BeritaFoto

Dukung Percepatan Infrastruktur KSPN Borobudur, Kemenko Marves Gelar Focus Group Discussion  

Oleh 17 Feb 2020 Februari 19th, 2020 Tidak ada komentar
Auto Draft
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Magelang, Dalam rangka percepatan pembangunan KSPN Candi Borobudur, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Magelang, Jawa Tengah, Senin (17/02/2020). FGD ini dipimpin oleh Asdep Infrastruktur Pelayaran, Perikanan, dan Pariwisata Djoko Hartoyo.

“FGD ini bertujuan untuk membahas dukungan infrastruktur dan sinkronisasi program desa wisata di kawasan pariwisata Borobudur,” kata Asdep Djoko di lokasi, Senin (17/02/2020).

Dalam sambutannya, Asdep Djoko mengungkapkan adapun rapat ini merupakan salah satu tindak lanjut mengenai arahan Presiden pada Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet tanggal 15 Juli 2019 terkait pengembangan pariwisata yaitu penataan ruang, akses, dan konektivitas, fasilitas di lokasi wisata, sumber daya manusia, produk lokal, dan promosi.

“Arahan Presiden dalam Ratas 5 Juli infrastruktur di 5 destinasi super prioritas harus sudah selesai di Tahun 2020,” ujar Asdep Djoko.

Lebih lanjut, Asdep Djoko juga menekankan pada konektivitas jalan yang akan menghubungkan ke desa-desa wisata.  Sebagaimana diketahui, desa-desa wisata diharapkan menjadi area persebaran wisatawan dan penyangga kawasan super prioritas guna menambah lama tinggal (lenght of stay) para wisatawan manca negara maupun domestik.

Baca juga:  Menko Luhut Rapat dengan Direktur PT. Sumber Marine Shipyard dan Direktur Utama PT. Pelayaran Andalas Bahtera Baruna

“Kita di kapal yang sama, kita punya tujuan yang sama, kita punya itikad yang sama, mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan, ekspektasi kita yang dicetuskan sebelumnya bisa tercapai,” pungkas Asdep Djoko.

Pada kesempatan FGD kali ini, Kepala Dinas (Kadis) Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Rachmadi memaparkan konsep pemberdayaan desa wisata di destinasi super prioritas Borobudur. Pengembangan desa wisata di Kawasan Borobudur diarahkan menjadi support system serta untuk memperluas alternatif kunjungan wisatawan guna memperpanjang lama tinggal.

“Konsep pengembangan desa wisata yaitu menghormati, memberikan penghargaan, apresiasi terhadap pelestarian heritage yang ada di lingkungannya,” tutur Kadis Sinoeng.

Selanjutnya Sinoeng menjelaskan revitalisasi Balkondes yang disinergikan dengan desa wisata secara terintegrasi. Sebagai catatan tahun 2019 Balkondes memberikan kontribusi pendapatan sekitar Rp 9 Miliar serta terdapat 20 Balkondes di sekitar Borobudur dengan segala kompleksitas kondisinya.

“Harapannya dengan sinergitas itu, kalau Balkondes dengan desa wisata itu bisa sinergi, maka mudah bagi kita mewujudkan, bukan hanya pengembangan pariwisata berbasis komoditas, tetapi juga mewujudkan  Balkondes dan desa wisata menjadi sebuah laboratorium atau School Of Community Based Tourism,” tambah Sinoeng.

Baca juga:  Menko Luhut: Peningkatan produksi garam harus diiringi peningkatan kesejahteraan petani.

Bukan hanya Asdep Djoko dan Kadis Sinoeng, Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adiyanto, yang turut hadir di FGD ini juga menambahkan bahwa pengembangan desa wisata bertujuan sebagai penyangga kawasan super prioritas dan persebaran wisatawan sehingga diharapkan dapat menambah waktu tinggal.

Oleh sebab itu, dirinya mengusulkan pengembangan desa wisata di Kawasan Borobudur berdasarkan rumpun, yaitu rumpun utara, rumpun timur, rumpun selatan, rumpun tengah, dan rumpun barat. Dengan sistem ini, pengembangan tidak bersifat ego-sentris dan dapat melebur berdasarkan rumpunnya. Rumpun ini bertugas bagaimana wilayah anak asuhnya dapat berdiskusi bersama untuk merancang kegiatannya.

“Bagaimana desa-desa yang ada di Borobudur atau di Kabupaten Magelang menyiapkan untuk mengcreate one village one product atau one village one destination,”jelas Ketua DPRD Saryan.

“Saya sangat berharap apa yang menjadi masukan baik konektivitas jalan pendukung antardesa, one village one product, one destination, pelatihan skill SDM ini menjadi sebuah keterpaduan bersama,”tambahnya.

Menutup acara, Tim Quick Win, Teguh Anantawikrama, menekankan agar setiap desa memiliki “tema” pariwisatanya masing-masing, memperkuat diferensiasi produk, dan nilai tambah seperti local wisdom, kebersihan, dan keramahan.

Baca juga:  Nelayan Harus Dapat Menangkap Ikan Lebih Banyak Sesuai Target

Untuk diketahui, FGD ini diikuti oleh Kementerian/Lembaga terkait yakni Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah,  Badan Otorita Borobudur, Pemda Kabupaten Magelang, perwakilan BUMN, ITDC, BPN, Kepala Desa di wilayah Kecamatan Borobudur, dan Konsultan ITMP Borobudur.

FGD kali ini digelar guna menindaklanjuti hasil rapat sebelumnya. Pada pertemuan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Magelang dan perwakilan beberapa Kepala Desa telah menyampaikan keinginan mereka untuk terlibat aktif mendukung pengembangan wisata Borobudur kepada Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi. Pada rapat pembahasan awal (20-01-2020) yang dipimpin Asdep Djoko, juga merekomendasikan perlunya diskusi langsung dengan masyarakat.

Biro Perencanaan dan Informasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel