Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Gandeng BIG, Kemenko Maritim Adakan Sosialisasi Informasi Geospasial

WhatsApp_Image_2018-07-28_at_15.44.33

Maritim – Bogor, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Biro Informasi dan Hukum mengadakan Sosialisasi Informasi Geospasial Nasional dan Bimbingan Teknis Penggunaan ArcGIS di Bogor, Jawa Barat. Acara yang diselenggarakan pada 26 Juli – 28 Juli ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan wawasan staf Kemenko Maritim mengenai teknis seperti informasi geospasial itu sendiri.

“Ada hal yang saya anggap penting, untuk membuka wawasan para staf kami, CPNS, dan untuk bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial nantinya,” kata Sesmenko Maritim Agus Purwoto di lokasi.

Adapun Geospasial atau yang sering disebut ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Dalam Geospasial, ada lima pilar kebijakan maritim yang perlu diperhatikan yakni budaya maritim, sumber daya maritim, infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim serta pertahanan maritim

“Untuk itu, salah satunya saya banyak menuntut dengan keberadaan CPNS. Karena baru kali ini ada perekrutan CPNS di Kemenko Maritim tahun 2017, dan dia harus menjadi mentor untuk CPNS tahun 2018. Bahkan Pak Menko (Luhut B. Pandjaitan) kemarin juga menuntut agar nilai TOEFLnya mencapai 600. Kenapa saya memiliki harapan kepada mereka? Karena mereka lahir pada helicopter view, atau wawasan makro, bukan pada wawasan teknis. Wajar apabila kami di sini juga mengundang Badan Informasi Geospasial (BIG) karena nantinya mereka harus memiliki knowledge tentang teknis,” jelasnya.

“Kita memerlukan hal-hal seperti data spesifik. Inilah kenapa kami membutuhkan dan terutama bagi generasi baru bahwa data menjadi akses. Saya berharap knowledge yang seperti ini akan menjadi bagian dari akses, yang anda semua mau tidak mau akan menggunakan akses ini sebagai helicopter view. Ketika nanti mereka harus mewakili Kemenko Maritim, mereka memiliki akses,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sesmenko Agus memaparkan bahwa kenapa perlunya acara ini, karena ingin membuka wawasan, ingin mendapatkan akses baru, khususnya dari BIG, karena ke depan tidak terlepas dari hal-hal demikian.

“Saya berharap akses tetap terjalin, saya berharap Biro Informasi dan Hukum memberikan kuesioner yang masih diperlukan dan untuk hal yang seperti ini dilanjutkan,” lanjutnya.

Kebijakan ke depan nanti akan ada one map policy, one map policy ini bukan semuanya dikendalikan oleh teknis, tapi fungsi Kemenko Maritim ini fungsi remote. Sehingga data yang ada nanti bisa terakses, “Tapi kami butuh security. Karena sekarang saja aplikasi whatsapp ketika kita mau forward pasti ada tulisan forwarded. Ini akan bisa ditelusur dia mengambil dari mana,” tutup Sesmenko Agus.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Gandeng BIG, Kemenko Maritim Adakan Sosialisasi Informasi Geospasial