Maritim - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI

Gandeng Unair, Kemenko Maritim Koordinasikan Pengembangan Industri Cangkang Kapsul Dari Rumput Laut

WhatsApp_Image_2018-07-20_at_7.25.18_AM

Maritim – Surabaya, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk memaksimalkan pengembangan produk kelautannya terutama dari bahan dasar rumput laut. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono usai membuka acara Workshop Pengembangan Industri Cangkang Kapsul Berbahan Dasar Rumput Laut di Universitas Airlangga, Surabaya (19-7-2018). Workshop ini dilaksanakan salah satunya dalam rangka tindak lanjut dari rakor sebelumnya serta merupakan amanah Perpres 3/2017 tentang Renaksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

“Bahan baku rumput laut Indonesia ini sangat melimpah, dan kita merupakan produsen terbesar di dunia tetapi selama ini kita hanya mengekspor rumput laut kering saja, jadi nilai tambahnya kurang,” ujar Deputi Agung.

Deputi Agung menjelaskan bahwa pengembangan industri cangkang kapsul berbahan dasar rumput laut di Indonesia sendiri secara ekonomi sudah masuk ke ranah kemitraan antara perguruan tinggi dan pelaku usaha yang menjamin bahan baku dan pasar, disisi lain Universitas Airlangga juga sudah memiliki rintisan teaching industry berupa hilirisasi hasil penelitian produk.

“Sehingga pemerintah tinggal mengkoordinasikan dan mendorong tumbuhnya industri yang lebih besar untuk menggantikan bahan baku cangkang kapsul yang selama ini masih kita impor,” lanjut Agung.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Universitas Airlangga, Junaidi Khotib mengatakan bahwa dalam produksi dan pemasaran cangkang kapsul berbahan baku rumput laut, Unair sudah bermitra dengan badan industri seperti PT Kapsulindo dan PT Kappa Carageenan dalam menjamin supply bahan baku dan pasar produk di dalam maupun luar negeri.

“Sementara itu untuk Teaching Industry yang dibangun dan akan mampu untuk produksi pada tri wulan pertama tahun 2019,” ungkap Junaidi. Pentingnya peran serta dukungan Kemenko Maritim dalam mengkoordinasikan K/L juga diakui oleh Junaidi untuk membantu akselerasi (percepatan) Teaching Industry tersebut kedepan.

Nilai Tambah Cangkang Kapsul Rumput Laut

Selama ini, impor cangkang kapsul yang dilakukan oleh Indonesia masih berbahan baku dari gelatin (hewan) yang sertifikasi kehalalannya perlu dipertanyakan. “Seperti yang tadi disampaikan oleh pak Warek (wakil rektor) bahwa bahan baku dan cangkang kapsul yang diimpor masih berbahan dasar gelatin dan gelatin itu sumbernya dari hewan” ucap Deputi Agung.

Dengan kondisi itu, menurut Agung, cangkang kapsul dari bahan gelatin masih perlu proses sertifikasi lebih lanjut. Sementara itu, lanjutnya, bila cangkang kapsul terbuat dari rumput laut sudah jelas kehalalannya. “Kedepan, untuk produk-produk kelautan yang lain kita akan mengkoordinasikan perkembangannya dengan universitas yang lain tergantung dari keinginan masing-masing universitas maupun pengusaha,” tegasnya.

Diadakannya workshop ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada rapat koordinasi yang bertujuan untuk mendorong Kementerian dan Lembaga (K/L) Pusat, Pemerintah Daerah, Akademisi, Pelaku Usaha dan Asosiasi agar berkontribusi mendorong tumbuhnya industri cangkang kapsul berbahan dasar rumput laut di Indonesia.***

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Foto Narasi Tunggal Siaran Pers Berita Deputi
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Gandeng Unair, Kemenko Maritim Koordinasikan Pengembangan Industri Cangkang Kapsul Dari Rumput Laut