BeritaFoto

Gelar Focus Group Discussion, Kemenko Marves Evaluasi Implementasi Ekosistem Logistik Nasional dan Indeks Kinerja Logistik 2020

Dibaca: 15 Oleh Selasa, 8 Desember 2020Desember 9th, 2020Tidak ada komentar
Gelar Focus Group Discussion, Kemenko Marves Evaluasi Implementasi Ekosistem Logistik Nasional dan Indeks Kinerja Logistik 2020
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Bogor, Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) membahas sekaligus mengevaluasi implementasi Ekosistem Logistik Nasional (ELN) dan Indeks Kinerja Logistik (IKL) tahun 2020 dalam sebuah Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) yang digelar di Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (8-12-2020). FGD yang dimping langsung oleh Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Marves Sahat Manaor Panggabean juga membicarakan rencana strategi dan rencana aksi terkait ELN dan IKL pada tahun 2021.

SAM Sahat mengatakan dalam kegiatan ini ingin dilihat sejauh mana rencana yang sudah dan bisa dikerjakan Kemenko Marves terkait ELN dan IKL. Sebagaimana diketahui bahwa sudah ada Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional yang mengatur terkait implementasi ELN atau Ekosistem Logistik Nasional tersebut.

“Dan kita berbicara langkah-langkah percepatan untuk 2021 sampai 2024, masih kabinet Pak Joko Widodo,” kata SAM Sahat dalam FGD hari ini.

SAM Sahat menyampaikan berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa yang dihasilkan dan dicapai sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional telah dipenuhi dengan baik. Salah satu bukti yang bisa dilihat ialah di sisi sistem Informasi Teknologi (IT) yang sudah diterapkan satu sama lain dan juga pada aktivitas bisnisnya.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rakor tentang Implementasi Kurikulum Kemaritiman dan Revitalisasi Pendidikan Vokasi Bidang Kemaritiman

“Pelaku bisnis juga sudah bisa menggunakan sistem IT yang terintegrasi itu. Jadi ini sesuai dengan target di 2020,” ungkapnya.

Dia menjelaskan pada 2021 cakupan yang diatur dalam ELN akan semakin diperluas dan mengarah pada komoditi-komoditi yang bisa dikerjakan serta ditingkatkan pada rencana aksi di 2020-2024. Kemenko Marves akan mencermati sistem Ekosistem Logistik Nasional saat ini untuk melihat sejauh mana implementasinya dan melihat LPI sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang pada tahun ini angkanya mencapai 3,15 persen dan pada 2024 angka harus di posisi 3,5 persen.

“Langkah-langkah yang akan kita lakukan untuk mencapai di RPJMN itu kita bahas juga hari ini, sehingga di 2021 nanti kita bergerak dengan cepat. Dua isu ini ada di bawah dua Kemenko, yakni Kemenko Marves dan Kemenko Perekonomian, kita berkoordinasi di level Menko untuk bisa mengoordinasikan di kementerian teknis. Karena dua isu ini terutama kementerian teknis lebih banyak ada di Kemenko ini,“ jelasnya.

“Saya pikir bagus ya, jadi teman-teman dari Kemenko Perekonomian juga merasa ada teman juga untuk sama-sama mengawal target-target yang ada di RPJMN ini,“ sambungnya.

Baca juga:  Devi Pandjaitan: Perlunya Kesadaran Dalam Mengurangi Sampah Plastik

Lebih lanjut SAM Sahat menuturkan terkait kondisi dan inovasi yang dilakukan pada  tersebut akan disampaikan kepada perlaku-pelaku usaha bahwa pemerintah telah berupa dengan kolaborasi untuk membangun sistem yang lebih baik serta mumpuni. Ujungnya, persoalan yang terjadi dan dialami para pelaku usaha terkait ELN semakin jelas dan transparan.

“Sehingga biaya yang tadinya siluman, yang tidak jelas itu, tidak ada lagi. Karena semua aktivitas pemesanan dan pembayaran itu secara online. Itu pesan yang akan kita sampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan itu dengan baik dan ini juga akan kita sosialisasikan kepada pelaku-pelaku usaha. Kemudian pesan yang disampaikan berikutnya yang intinya bagaimana kita melihat komoditi-komoditi yang ada di level desa juga kita dorong sistem logistiknya mulai dari desa ke end user-nya. Ini yang harus kita kawal dengan baik,“ imbuhnya.

Dalam FGD ini para peserta undangan dari berbagai kementerian lembaga (K/L) atau lembaga memberikan pandangan dan penjelasan terkait implementasi ELN dan IKL tahun 2020 serta masukan untuk penerapan ELN yang berpengaruh pada IKL dimasa mendatang. Banyak masukan dan pandangan konstruktif yang disampaikan para narasumber dalam kegiatan ini yang pada akhirnya memperbaiki kualitas ELN dan IKL pada masa mendatang.

Baca juga:  Pacu Percepatan Pengembangan DPSP Borobudur, Kemenko Marves Gelar Rakoor dan Peninjauan Lapangan

Adapun yang hadir dalam FGD ini baik secara langsung dan virtual  diantaranya Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso; Kepala Bagian Program dan Anggaran Biro Perencanaan Kemenko Marves Achmad Murman, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kementerian Keuangan, perwakilan Bank Dunia Lamia Bennis, Muhammad Pasha, Agnesia Adhisa, serta akademisi dari ITB Prof Senator Nur Bahagia, Yusmar Anggadinata, dan M. Arya.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel