Berita DeputiDeputi 2

Hadiri Rapat Koordinasi Terkait Batam Logistic Ecosystem, Deputi Safri: Dimulainya Sistem Logistik Pelabuhan yang Tertata Baik

Dibaca: 14 Oleh Selasa, 6 April 2021Tidak ada komentar
Hadiri Rapat Koordinasi Terkait Batam Logistic Ecosystem, Deputi Safri: Dimulainya Sistem Logistik Pelabuhan yang Tertata Baik
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Siaran Pers

No.SP-226/HUM/ROKOM/SET.MARVES/IV/2021

MarvesBatam, Setelah Maret lalu Batam Logistic Ecosystem (BLE) diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim melakukan pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membahas kelanjutan dari BLE (06-04-2021). Pertemuan tersebut membahas progres terkait implementasi BLE dan juga pengembangan sistem National Logistic Ecosystem (NLE).

Dengan pemanfaatan sistem BLE, pelaku usaha tidak perlu melakukan input ulang izin-izin yang diperlukan. Selain itu, Petugas Bea Cukai tidak perlu melakukan verifikasi atas izin yang direkam ulang dan pengelola pelabuhan mendapatkan data realisasi atas izin yang diberikan. Kesalahan manusia juga menjadi terminimalisir dengan hadirnya sistem BLE ini, belum lagi dengan pemangkasan waktu perizinan yang biasanya dua hari, menjadi hanya 5 (lima) menit.

Diketahui bahwa pemerintah berharap melakukan penurunan biaya logistik nasional yang ditargetkan turun dari 23,5% menjadi sekitar 17% pada tahun 2024. Target ini sudah tercantum dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 yang sesuai dengan RPJMN 2020-2024. Selain itu sudah adanya Inpres No. 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional yang memudahkan proses pemanfaatan sistem logistik seperti BLE bisa digunakan di berbagai pelabuhan di Indonesia.

Baca juga:  Menko Luhut Tapping Program Tokoh Kita JakTV

“Sistem BLE di Batam akan kita gencarkan untuk dipergunakan di berbagai pelabuhan di Indonesia. Nantinya seluruh pelabuhan akan terintegrasi dalam hal melakukan proses perizinan bongkar muat logistik ke sebuah sistem yang kita sebut NLE. Pelabuhan seperti Tanjung Priok, Patimban, Benoa, hingga Pelabuhan Perikanan di Ambon akan saling terintegrasi dalam sebuah sistem logistik yang efektif dan efisien,” papar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin.

Menambahkan Deputi Safri, Penasehat Khusus Menko Marves Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim Prof. Dr. Marsetio menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Menko Luhut untuk kerja cepat menuntaskan adanya sistem NLE, agar segera bisa terintegrasi untuk satu Indonesia dimulai dari BLE.

“Ini kalau BLE bisa berjalan lancar, maka sistem ini bisa kita duplikasi secara masif di berbagai pelabuhan lainnya, supaya sistem NLE yang kita canangkan bisa mulai berjalan,” ujarnya.

BLE sendiri merupakan bagian dari sistem NLE yang nantinya diterapkan secara nasional dan saling terintegrasi. Sistem NLE ditargetkan sudah mampu dikembangkan pada tahun ini sekitar bulan Oktober. Untuk sekarang, masih dilakukan persiapan yang matang mulai dari identifikasi jenis layanan izin usaha dan izin komersial.

Baca juga:  Menko Maritim : Investor Harus gandeng Partner Lokal, Pemerintah Dorong Pengembangan Kawasan Bisnis Morowali

“Sistem untuk BLE sudah diresmikan prosesnya. Kita terus mengumpulkan saran-saran dari para pengguna sistem logistik di pelabuhan, supaya kita mendapatkan gambaran yang menyeluruh dan saran dari para pengguna sistem BLE ini,” ungkap Asisten II Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Syamsul Bahrum mewakili Gubernur Kepulauan Riau.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel