerjasama produksi ataupun kerjasama pemasaran.

Baca juga:  Kemenko Marves Bertemu dengan DPRD Kota Tegal Bahas Permen Nomor 59 Tahun 2020 tentang Pukat Tarik Cantrang

“Harapannya, kerja sama dengan industri dalam rangka upaya yang lebih fokus bagi terjalinnya kemitraan yang saling menguntungkan dan pengembangan jaringan bisnis. Bagi pembuat kebijakan dan pihak berkepentingan lainnya, pendekatan ini memungkinkan potensi skala pengaruh dari kebijakan dan program, dan cakupan dampaknya yang signifikan,” ungkap Staf Ahli Sugeng.

Melanjutkan, Staf Ahli Sugeng menyampaikan bahwa pengembangan klaster industri inovasi ekstrak produk perikanan (HPI) dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak terkait agar terjadi sinergi dan berfokus mengolah sumber daya ikan guna menghasilkan produk yang kaya gizi.

“Rantai nilai dari industri HPI ini terjadi sepanjang rantai pasokan, mulai dari nelayan, koperasi, industri, hingga pemasaran. Dengan demikian, pada akhirnya industri HPI akan berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat,” sambung Staf Ahli Sugeng.

Staf Ahli Sugeng kemudian menjelaskan bahwa implementasi Iptek dan inovasi dalam pengembangan klaster industri ini berkontribusi pada nilai tambah dan secara agregat akan berujung pada perekonomian makro berupa peningkatan PDRB atau Produk Domestik Bruto (PDB). “Untuk itu diperlukan penyelarasan perencanaan dan kegiatan antara pihak-pihak yang bersinergi agar efektif,” imbuhnya.

Senada dengan Staf Ahli Sugeng, Plt. Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu Edi Umaedi juga menyampaikan arahannya terkait industri HPI.

“Diversifikasi produk perikanan dengan adanya pabrik HPI diharapkan akan berdampak langsung pada masyarakat, baik secara ekonomi maupun kesejahteraan,” ungkap Plt. Kadis Edi.

Baca juga:  Menko Luhut: Media harus lebih banyak memberitakan hal baik tentang Indonesia

Penguatan HPI dan pemanfaatannya menjadi potensi yang sedang dikembangkan oleh pemerintah, dilatarbelakangi oleh potensi ikan di perairan Indonesia yang mencapai 15 juta ton berdasarkan data tahun 2018. Hal ini menjadikan HPI yang memiliki bahan dasar dari ikan, mampu untuk dijadikan salah satu klaster pengembangan industri di sektor perikanan. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari RPJM 2022-2024 mengenai pembangunan di sektor kelautan dan perikanan.

HPI menjadi sumber protein yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dibandingkan dengan susu. Berbagai macam produk seperti susu, kue, bahkan mie instan bisa dibuat melalui HPI. Produksi dari HPI akan dibuat menjadi lebih baik dengan proses bisnis yang terintegrasi dimulai dari para nelayan yang menangkap ikan dengan perkiraan 16 ton per bulan yang nantinya dikirim ke koperasi untuk dipasarkan langsung ke industri yang memproduksi HPI tersebut.

Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim Amalyos Chan memaparkan sudah ada beberapa industri terkait produksi dan pemanfaatan HPI di Indonesia.

“Industri HPI ini memang perlu untuk dikembangkan, ditingkatkan produksinya, dan diketahui manfaatnya di masyarakat. Sudah ada beberapa industri yang bekerja sama dengan pihak swasta. Pemanfaatan HPI ini, nantinya mampu menyelesaikan permasalahan malnutrisi di Indonesia” kata Asdep Amalyos.

Salah satu contohnya adalah PT Berikan Teknologi Indonesia yang memproduksi dan menyuplai 17 ton per bulan dari 7 unit mesin pengolah HPI ke PT Kimia Farma Export agar diproduksi menjadi produk makanan yang ramah lingkungan, di mana ada 9 juta anak di seluruh Indonesia yang mampu menerima produk dalam rangka menurunkan angka stunting, obesitas, dan gizi buruk di Indonesia yang masih dalam peringkat ke-4 dunia dengan persentase sebesar 27,7%.

Baca juga:  Menko Luhut : Keterlibatan Pihak Swasta Dalam Mengelola Infrastruktur, Bukan Berarti Pemerintah Menjual Aset

Proses bisnis yang terintegrasi juga dibentuk atas dasar konsep otonomi protein. Konsep ini pada dasarnya ingin menjadikan industri pengelolaan HPI menjadi lebih mandiri dan dikelola oleh Indonesia. Pemerintah nantinya mampu memanen, mengolah, memproduksi, menyuplai, dan memasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia secara mandiri melalui perusahaan dalam negeri.

Manfaat dari HPI sendiri masih berusaha dikenalkan dengan berbagai cara di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu caranya adalah melalui program Food Festival HPI yang sudah diadakan di tahun 2019. Melalui acara ini masyarakat dikenalkan berbagai produk hasil olahan HPI dan berusaha membangun kesadaran masyarakat terkait masalah dan cara penyelesaiannya di Indonesia. Penanganan malnutrisi termasuk didalamnya.

Permasalahan stunting, obesitas, dan gizi buruk sangat bergantung dari adanya kecukupan gizi anak Indonesia. Dengan adanya peningkatan produksi dan pemanfaatan HPI yang digaungkan pemerintah, diharapkan menjadi solusi permasalahan malnutrisi di Indonesia.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel