Berita DeputiFotoDeputi 2Siaran Pers

Dukung Peningkatan Produksi Udang Nasional, Kemenko Marves Siapkan Industri Kincir Air dan Pompa Air Buatan Anak Bangsa

Dibaca: 21 Oleh Senin, 11 Januari 2021Maret 1st, 2021Tidak ada komentar
Dukung Peningkatan Produksi Udang Nasional, Kemenko Marves Siapkan Industri Kincir Air dan Pompa Air Buatan Anak Bangsa
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No. SP-07/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2021

Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim melakukan rapat koordinasi yang membahas mengenai penyelesaian draf akhir nota kesepahaman mengenai aplikasi hasil riset kincir air dan rencana aplikasinya untuk mendukung peningkatan produksi udang nasional (11-01-2021). Rapat Koordinasi ini dilaksanakan secara daring yang mengundang beberapa kementerian dan lembaga terkait, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, PT Barata Indonesia (Persero), PT. Boma Bisma Indra (Persero), dan PT. Kelola Mina Laut.

“Hari ini kita kembali berkumpul untuk menindaklanjuti rencana aksi terkait sarana dan prasarana penunjang industri perikanan budidaya, khususnya terkait peningkatan produksi udang kita secara nasional. Aksi nyata ini direalisasikan dengan rencana terkait industri kincir air dan pompa air buatan dalam negeri untuk membantu peningkatan produksi perikanan budidaya,” ungkap Deputi Safri dalam rapat virtual tersebut.

“Bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo dan juga Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya sebagai lembaga pendidikan yang melakukan riset terkait kincir air dan pompa air, kita kembangkan dua hal ini menjadi produk karya anak bangsa. Nantinya produk ini bisa direalisasikan dan digunakan oleh industri tambak perikanan budidaya secara massal,” lanjut Deputi Safri.

Baca juga:  Menko Luhut Afternoon Tea bersama Media di Kantor Maritim

Presiden Joko Widodo memang menjadikan industri perikanan budidaya masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, khususnya mengenai revitalisasi tambak di sektor udang dan bandeng. Produksi udang nasional pada tahun 2024 ditargetkan sebesar 1.290.000 ton dengan nilai produksi 90.3 triliun rupiah dan dengan luas lahan 120.400 hektar. Untuk bisa mencapai target yang ditentukan, diperlukan langkah-langkah yang tepat dan salah satunya dengan melakukan pengembangan kincir air dan pompa karya anak bangsa.

Pada tahum 2020. proses membangun kincir air dan pompa air untuk meningkatkan produksi udang nasional sudah sampai pada tahap riset oleh Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Pada tahun ini, hasil riset tersebut akan direalisasikan dan nantinya diproduksi oleh BUMN, seperti PT. Barata Indonesia, PT. Boma Bisma Indonesia.

“Rencana aksi sudah disusun dengan teman-teman dari PT. Barata Indonesia. Modelnya juga sudah ada dan kita bisa langsung coba di lapangan,” ungkap Hery Riady, Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.

Menanggapi hal tersebut, Perwakilan PT. Barata Indonesia Sony Diantara menyatakan, “Prinsip kami sudah oke dari semua sisinya untuk melakukan kerja sama. Kami rencanakan di Februari, setelah nota kesepahaman disepakati, nanti tinggal gambar dari desain kincir air dan pompa air tersebut diberikan kepada kami supaya nanti kami bisa membuat prototype-nya.”

Baca juga:  Menko Luhut Melakukan Peninjauan Lokasi di Sektor Pembibitan Citarum, Bandung, Jawa Barat

Deputi Safri juga mengatakan, proyek ini menjadi ajang unjuk gigi bagi anak bangsa untuk bangga akan produk buatan dalam negeri. “Kami mengharapkan jika hasilnya bagus, nanti semua bisa membantu mempromosikan mesin ini kedepannya. Ini merupakan kebanggaan bagi seluruh pihak yang membantu proses pembuatan kincir air dan pompa air bagi industri perikanan budidaya kita.”

Direncanakan pada bulan Februari 2021, proyek ini dapat dilakukan uji coba di beberapa kawasan tambak udang dan di presentasikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Menteri KKP, Menteri Parekraf, dan Menteri BUMN pada bulan Maret 2021.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel