Berita Deputi

IcoMIRE 2019 Digelar Guna Penyusunan Peta Jalan Menjadikan Indonesia Sebagai World Mangrove Center

IcoMIRE 2019 Digelar Guna Penyusunan Peta Jalan Menjadikan Indonesia Sebagai World Mangrove Center
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

Maritim-Purwokerto, Di hari ketiga agenda International Conference on Mangrove and It’s Related Ecosystem (IcoMIRE) 2019, digelar di Purwokerto, Jawa Tengah, 20-23 Agustus 2019, Kemenko Bidang Kemaritiman yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa menyatakan, dari pelaksanaan IcoMIRE 2019 ini diharapkan output, di antaranya untuk penyusunan roadmap (peta jalan) guna pelaksanaan World Mangrove Center dan Indonesia Mangrove Society.

“Sebab, hal ini diperlukan oleh kementerian, lembaga, LIPI, LSM dan swasta serta pemangku kebijakan untuk mengusulkan anggarannya masing-masing, sehingga memudahkan untuk pelaksanaannya kelak,” ujar Kabid Pengelolaan Lingkungan Laut, Nurul Istiqomah di Purwokerto, Kamis (22/09/2019).

Acara ICoMIRE 2019 ini mengambil tema ‘Menghimpun Indonesian Mangrove Society dan menjadikan Indonesia sebagai World Mangrove Center’.

Selain itu, lanjut Kabid Nurul, ICoMIRE 2019 ini juga ditujukan untuk penyusunan peraturan atau regulasi untuk menguatkan legalitas dan yang tidak kalah penting adalah untuk mendorong peran aktif Universitas, Kementerian, Lembaga, LSM/NGO, Dinas Provinsi, Dinas KP, Dinas LHK (BP DAS) dan yang lebih utama adalah masyarakat pesisir.

“Kami juga berharap acara ini akan menghasilkan suatu payung hukum yang kuat untuk World Mangrove Center dan juga Indonesia Mangrove Society, semua pihak pun harus berkontribusi aktif disini,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Hudoyo menuturkan, Indonesia dikarunia hutan mangrove mencapai 20 persen dari luas mangrove di seluruh dunia, dan juga memiliki keaneka ragaman hayati terbesar serta strukturnya yang paling bervariasi.

“Warisan alam yang luar biasa ini memberikan tanggung jawab yang besar bagi Indonesia untuk melestarikannya, pemerintah sangat menaruh perhatian untuk klestarian ekosistem mangrove ini dikarenakan banyak memiliki fungsi dan manfaat,” ujarnya.

Hasil penelitian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan, dengan lebar tanaman mangrove dapat mereduksi hantaman tsunami kurang lebih 90 persen, mangrove juga mempunyai kemampuan menyimpan karbon 5 kali lebih baik dari hutan daratan, sehingga ekosistem mangrove perlu untuk tetap dipertahankan demi mendukung Indonesia dan dunia dalam menangani masalah lingkungan.

Sebagai informasi, sebelumnya Kemenko Bidang Kemaritiman melaksanakan penanaman bibit mangrove jenis Rhizopora yang diketahui sangat bermanfaat untuk membantu mencegah erosi pantai dalam restorasi habitat mangrove, di Kawasan Konservasi Laguna Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah pada Selasa 20 Agustus 2019.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel