Berita DeputiDeputi 5

Dukung UMKM Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional, Deputi Odo : UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Dibaca: 47 Oleh Jumat, 17 September 2021Tidak ada komentar
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Siaran Pers
No.SP-577/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IX/2021

Marves – Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo R.M Manuhutu dalam virtual live interview dengan CNN Indonesia, Kamis (16/9/2021) mengatakan, pemerintah sudah menaikkan alokasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 menjadi 699 Triliun. Ini lebih tinggi dari tahun 2020 yaitu sejumlah 579 Triliun. Dari dana tersebut sebagian besarnya dialokasikan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini karena UMKM dinilai menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Ini menunjukkan pemerintah Indonesia sangat mendukung sekali terhadap UMKM dan juga untuk menjaga perekonomian Indonesia. UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasioanal,” jelas Deputi Odo.

Deputi Odo menuturkan adapun yang sudah dilakukan pemerintah yaitu pertama, menjaga ketahanan aspek supply. Dari dana yang sudah digelontorkan saat ini 60T sudah diserap UMKM. Kedua, meningkatkan sisi permintaan untuk seluruh produk-produk UMKM baik permintaan dari masyarakat maupun permintaan dari belanja pemerintah.

“Ini sesuai UU Cipta Kerja dimana 40 persen belanja pemerintah harus untuk UMKM, kebijakan pemerintah ini harus dimanfaatkan dan menjadi kesempatan yang baik untuk UMKM,’ katanya.

Baca juga:  Indonesia Menerima Bantuan Alat Medis dari Yayasan Amal Taiwan

Oleh karena itu, menurut Deputi Odo Presiden telah resmi meluncurkan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) pada 14 Mei 2020 lalu tujuannya untuk meningkatkan permintaan pada produk UMKM baik dari masyarakat maupun dari belanja pemerintah.

Lebih lanjut Deputi Odo mengatakan sisi lain dari pandemi Covid-19 telah membuat masyarakat pelaku UMKM baik konsumen maupun produsen melek terhadap teknologi.
Menurutnya keberadaan teknologi akan membantu peningkatan penjualan UMKM.

Disampaikan juga, ada beberapa pilar penting dalam Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), diantaranya pendampingan dan pelatihan, membuka pasar, dan pendanaan. Terkait pendanaan akan diluncurkan bagian dari BBI yaitu DigiKu atau Digital Kredit UMKM, yang digelontorkan oleh Himbara bekerjasama dengan platform digital, dengan target penyaluran mencapai 16 T hingga 2024.

“Berbeda dengan pinjol ilegal, manfaat dari DigiKu antara lain bunganya sangat kompetitif, durasi waktunya cepat, memungkinkan UMKM mendapat pinjaman dalam waktu hingga 15 menit, serta ini menjadi bagian kita bersama menjaga UMKM agar bisa bangkit,” pungkasnya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritman dan Investasi

Baca juga:  Indonesia Terus Berupaya Lebih Maju Dalam Penanganan Efek Gas Rumah Kaca

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel