Berita DeputiDeputi 4

Dorong Percepatan Pembangunan Kabupaten Cilacap, Kemenko Marves Lakukan Peninjauan Lapangan

Dibaca: 29 Oleh Jumat, 26 Februari 2021Maret 1st, 2021Tidak ada komentar
Dorong Percepatan Pembangunan Kabupaten Cilacap, Kemenko Marves Lakukan Peninjauan Lapangan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-132/HUM/ROKOM/SET.MARVES/II/2021

Marves – Cilacap, Pemerintah bergerak cepat dalam menelaah permasalahan yang menonjol di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Dalam rangka pengembangan wilayah Kabupaten Cilacap sebagai Kota Pusat Pelayanan Kegiatan Nasional (PKN), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan peninjauan lapangan pada hari Rabu – Jumat (24 – 26 Februari 2021).

Agenda ini merupakan tindaklanjut setelah pertemuan konsultasi oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada 21 Januari 2021.

Kunjungan lapangan ini, dipimpin langsung oleh Sekretaris Deputi (Sesdep) Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Dirhansyah Conbul yang didampingi pejabat lainnya lingkup Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan.

Pada kesempatan ini, Sesdep Dirhansyah menyampaikan bahwa yang menjadi sasaran adalah permasalahan kawasan tanah dan lingkungan di wilayah Cilacap, salah satunya terkait pengembangan kawasan industri Bengawan Donan.

Dalam rangka mengantisipasi perkembangan industri pada masa depan, Kabupaten Cilacap berencana mengembangkan kawasan untuk peruntukan industri Kutawaru seluas kurang lebih 4.000 hektare. Namun dalam revisi RTRW baru terakomodir 815 hektare, hal ini mengingat kawasan Kutawaru sebagian besar masuk kawasan hutan.

Baca juga:  Menko Luhut Menerima Presiden Grab Indonesia di Kantor Maritim

“Disamping itu kawasan Kutawaru juga masuk dalam delineasi Kawasan Strategis Pacangsanak sebagai kawasan Konservasi Pertahanan dan Keamanan,” kata Sesdep yang akrab dipanggil Dirhan ini.

Terkait pengembangan Kawasan Industri Baru di Kabupaten Cilacap, Penetapan Perkotaan Cilacap sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) sudah seharusnya didukung dengan pembangunan yang dapat meningkatkan fungsi Cilacap sebagai PKN. Penempatan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bersifat vital di Kabupaten Cilacap berupa Refinery Development Master Plan (RDMP) dan PLTU berdampak pada meningkatnya kebutuhan kawasan industri baru.

Pengembangan kawasan industri baru di Bengawan Donan ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan kawasan industri akibat pembangunan RDMP Kilang Cilacap dan kegiatan yang bersifat PSN.

“Berdasar Lampiran Perpres tentang RTR Kawasan Pacangsanak tahun 2018, kawasan Begawan Donan telah dialokasikan masuk ke dalam Zona Permukiman Kepadatan Sedang, Tinggi (Zona B1) yang salah satunya terdiri atas kawasan peruntukan industri dan Zona Perkebunan (Zona B5),” paparnya.

Dikatakan Dirhan juga, Kemenko Marves telah memperoleh dan mempelajari ringkasan isu permasalahan yang sudah di Cilacap dalam rangka terus mengawal Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi di Jawa Tengah yang telah diatur dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2019.

Baca juga:  Guna Melakukan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Kota Bogor, Kemenko Marves Tinjau Lokasi Usulan

Sementara itu Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan ada beberapa langkah atau upaya yang akan ditempuh untuk mengatasi persoalan di lapangan terkait Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi di Jawa Tengah. Upaya tersebut, antara lain perlunya mengubah RT RW kawasan Donan dan merevisi PP Pancangsanak dan terkait Cimrutu sudah menjadi desa harus diselesaikan kepastian status hukum wilayah tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Cilacap juga mengajukan untuk dapat ikut mengelola pulau Nusakambangan dalam bentuk pemanfaatan bagian Nusakambangan sebagai tujuan pariwisata,” kata Tatto.

Tatto menuturkan hingga kini Pemerintah Kabupaten Cilacap telah mengusulkan zonasi Nusakambangan dan hanya ada tiga titik saja di bibir pantai. Hal lain, Pemkab Cilacap meminta untuk merealisasikan bantuan enam RDF sehingga semua kecamatan teratasi. “Bekas TPA menjadi kawasan hijau untuk bisa dijadikan kawasan wisata,” lanjutnya.

Di samping itu, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menyampaikan bahwa menurut Peraturan Pemerintah 13 tahun 2011 Cilacap sudah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional, daerah investasi nasional maupun internasional, sehingga diperlukan penyiapan lahan-lahan. Pemerintah Kabupaten Cilacap telah membuat design Peta Zonasi Kabupaten Cilacap.

“Kawasan untuk hutan mangrove tetap akan dipertahankan, namun untuk kawasan yang sudah tidak produktif akan dijadikan kawasan industri,” katanya.

Baca juga:  Kemenko Marves Sinergikan Semua Lini Untuk Akselerasi Pengembangan Wilayah Jawa Tengah

Syamsul mengungkap bahwa sudah puluhan tahun pemerintah kota mengusulkan untuk dapat memanfaatkan sisi bagian strategis pulau Nusakambangan yang sangat potensial untuk pariwisata dengan tetap menjaga keamanan dan kelestarian hutan.

Permasalahan lainnya adalah Desa Cimrutu yang hampir 90 persen sudah ada bangunan masyarakat dan bangunan pemerintahan milik desa, namun statusnya masih milih Perum Perhutani. Sebagian besar lahan telah dimanfaatkan untuk pertanian, agroforestry, fasos, dan fasum, sehingga diharapkan dapat diselesaikan melalui mekanisme Pelepasan Kawasan Hutan untuk TORA yang selanjutnya dapat disertifikasi.

Selain itu rombongan Kemenko Marves juga melakukan tinjauan lapangan di di Desa Bantar, Kecamatan Wanareja terkait adanya Konflik Agraria antara Kelompok Tani dan PTPN IX yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Sebagai langkah selanjutnya atas peninjauan lapangan ini, Kemenko Marves akan berupaya mengawal dan menindaklanjuti isu terutama untuk hal yang strategis terlebih dahulu. Tim Kemenko Marves akan menganalisis informasi atas isu-isu di lapangan sebelum melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dalam menentukan solusi terbaik yang akan diimplementasikan.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel