Berita

Gelar Rakor Rencana Aksi Kekayaan Intelektual, Kemenko Marves Dorong Nilai Ekonomi Kreatif

Dibaca: 44 Oleh Rabu, 5 Mei 2021Tidak ada komentar
Gelar Rakor Rencana Aksi Kekayaan Intelektual, Kemenko Marves Dorong Nilai Ekonomi Kreatif
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Siaran Pers

No.SP-307/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Maritim – Bogor, Dalam rangka menindaklanjuti hasil kegiatan Pelindungan Kekayaan Intelektual pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur, Asisten Deputi Kekayaan Intelektual, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian / Lembaga untuk Penyusunan Rancangan Rencana Aksi (Road Map) Kekayaan Intelektual di Bogor (3-5 Mei 2021).

Asisten Deputi Kekayaan Intelektual Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rustam Efendi dalam pembukaannya menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini akan menentukan rencana aksi yang lebih komprehensif dengan adanya kontribusi koordinasi antara Kementerian dan Lembaga.

“Ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang di Semarang minggu lalu, dan sepertinya kita perlu menentukan rencana aksi lebih komprehensif dengan kontribusi koordinasi antar K/L sehingga ada suatu rencana aksi yang lebih terasa dampaknya bagi republik, itulah dasar kenapa kita melakukan rapat koordinasi ini.” Jelas Asdep Rustam.

Berdasarkan Global Inovation Index, Indonesia berada pada peringkat 85 dari 131 negara. Posisi ini belum mengalami perubahan sejak 2018, dalam artiannya jika index nilai sudah naik maka kekayaan intelektual dan ekonomi kreatif sudah mencapai perkembangan pesat.

Baca juga:  Bekerja Sama dengan KKP, Kemenko Maritim Adakan Sosialisasi Dokumen Bentang Laut

Seperti yang diketahui, nilai ekonomi kreatif akan terus mengalami peningkatan melalui pendampingan dan inkubasi, pengembangan center of excellence, fasilitasi inovasi dan penguatan brand, pengembangan dan revitalisasi ruang kreatif, klaster/kota kreatif dan Be Creative District (BCD), penerapan dan komersialisasi hak atas kekayaan intelektual serta penguatan rantai pasok dan skala usaha kreatif.

Selain itu, Asdep Rustam juga menambahkan bahwa peningkatan nilai ekonomi kreatif akan bertambah melalui pendampingan dan inkubasi. Tetapi yang perlu di perhatikan adalah penerapan dan komersialisasi hak atas kekayaan intelektual ini yang akan menjadi pondasi kementerian dalam melangkah kedepan.

Adapun latar belakang Rencana Aksi (Road Map) Kekayaan Intelektual ini adalah terdapat 20,89 % usaha yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual. Usaha Ekonomi Kreatif yang memiliki Kekayaan Intelektual hanya sebesar 11,05 %, jadi masih terdapat 88,95% usaha ekonomi kreatif yang belum memiliki Kekayaan Intelektual (Sumber Statistik Karakteristik Usaha, BPS 2020).

Acara ini di hadiri oleh Asisten Deputi Kekayaan Intelektual, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, DJKI Kemenkumham, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral dan Kementerian Perhubungan.

Baca juga:  Cari Potensi Investasi, Menko Luhut Lakukan Pertemuan dengan CEO EGA

Biro Komunikasi

Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel