FotoBerita DeputiDeputi 3

Hadiri HUT Ke-597 Sangihe, Asdep Djoko Saksikan Upacara Adat Tulude

Dibaca: 41 Oleh Selasa, 1 Februari 2022Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2022 01 31 at 20.54.30
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Marves – Sulawesi Utara, Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Asdep IPW Kemenko Marves) Djoko Hartoyo hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-597 Daerah Kepulauan Sangihe yang dirangkaikan dengan Upacara Adat Tulude pada Senin, (31-01-2022). Mengangkat tema “Permohonan kepada Sang Khalik untuk Menjaga Alam Semesta dalam Berkat dan Rahmat-Nya”, acara tersebut diadakan di Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Asdep Djoko mengaku kehadirannya tersebut pada dasarnya bertujuan untuk meninjau infrastruktur dan potensi pengembangan wilayah di salah satu kabupaten tertua di Indonesia, serta Monev pelaksanaan program Tol Laut. “Kebetulan sekali momentumnya pas dengan HUT Sangihe, jadi sekalian kami datang untuk merayakan,” beber Asdep Djoko. Ia pun menilai upacara sakral ini sangat menarik karena masyarakatnya memiliki kemauan untuk berkembang dan memperbaiki dari tahun ke tahun yang tercermin melalui prosesi adat Tulude.

“Kami selaku pemerintah daerah dan masyarakat merasa sangat bersuka cita atas kehadiran Bapak/Ibu dalam acara ini. Meskipun diadakan di tengah pandemi Covid-19, kami berharap semoga perayaan ini memberikan kesan tersendiri bagi Bapak/Ibu,” ujar Bupati Jabes kepada  Asdep Djoko. Lebih lanjut, ia menjelaskan bawah acara ini memiliki tiga esensi, yaitu mensyukuri anugerah Tuhan, memohon ampun atas segala dosa yang telah dilakukan, dan memohon penyertaan Tuhan dalam menjalani hidup di tahun 2022 demi kelancaran kehidupan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Baca juga:  Menko Luhut vidcon rakor pengamanan kawasan industri

Upacara Tulude merupakan sebuah acara sakral yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas segala berkat terhadap Tuhan yang Maha Kuasa atau yang disebut masyarakat setempat sebagai Mawu Ruata Ghenggona Langi. Berasal dari kata “suhude” yang berarti “tolak”, tulude menjadi momentum untuk menolak meratapi tahun sebelumnya dan siap menerima tahun yang baru.

Dipimpin oleh Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana, upacara ini merupakan simbol kerukunan. Selama bertahun-tahun, warga Sangihe datang dengan membawa makanan dan ditempatkan di atas booth panjang untuk dinikmati bersama-sama.

Acara yang diadakan pada sore menjelang malam hari tersebut dimulai dengan penampilan tarian Gunde dan Salo Baneha. Sebelumnya, masyarakat juga telah membuat kue tamo  dari beras ketan, gula merah, minyak kelapa, bubuk kayu manis, pepaya, kelapa muda, dan pisang raja. Setelah selesai dibuat, kue dibentuk kerucut dan dihiasi dengan telur dan buah-buahan. Hari ini, kue tersebut diserahkan oleh perwakilan masyarakat kepada pemerintah daerah, dipotong, dan dinikmati. Prosesi ini pun menyimbolkan kebersamaan, sukacita, dan pembawa keberkahan. Sebelumnya juga prosesi membasuh tangan dan pemercikan air ke sekitar dengan air melati putih (manuru). Ini merupakan bentuk mensucikan diri dan pemberkatan kepada diri sendiri dan lingkungan.

Baca juga:  Ditargetkan Beroperasi Awal Tahun 2022, Kemenko Marves Dukung Percepatan Pembangunan PSN Tol Cisumdawu

Mengenai upacara adat Tulude, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili oleh Kepala Badan Perbatasan Provinsi Sulawesi Utara Jeti Pulu menyampaikan bahwa Tulude adalah warisan budaya yang bermakna dan punya sarat kepada Tuhan YME. “Tulude merupakan harta tak ternilai dari Tuhan bagi Bumi Nyiur Melambai. Oleh karena itu, pada momentum ini saya mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya bangsa,” bebernya membaca sambutan Gubernur Olly. Ia juga menjelaskan bahwa segala tuntunan dan penyertaan Tuhan harus disyukuri dengan cara yang konstruktif dan bernilai positif.

BIRO KOMUNIKASI
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DAN INVESTASI RI
NO.SP-38/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2022

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel