Berita DeputiDeputi 4

Hutan Lestari Sumber Energi Terbarukan

Dibaca: 14 Oleh Senin, 22 Maret 2021Tidak ada komentar
Hutan Lestari Sumber Energi Terbarukan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS

No.SP-183/HUM/ROKOM/SET.MARVES/III/2021

Marves – Jakarta, Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris (Paris Agreement- COP 21) melalui Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016. Indonesia juga telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030 dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Salah satu sektor penghasil emisi GRK terbesar adalah sektor energi. Selaras dengan tujuan mengurangi emisi GRK dan ketahanan eenergi, pemerintah menetapkan bauran energi 23% berasal dari energi baru terbarukan (EBT).

Biomassa merupakan salah satu EBT yang memiliki prospek menjanjikan. Biomassa yang berasal dari limbah industry kayu atau tegakan tanaman energi (tanaman kayu yang menghasilkan kalor mendekati batu bara) diproses menjadi pellet kayu dan serpih kayu (wood pellet dan wood chip). Wood pellet dan wood chip selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai co-firing batu bara, bahan bakar boiler industry sampai penghangat (heater).

Menindaklanjuti kebijakan Pengelolaan Kawasan Hutan untuk Pengembangan Energi Biomassa, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan menyelenggarakan Rakor Teknis terkait pada Senin, (22-3-2021). Rapat Teknis ini secara keseluruhan membahas mengenai Energi Biomassa. Biomassa sendiri menurut undang-undang Uni Eropa adalah karbon netral yang bila dalam keadaan padat dibakar akan diserap kembali selama pertumbuhan tumbuhan dan mampu menjadi pengganti batu bara.

Baca juga:  Kemenko Marves dan Pelaku Wisata Bahas Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Bisnis Perjalanan Wisata

Uni Eropa mengkategorikan biomassa wood pellet/woodchip bersifat netral karbon. Eropa, Korea Selatan dan Jepang telah menjadi negara tujuan ekspor produk wood pellet Indonesia. “Co-firing biomassa mengurangi emisi CO2, memasukkan sumber energi terbarukan yang andal ke dalam pembangkit listrik dan infrastruktur jaringan yang ada, dan memberikan nilai tambah produk sampingan kehutanan dan nilai tambah dari limbah produk kehutanan,” tegas Asisten Deputi (Asdep) Farianna Prabandari yang memimpin rapat.

“Menurut Menteri LHK, dari keseluruhan 11 juta ha Hutan Tanaman Industri (HTI) yang bisa dipakai sekitar 400 ribu ha pada 2021-2024.” Lanjut Asdep Farianna. Namun demikian, ada beberapa permasalahan yang berhasil diinventarisasi dari penggunaan energi biomassa ini. Salah satunya, harga pellet kayu yang belum kompetitif. Menyikapi kondisi ini, dibutuhkan beberapa strategi pengembangan seperti integrasi kebijakan sektor kehutanan dan energi, ketersediaan lahan, pengelolaan dan pemanfaatan hutan tanaman bersifat multi dimensi dan menghasilkan multiproduk (bioenergi) yang membutuhkan integrasi multisektor (hulu dan hilir). “PLTU mampu mengatur standar harga wood pellet, memanfaatkan limbah perusahaan sawmill (penggergajian kayu) untuk meningkatkan kapasitas produksi pellet, dan melakukan penelitian woodchips untuk Co-Firing PLTU,” lanjut Asdep Farianna.

Baca juga:  Kalimantan Barat Kandidat Pilot Project Biomassa

Sebagai usulan program, Pengembangan program “Forest for Energy” (FfE) sebagai diversifikasi Produk Kehutanan kayu dan HHBK. Perlu didorong pula pembentukan Hutan Tanaman Energi (Energy Plantation Forest (EPF) dengan dukungan regulasi terkait. Memperkaya diskusi yang ada, turut hadir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, perwakilan Pemerintah Daerah, APHI, Korea-Indonesia Forest Center, serta perwakilan dari PT Johnlin Agro Mandiri. “Energi Biomassa adalah sesuatu yang dihasilkan dari fotosintesis, sehingga mereka sangatlah ramah lingkungan dan mampu dimanfaatkan dengan maksimal,” tambah Wening Sri Wulandari, Kepala Bidang Kerjasama dan Diseminasi KLHK.

Secara konkret, lanjutnya, hal ini juga didukung oleh pemerintah melalui regulasi yang sudah ada. Asdep Farianna pun telah melakukan berbagai giat pendukung seperti kunjungan lapangan ke Kalimantan Selatan, serta telah menjadwalkan pelaksanaan Webinar Pengelolaan Kawasan Hutan untuk Pengembangan Energi Biomassa. Webinar dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 23 Maret 2021 dan ditayangkan melalui akun youtube Kemenko Marves.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Baca juga:  Menko Luhut Rapat Pembangunan Bandara di Bali Utara

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel