Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Focus Group Discussion Peningkatan Nilai Tambah dan Inovasi Produk Turunan Komoditas Pergaraman

By 20 Mar 2018 12:15Foto
FGD_Cirebon_1

Maritim – Cirebon, Kemenko Maritim melalui Deputi Koordinasi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa adakan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Nilai Tambah dan Inovasi Produk Turunan Komoditas Pergaraman, Cirebon, Jawa Barat (20/3). Menurutnya petani garam di Indonesia harus lebih kreatif, terutama harus menciptakan garam yang berkadar tinggi 94 persen ke atas, untuk bisa bersaing dengan garam impor dari negara-negara besar penghasil garam.

“Nah, pada FGD di Cirebon kali ini adalah membicarakan pemanfaatan garam rakyat salah satunya untuk industri spa. Karena memang standardnya berbeda, jadi salah satu cara meningkatkan garam rakyat ini adalah dengan bagaimana garam rakyat ini bisa dimanfaatkan diantaranya untuk industri spa” ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono saat ditemui oleh tim humas kemenko maritim usai FGD.

Garam Spa Bernilai Tinggi dan Dapat Diekspor

Masih menurut Deputi Agung, kreatifitas para petani garam memang sangat diandalkan untuk memproduksi garam dengan teknik spa. Karena diketahui, harga garam spa saat ini bisa mencapai Rp 260.000/kg, bandingkan dengan sebelumnya yang hanya seharga Rp 1000-5000/kg. selain itu, lanjut Deputi Agung, potensi ekspor untuk garam spa ini dinilai cukup besar.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Narasi Tunggal Foto Berita Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Focus Group Discussion Peningkatan Nilai Tambah dan Inovasi Produk Turunan Komoditas Pergaraman