BeritaFoto

Gelar Peringatan, Kemenko Marves Sosialisasikan Konsep Benua Maritim

Dibaca: 18 Oleh Sabtu, 19 Desember 2020Tidak ada komentar
Gelar Peringatan, Kemenko Marves Sosialisasikan Konsep Benua Maritim
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves—Jakarta, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menginisiasi peringatan Peringatan Kilas Balik Benua Maritim Indonesia secara virtual di Jakarta pada Hari Jumat (18-12-2020). Menurut Sekretaris Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves) Agung Kuswandono yang memberikan sambutan mengatakan bahwa tujuan diadakannya perhelatan tersebut adalah untuk menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai konsep benua maritim.

“Belum banyak yang tahu meskipun sudah dicanangkan sejak tahun 1996 yang lalu (Deklarasi Benua Maritim),” ujarnya beralasan. Oleh karena itu, Sesmenko Agung menambahkan bahwa dalam kegiatan virtual tersebut juga diundang para pelaku sejarah yang terlibat dalam Deklarasi Benua Maritim serta para akademisi yang akan memberikan kontribusi pemikiran terkait pembangunan kemaritiman.

“Setelah itu kita harus tindak lanjuti untuk membuat gagasan ini menjadi nyata. Dalam bentuk sosiasisasi apakah dengan cara mencetak buku atau melakukan sosialisasi kepada seluruh adik-adik anak bangsa se-Indonesia karena literasi kemaritiman saat ini menjadi hal yang krusial untuk kita jadikan back bone dalam pendidikan anak-anak atau generasi muda,” jelas Sesmenko Agung.

Baca juga:  Menko Luhut: Tol Laut Menekan Disparitas Harga Hingga 25 Persen

Dalam acara peringatan tersebut, empat orang Staf Ahli Menteri (SAM) yakni SAM Bidang Sosio-Antropologi Tukul Rameyo, SAM Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso, SAM Bidang Manajemen Konektivitas Sahat Manaor Panggabean, dan SAM Bidang Hukum Laut Okto Irianto berkolaborasi untuk mendorong benua maritim tidak hanya menjadi konsep namun juga merumuskannya menjadi sesuatu yang lebih praktis.

SAM Bidang Sosio-Antropologi Tukul Rameyo dalam kesempatan tersebut mengusulkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam durasi minimal satu bulan untuk membangkitkan literasi kemaritiman. “Tidak bisa hanya dirayakan sekali atau dua kali setahun, mungkin bisa dimulai dari tanggal 17 Agustus hingga 23 September kita isi dengan berbagai kegiatan mulai dari kebudayaan hingga manusia yang terkait dengan kelautan dan kemaritiman,” katanya. Menurutnya, bila hal tersebut secara kontinyu dilaksanakan setiap tahun maka dalam empat tahun akan terbentuk indikator kinerja yang dapat kita banggakan.

Selain itu, berbicara mengenai kelautan tidak lepas dari perundang-undangan terkait. SAM Bidang Hukum Laut Okto Irianto mengungkapkan bahwa terkait dengan hukum laut bangsa Indonesia memiliki permasalahan tentang landas kontinen yang diterbitkan sebelum UNCLOS. “Sampai kita UU terkait landas kontinen hanya UU Nomer 1 tahun 1973 yang diterbitkan sebelum UNCLOS jadi mendesak untuk kita segera merevisi UU tentang landas kontinen,” ingatnya.
Berikutnya, SAM Bidang ekonomi Maritim Sugeng Santoso mengungkapkan tentang pilar Kebijakan kelautan Indonesia (KKI) khususnya kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan. “Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong pemanfaatan dan pengusahaan sumber daya kelautan secara optimal dan berkelanjutan melalui penerapan ekonomi biru,” jelasnya. Lebih jauh, dia juga menjelaskan berbagai berbagai proyek-proyek utama pengelolaan sumber daya kelautan, ekonomi kelautan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diantara proyek-proyek utama tersebut ada revitalisasi di kawasan sentra produksi udang dan bandang, penguatan jaminan usaha serta 350 korporasi petani dan nelayan hingga 10 destinasi pariwisata prioritas.

Baca juga:  Tingkatkan Kapasitas Jurnalistik, Media Sosial dan rencana peluncuran blue print pengelolaan IT, Biro Perencanaan dan Informasi Gelar Pelatihan

Selain keempat SAM Kemaritiman dan Investasi, dalam peringatan ini juga hadir mantan Menko Marves Indroyono Susilo yang turut menggagas Deklarasi Benua Maritim pada 18-19 Desember 1996 di kota Makassar, Sulawesi Selatan. “Pembangunan kelautan antar presiden saling berkelanjutan dan menurut hemat saya dengan luasnya wilayah perairan Indonesia kita butuh penguasaan Iptek untuk mengelolaanya, namun kita sampai sekarang berkutat mengenai masalah kewilayaahan atau hal teknis terkait kelautan seperti alat tangkap cantrang saja,” keluhnya.

Tak hanya Indroyono Susilo, untuk mendapatkan masukan holistik mengenai budaya maritim, konsep Benua Maritim dan konteks kekinian, Agro maritim 4.0, serta pembangunan universitas maritim, Kemenko Marves mengundang Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung (ISBI) Een Herdiani, Laksamana Purn. Bonar simangunsong serta Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria.

Terakhir, Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa momentum perayaan deklarasi Benua Maritim dapat dimanfaatkan untuk mereviu konsepsi pembangunan nasional yang berkaitan dengan kemaritiman. “Saya harap konsepsi ini akan disambut oleh pemikiran futuristik dari rekan akademisi yang akhirnya dapat diwujudkan menjadi hal-hal yang lebih bersifat operasional.

Baca juga:  Perkuat Koordinasi Sektor Kemaritiman dan Pariwisata, Tujuh Pimpinan Lembaga Negara Tanda Tangani MoU

Biro Komunikasi
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel