Berita

Ekspor Perdana Komoditas Kelautan dan Perikanan Biak Numfor ke Singapura, Menko Luhut: Laksanakan Secara Kontinyu dan Jaga Kualitas

Dibaca: 261 Oleh Sabtu, 28 Agustus 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 28 at 13.42.32 2
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-540/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

 

Marves – Jakarta, Ekspor komoditas kelautan dan perikanan Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Beberapa Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) mampu memproduksi hingga angka triliunan rupiah. Salah satu yang mampu mencapai angka tersebut dimiliki oleh Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meresmikan adanya ekspor komoditas perdana kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Biak Numfor secara virtual (28-08-2021). Beberapa komoditas yang dikirimkan adalah kepiting dan lobster hidup, serta loin tuna dengan tujuan pengiriman, yaitu Singapura.

“Saya apresiasi sekali gebrakan dari Pemda Biak Numfor untuk melaksanakan ekspor ini, walaupun masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. Potensi perikanan dari Biak ini, perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Menko Luhut.

Peluang ekspor ini juga didukung dengan keberadaan infrastruktur konektivitas berupa Bandara Frans Kaisiepo. Ini memberikan angin segar untuk ekspor komoditas perikanan langsung dari Biak ke negara tujuan ekspor di Asia yang lainnya.

Baca juga:  Menko Marves Meeting dengan Kepala BPPT Hammam Riza

Target ekspor komoditas perikanan dari Biak Numfor ini sudah dicanangkan sejak Maret 2021 bersama Kota Tual. Ekspor ini dikoordinasikan bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT Angkasa Pura, serta Pemda Papua, dan tentunya Pemda Kabupaten Biak Numfor.

“Ekspor komoditas kelautan dan perikanan dari Biak Numfor kali ini ada sebanyak 28 ton melalui pesawat kargo dari Sriwijaya Air. Ini adalah komitmen besar untuk maju dan bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh,” kata Menko Luhut.

Melalui ekspor perdana dari Biak Numfor ke Singapura ini, diharapkan terjadi peningkatan bukan hanya devisa negara, tetapi juga pendapatan daerah dan kesejahteraan nelayan.Tidak lupa Menko Luhut juga mengingatkan agar selalu memperhatikan pemanfaatan komoditas kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Di sisi yang lain, Menko Luhut juga ingin agar pengelolaan komoditas ekspor ini dijaga kualitas dan mutu produknya.

“Saya pesan kepada Pemerintah Biak Numfor dan lebih khusus Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, untuk terus menjaga proses ekspor ini agar berjalan baik. Volume dan nilainya harus terus ditambah, tetapi dengan terus menjaga kualitas dari produknya,” kata Menko Luhut secara virtual.

Baca juga:  Menko Luhut Pastikan Farmasi dan Alat Kesehatan Terpasok Dengan Baik Selama PPKM Darurat

Menanggapi apresiasi Menko Luhut, Bupati Herry menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah melalui Menko Luhut terkait ekspor perdana ini.

“Terima kasih atas dukungan dari pusat dan juga kepada Menko Luhut yang mempercayakan ini pada kami. Kami akan jaga kualitas dan mutu dari ekspor kami ini,” kata Bupati Herry berterima kasih pada Menko Luhut.

Menko Luhut mengingatkan agar jangan lupa untuk terus mengembangkan pasar ekspor dari Biak Numfor secara langsung.

“Kita coba perlahan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pendukung, mulai rambah pasar baru seperti di Hong Kong, Tokyo di Jepang, dan Shenzen di RRT,” katanya.

Sebagai penutup, Menko Luhut juga menegaskan untuk selalu berkonsultasi jika ada sebuah masalah di lapangan kepada tim dari Kemenko Marves. Konsultasi bisa dilakukan secara langsung atau melalui Penasehat Khusus Menko Marves Jona Widhagdo Putri dan Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing dari Kemenko Marves Dedy Miharja.

Dalam pertemuan secara virtual ini hadir juga Tim dari Kemenko Marves, yaitu Asdep Pengelolaan Perikanan Tangkap Ikram Malan Sangadji, Asdep Pengembangan Perikanan Budidaya Rahmat Mulianda, Perwakilan dari KKP, Perwakilan dari Kemenhub, Perwakilan dari PT Pelindo, Perwakilan dari PT Angkasa Pura, Perwakilan dari DPRD Kabupaten  Biak Numfor, dan Perwakilan Masyarakat Adat Kabupaten Biak Numfor.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas SDM, Kemenko Maritim Bekali Pelatihan Maritim bagi Pelajar

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel Ekspor Perdana Komoditas Kelautan dan Perikanan Biak Numfor ke Singapura, Menko Luhut: Laksanakan Secara Kontinyu dan Jaga Kualitas
Berita

Ekspor Perdana Komoditas Kelautan dan Perikanan Biak Numfor ke Singapura, Menko Luhut: Laksanakan Secara Kontinyu dan Jaga Kualitas

Dibaca: 261 Oleh Sabtu, 28 Agustus 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 08 28 at 13.42.32 2
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-540/HUM/ROKOM/SET.MARVES/VIII/2021

 

Marves – Jakarta, Ekspor komoditas kelautan dan perikanan Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. Beberapa Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) mampu memproduksi hingga angka triliunan rupiah. Salah satu yang mampu mencapai angka tersebut dimiliki oleh Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meresmikan adanya ekspor komoditas perdana kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Biak Numfor secara virtual (28-08-2021). Beberapa komoditas yang dikirimkan adalah kepiting dan lobster hidup, serta loin tuna dengan tujuan pengiriman, yaitu Singapura.

“Saya apresiasi sekali gebrakan dari Pemda Biak Numfor untuk melaksanakan ekspor ini, walaupun masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. Potensi perikanan dari Biak ini, perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Menko Luhut.

Peluang ekspor ini juga didukung dengan keberadaan infrastruktur konektivitas berupa Bandara Frans Kaisiepo. Ini memberikan angin segar untuk ekspor komoditas perikanan langsung dari Biak ke negara tujuan ekspor di Asia yang lainnya.

Baca juga:  Menko Marves Meeting dengan Kepala BPPT Hammam Riza

Target ekspor komoditas perikanan dari Biak Numfor ini sudah dicanangkan sejak Maret 2021 bersama Kota Tual. Ekspor ini dikoordinasikan bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT Angkasa Pura, serta Pemda Papua, dan tentunya Pemda Kabupaten Biak Numfor.

“Ekspor komoditas kelautan dan perikanan dari Biak Numfor kali ini ada sebanyak 28 ton melalui pesawat kargo dari Sriwijaya Air. Ini adalah komitmen besar untuk maju dan bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh,” kata Menko Luhut.

Melalui ekspor perdana dari Biak Numfor ke Singapura ini, diharapkan terjadi peningkatan bukan hanya devisa negara, tetapi juga pendapatan daerah dan kesejahteraan nelayan.Tidak lupa Menko Luhut juga mengingatkan agar selalu memperhatikan pemanfaatan komoditas kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Di sisi yang lain, Menko Luhut juga ingin agar pengelolaan komoditas ekspor ini dijaga kualitas dan mutu produknya.

“Saya pesan kepada Pemerintah Biak Numfor dan lebih khusus Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, untuk terus menjaga proses ekspor ini agar berjalan baik. Volume dan nilainya harus terus ditambah, tetapi dengan terus menjaga kualitas dari produknya,” kata Menko Luhut secara virtual.

Baca juga:  Menko Luhut Pastikan Farmasi dan Alat Kesehatan Terpasok Dengan Baik Selama PPKM Darurat

Menanggapi apresiasi Menko Luhut, Bupati Herry menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah melalui Menko Luhut terkait ekspor perdana ini.

“Terima kasih atas dukungan dari pusat dan juga kepada Menko Luhut yang mempercayakan ini pada kami. Kami akan jaga kualitas dan mutu dari ekspor kami ini,” kata Bupati Herry berterima kasih pada Menko Luhut.

Menko Luhut mengingatkan agar jangan lupa untuk terus mengembangkan pasar ekspor dari Biak Numfor secara langsung.

“Kita coba perlahan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pendukung, mulai rambah pasar baru seperti di Hong Kong, Tokyo di Jepang, dan Shenzen di RRT,” katanya.

Sebagai penutup, Menko Luhut juga menegaskan untuk selalu berkonsultasi jika ada sebuah masalah di lapangan kepada tim dari Kemenko Marves. Konsultasi bisa dilakukan secara langsung atau melalui Penasehat Khusus Menko Marves Jona Widhagdo Putri dan Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing dari Kemenko Marves Dedy Miharja.

Dalam pertemuan secara virtual ini hadir juga Tim dari Kemenko Marves, yaitu Asdep Pengelolaan Perikanan Tangkap Ikram Malan Sangadji, Asdep Pengembangan Perikanan Budidaya Rahmat Mulianda, Perwakilan dari KKP, Perwakilan dari Kemenhub, Perwakilan dari PT Pelindo, Perwakilan dari PT Angkasa Pura, Perwakilan dari DPRD Kabupaten  Biak Numfor, dan Perwakilan Masyarakat Adat Kabupaten Biak Numfor.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas SDM, Kemenko Maritim Bekali Pelatihan Maritim bagi Pelajar

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel