FotoBerita DeputiDeputi 1

Dukung Pelabuhan Bebas Sabang jadi HUB Internasional, BPKS Gandeng ASPRINDO

Dibaca: 96 Oleh Jumat, 9 Juli 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 07 09 at 15.29.46
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-416/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VII/2021

Marves – Jakarta, Guna mengembangkan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, dilakukan penandatanganan MoU kerja sama antara Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dengan Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) pada hari Jumat (09-07-2021) yang dihadiri secara virtual oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo.

“MoU Kerja sama Kemitraan Strategis antara BPKS dan ASPRINDO ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan dan membangun Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang agar memiliki kemampuan dan daya saing yang kompetitif dengan Kawasan dan Pelabuhan bertaraf internasional lainnya,” ungkap Deputi Basilio.

Sebagai informasi, penandatanganan perjanjian kemitraan strategis tersebut meliputi pengembangan pembangunan dan pengelolaan aset, prasarana, dan sarana dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang yang memiliki nilai strategis baik ekonomi dan politis, dengan melibatkan investor dari dalam dan/atau luar negeri, serta para pengusaha yang tergabung dalam organisasi ASPRINDO. Hal ini dilakukan guna merealisasikan Pelabuhan Bebas Sabang menjadi HUB pelabuhan internasional di Kawasan Asia Pasifik dan Global.

Baca juga:  Menko Luhut Luncheon Agenda Penutupan GSP Review

Dalam kemitraan tersebut, secara umum BPKS dan ASPRINDO sepakat untuk bekerjasama dalam 5 hal, yakni pengkajian bisnis dan investasi, pelibatan investor, pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan usaha di bidang perdagangan barang dan jasa, serta penyebarluasan informasi yang relevan dengan perkembangan Sabang.

“Kami mencermati tingginya potensi kerja sama yang menguntungkan terutama terkait bisnis perikanan, pariwisata, bunkering, layanan provisi logistik, dan berbagai penyediaan jasa kepelabuhanan bertaraf internasional,” ungkap Deputi Basilio. Hal selaras mengingat posisi strategis Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang dalam jalur pelayaran internasional.

Deputi Basilio menerangkan bahwa investasi dan kerja sama untuk modernisasi Pelabuhan Bebas Sabang menjadi smart and blue/green port dan menjadi the First Emergency Call Port di Indonesia, khususnya di masa pandemi COVID-19, adalah salah satu target kerja sama antara BPKS dan ASPRINDO.

“Ke depannya ini pasti akan menarik pasar pengguna jasa pelabuhan internasional (market demand and global supply chains) untuk Kawasan Sabang, Aceh, dan sekitarnya,” pungkas Deputi Basilio.

Baca juga:  Menko Luhut Audiensi Dengan Octopus Indonesia Dengan Agenda Daur Ulang Sampah Plastik dan Ekonomi Sirkular

Deputi Basilio berharap melalui kerja sama antara BPKS dan ASPRINDO, pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang bisa dilaksanakan secara cepat dan terstruktur, sehingga dapat berkontribusi lebih signifikan untuk perekonomian dan kesejahteraan di masyarakat Sabang, Aceh, dan Indonesia.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel