HeadlineArtikelBeritaDeputi 4

Indonesia Bekerja Keras demi Jaga Iklim Dunia Melalui Kemaritiman dan Investasi

Dibaca: 136 Oleh Selasa, 2 November 2021November 3rd, 2021Tidak ada komentar
WhatsApp Image 2021 11 02 at 4.50.37 PM
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

No.SP-683/HUM/ROKOM/SET.MARVES/XI/2021

Marves, Glasgow — Membahas masa depan kelautan dan investasi dalam konteks iklim dengan para pemimpin global, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan turut membuka High Level Dialogue on Driving Ocean and Investment in Climate Actions. High Level Dialogue ini diselenggarakan dalam sesi Paviliun Indonesia pada rangkaian acara COP26 pada Selasa, (02-11-2021).

“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan penduduk hingga 270 juta jiwa. Begitu banyak potensi alam yang kami miliki tidak menutup kemungkingan ancaman perubahan iklim ekstrim yang begitu besar. Indonesia terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menghadapi hal tersebut,” Buka Menko Luhut.

Dalam sesinya, Menko Luhut menekankan bagaimana ketersediaan karbon di Indonesia begitu melimpah dan mampu menjadi pengganti penting bagi minyak bumi dan mengurangi efek emisi gas rumah kaca, “Pasar kini akan bergerak menuju bisnis yang sustainable. Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani kesepakatan tentang harga karbon, demi mendukung pemenuhan target NDC Indonesia,” tegasnya.

Menko Luhut juga menekankan bagaimana diskusi bilateral Presiden RI Joko Widodo dengan tuan rumah Perdana Menteri Boris dan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden demi menguatkan hubungan kita dalam berbagai langkah strategis kedepannya. Presiden RI mengajak dunia untuk saling mendukung dan tidak saling menjatuhkan, demi menyelamatkan bumi dari keterpurukan.

Baca juga:  Menko Luhut Minta Program Peningkatan Ekspor Udang Vaname Dikebut

Perjanjian Paris dalam Article 5 telah menekankan pentingnya laut sebagai penyimpan emisi gas rumah kaca, laut juga mampu menyerap bahkan menampung dampak buruk ini. Sehingga, Indonesia juga menunggu finaliasai negosiasi Article 6 yang masih berkaitan.

“Permasalahan karbon begitu penting, kami terus melakukan rehabilitasi mangrove dan mengajak berbagai negara di dunia untuk berkontribusi bersama, UAE, Jerman, dan negara lainnya pun telah bersama-sama kami mengawal hal ini,” ungkapnya.

Indonesia juga menjadi bagian dari Forum Negara Kepulauan/ Archipelagic Island State (AIS) yang paling rentan terkena dampak dari perubahan iklim. Diperlukan tindakan mitigasi demi meningkatkan ketahanan seluruh negara yang ada, melalui berbagai investasi dan kerjasama tiap-tiap negara.

Menko Luhut menekankan bahwa Indonesia telah meningkatkan angka Target NDC nasional demi meningkatkan ketahanan dan adaptasi perubahan iklim, “Indonesia siap untuk menurunkan angka emisi hingga 41% bahkan 50% jika seluruh dunia dapat memberikan dukungan yang kuat,” ungkapnya. Komitmen yang kuat ini terus ditunjukan melalui berbagai program seperti program rehabilitasi lahan mangrove dan gambut, program penguatan ketahanan pesisir seperti implementasi adaptasi berbasis ekosistem, pengendalian pencemaran laut, dan restorasi terumbu karang.

Baca juga:  Menko Luhut Pimpin Rakor Tingkat Menteri dengan Pembahasan Ibu Kota Negara

Strategi Jangka Panjang untuk Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim Indonesia menjadi panduan bersama untuk mencapai target Net Zero Emission juga telah diadopsi dan diratifikasi. Indonesia juga tengah menyiapkan FOLU Net Sink (Penyerapan Bersih) karbon 2030, dan tengah mengambil langkah untuk menurunkan emisi karbon dari deforestasi dan degradasi fungsi hutan. Dengan komitmen ini, Indonesia akan mencapai targetnya pada tahun 2060 mendatang.

Indonesia juga terus mengupayakan sumber pendanaan internasional melalui pertemuan bilateral, regional, dan multilateral. AS dan Inggris juga akan mendukung Indonesia melalui dana konsesi. Pertemuan ini juga telah membuka jalan bagi pertemuan G20 yang sebentar lagi akan diselenggarakan di Bali dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya.

Menko Luhut juga menekankan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah G20. Indonesia tengah menyiapkan berbagai hal dengan maksimal demi lancarnya pertemuan tersebut, “Tidak hanya Bali, kami akan memperlihatkan keindahan Indonesia dimata dunia melalui pertemuan G20 nanti,” ungkapnya.

Sesi ini turut diisi oleh beberapa panelis yang berasal dari berbagai negara, yaitu Sakti Wahyu Trenggono Menteri KKP Indonesia, Alue Dohong Wakil Menteri LHK Indonesia, Peter Thompson the Sekretaris Jenderal UN untuk laut, Dr. Nawal Al-Hosany Representatif Tetap UAE untuk IRENA, Dr. Enki Tan Ketua GITI Group.

Baca juga:  Bahas Penataan Ruang Laut dan Wilayah Pesisir, Deputi Nani: “Integrasi Tiap Pihak Mampu Pulihkan Lingkungan Maupun Ekonomi Masyarakat Wilayah Pesisir”

Sesi penting ini banyak memberikan masukan tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi berbagai negara lainnya dalam menjaga iklim dunia. Diharapkan, Dunia mampu berjibaku bersama demi meminimalisir peningkatan pemanasan global yang ada.

Sebagai penutup, Menko Luhut menekankan, Indonesia merupakan negara yang sangat serius dalam menangani perubahan iklim. Melalui berbagai peraturan yang ada, Indonesia mampu secara mandiri berkontribusi dalam permasalahan ini, “Kami konsisten dan membutuhkan dukungan, bukan dikte dari pihak lain. mari kita bersama-sama menjaga bumi kita, saling mendukung, tidak saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya,” tutup Menko Luhut.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel