BeritaSiaran Pers

Gencarkan Pembangunan MLIN, Menko Marves Kunjungi Seaweed Estate dan PPN Kota Tual

Dibaca: 23 Oleh Rabu, 6 Oktober 2021Oktober 11th, 2021Tidak ada komentar
tual 2
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-628/HUM/ROKOM/SET.MARVES/X/2021

Marves – Tual, Dalam rangka meninjau progres dari program Maluku Lumbung Ikan Nasional (MLIN) serta pembangunan lainnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku pada Rabu (6-10-2021).

Dalam kunjungan ini, Menko Luhut didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta rombongan.

Menko Luhut mengatakan bahwa untuk mendukung mewujudkan Maluku Lumbung Ikan Nasional atau MLIN, sangat dibutuhkan keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan andal di bidangnya. Karena itu, pihaknya berencana akan membangun fasilitas atau dunia pendidikan sesuai kebutuhan di daerah tersebut.

“Kami tadi sepakat membangun pendidikan, supaya kita bisa mencerdaskan putra putri di daerah. Kita harus kejar ini,” katanya dalam sambutannya.

Menko Luhut menilai Tual memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah utamanya sektor perikanan. Karena itu, potensi besar ini harus dimanfaatkan dan dikelola dengan semaksimal mungkin sehingga manfaatnya bisa dirasakan rakyat dan tentu saja dengan regulasi dan kebijakan yang baik pula.

Baca juga:  Kemenko Marves Lakukan Percepatan Penyusunan Regulasi Nasional Peran Aktif Indonesia di Kawasan Dasar Laut Internasional

“Dengan begitu harganya juga bisa dimonitor, sehingga rakyat itu bisa menikmati hasilnya,” ungkap dia.

Di samping itu, Menko Luhut juga berharap dalam waktu dekat supaya bisa dilakukan ekspor ikan segar baik menggunakan pesawat atau moda transportasi lainnya. Kemudian dibangun industri pengolahannya di dalam negeri. “Bangsa ini tidak boleh bangsa yang hanya menerima-menerima saja, kita harus ada nilai tambah,” tuturnya.

Lebih lanjut Menko Luhut menjelaskan bahwa pemerintah siap membantu pemerintah daerah untuk menwujudkan keinginan tersebut. Sebab ini demi kemaslahatan masyarakat, pemerintah daerah, serta para pengusaha yang memberikan perhatian. “Kita akan bantu, pemerintah akan memberikan insentif apa saja sepanjang rakyat membutuhkan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga berharap pemerintah daerah mau membangun SDM yang unggul yang berdaya saing. Karena SDM dipandang menjadi kunci atas sebuah kemajuan dan perkembangan, termasuk di sektor perikanan. “Kita fokuskan aja ini. kalau tidak, kita akan menjadi sapi perah,” tambahnya.

Guna mendukung kemanjuan dan program yang dicanangkan, Menko Marves pun meminta untuk diperhatikan sisi lingkungannya. Pasalnya, dunia saat ini fokus pada isu lingkungan termasuk dalam pemenuhan sumber energi. Pulau Buru yang saat ini mengandalkan energi bertenaga diesel untuk memenuhi listrik, sudah bisa untuk memikirkan alternatif sumber energi lain.

Baca juga:  Kemenko Maritim Dorong Sulteng Ciptakan SDM Berdaya Saing di Bidang Kemaritiman

Menko Luhut pun meminta untuk segera dikaji dan dicari jalan keluarnya. “Di sini tenaga diesel, nanti mencoba alternatif solar panel atau arus laut. Ini saya kira perlu studi mengenai arus air yang bisa dibikin menjadi listrik untuk memenuhi seluruh pulau ini,” tandasnya.

Sementara itu secara khusus, bagian dari program MLIN yang tengah berjalan di Kota Tual adalah Seaweed Estate atau Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual.

“Maluku Tenggara (Malra) memiliki potensi kawasan budidaya rumput laut seluas 8.662,23 hektar, serta produksi rumput laut yang mencapai 198.000 ton pada 2020. Kontribusi Malra terhadap produksi Maluku adalah sebesar 12,2 persen,” jelas Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun dalam paparannya.

Kawasan budidaya rumput laut di Maluku Tenggara berada di sejumlah titik, antara lain Teluk Stahean, Teluk Loon Kelanit, Teluk Hoat Sorbay, Pulau Kei Besar, serta Pulau-pulau Sepuluh dan sekitarnya.

“Kedepannya, kami berharap pembangunan di Maluku Tenggara dapat terus didukung, terutama dalam hal Seaweed Estate, kapasitas bandara, pelabuhan, infrastruktur jalan, pengembangan pariwisata dan investasi,” pungkas Bupati Thaher.

Baca juga:  Lakukan Pertemuan Bilateral Tingkat Menteri dengan Pemerintah Jepang, Menko Luhut: Kita Berkomitmen Selesaikan Tantangan Lingkungan

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel