FotoBerita DeputiDeputi 2Siaran Pers

Hadiri Uji Coba Prototipe Reefer Container di Madiun, Kemenko Marves Terus Dorong Produksi Secara Masif

Dibaca: 76 Oleh Kamis, 23 September 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 09 23 at 21.29.16
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
No.SP-598/HUM/ROKOM,/SET.MARVES/IX/2021

Marves – Madiun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan sudah memberi arahan terkait dengan upaya yang harus dilakukan dalam mendorong peningkatan hasil produk kelautan dan perikanan, tidak hanya kuantitas, namun juga kualitasnya melalui pembangunan reefer container karya anak bangsa. Menindaklanjuti hal ini, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim sudah melaksanakan uji coba prototipe reefer cointainer buatan anak bangsa di Madiun, Jawa Timur. Asisten Deputi (Asdep) Hilirisasi Sumber Daya Maritim Amalyos Chan menyatakan, bahwa saat ini sudah siap prototipe mini reefer container kapasitas 1 ton dan 2 ton, serta 5 ton.

Reefer container ini sudah diujicobakan dan sudah dapat berfungsi dengan baik. Ini adalah hasil kerja sama antara PT Industri Kereta Api (PT INKA) dan PT Kelola Mina Laut (PT KML). Dengan adanya keberhasilan ini, maka kita perlu terus mengawal dan mendorong scale up nya menuju produksi massal,” ujar Asdep Amalyos (23-09-2021).

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rapat Koordinasi Tarif PJP2U

General Manager dari PT INKA Junaidi menyatakan bahwa, pembuatan reefer container mengandung konten lokal yang telah disesuaikan juga dengan ketentuan TKDN dari Kementerian Perindustrian.

Reefer container ini mengandung lokal content sebesar 71%. Dengan adanya hal ini, produksi reefer container ini mampu berkontribusi terhadap gencarnya gerakan bangga buatan Indonesia,” papar General Manager PT INKA Junaidi dalam negeri.

Reefer container menjadi salah satu cara peningkatan produksi hasil produk perikanan dan kelautan. Dengan adanya reefer container, produk-produk sektor kelautan perikanan tangkap segar, mampu terus terjaga kualitasnya sampai ke negara tujuan saat ekspor atau saat dikirim ke tiap daerah di Indonesia. Ini merupakan salah satu bentuk usaha Indonesia membentuk industri berbasis sistem Rantai Dingin atau Cold Chain System bagi produk kelautan dan perikanan Indonesia.

Penggunaan reefer container karya dalam negeri mendapat dukungan dari berbagai asosiasi yang bergerak di bidang kelautam dan perikanan di Indonesia, dan salah satunya dari Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) Hasanuddin Yasni.

Baca juga:  Pengembangan Geopark Nasional Raja Ampat Terus Dikawal Oleh Kemenko Marves

“Tempat penyimpanan untuk produk kelautan dan perikanan berupa reefer container akan sangat membantu peningkatan hilirisasi industri kelautan dan perikanan Indonesia. Kita aplikasikan reefer container ini nantinya bagi para nelayan kita, sehingga mutu dan kualitas produk tangkapan mereka makin bisa bersaing,” katanya.

Proses kunjungan ke Madiun diawali dengan adanya rapat kerja teknis (rakernis) bersama seluruh pihak terkait, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke workshop PT INKA.

Turut hadir pada saat rapat teknis dan pelaksanaan uji coba berlangsung, berbagai perwakilan dari pihak industri, asosiasi, lembaga pendidikan, hingga Pemerintah Daerah baik Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Pacitan. Beberapa diantaranya yakni Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan, Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), dan para nelayan di sekitar wilayah Provinsi Jawa Timur.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel