FotoBerita DeputiDeputi 3

Indonesia Berkomitmen Bangun Ekosistem Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Solusi Transportasi Masa Depan

Dibaca: 15 Oleh Sabtu, 9 Januari 2021Januari 28th, 2021Tidak ada komentar
Indonesia Berkomitmen Bangun Ekosistem Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Solusi Transportasi Masa Depan
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS 

No. SP-05/HUM/ROKOM/SET.MARVES/I/2021

Marves – Jakarta, Sejak tahun 2019, Pemerintah Indonesia mulai menggalakkan implementasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Bukan tanpa alasan pemerintah Indonesia mendorong ekosistem ini, melainkan karena Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan kendaraan listrik. “Dalam beberapa dekade terakhir, defisit neraca perdagangan akibat tingginya impor bahan bakar minyak (BBM) menjadi sebuah permasalahan. Di sisi lain, Indonesia memiliki energi listrik yang belum dioptimalkan penggunaannya,” ungkap Asisten Deputi (Asdep) Industri Maritim dan Transportasi, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Firdausi Manti di Jakarta pada Sabtu (09-01-2021).

Lebih lanjut, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya nikel yang melimpah, yang merupakan modal dasar bagi pembangunan industri baterai. Indonesia juga kaya akan sumber daya mineral, seperti bijih besi dan aluminium yang mampu mendorong peningkatan investasi di sektor otomotif. Oleh karena itu, transportasi berbasis baterai pun menjadi sebuah alternatif dalam kebutuhan transformasi energi.

Dengan beragamnya pilihan moda transportasi, pemerintah Indonesia memutuskan untuk fokus pada Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL BB) atau Battery Electric Vehicle untuk Transportasi Jalan, sebagaimana yang tertera dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019. Perpres ini memiliki semangat percepatan pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik berbasis baterai (KBL BB) dalam negeri. “Pertimbangan ini sangat penting agar Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara lain dan Indonesia dapat menjadi bagian dari global supply chain industri otomotif dunia,” beber Asdep Firdausi.

Baca juga:  Kelola Hutan Berkelanjutan Datangkan Untung Bagi Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Ketua Tim Koordinasi KBL BB Luhut Binsar Pandjaitan pun telah mengoordinasikan berbagai kebijakan teknis yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Indonesia, salah satunya adalah menciptakan pasar inisial KBL BB melalui komitmen penggunaan kendaraan dinas jabatan dan operasional di lingkungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/dan badan usaha. Tentunya hal ini dicanangkan karena implementasi KBL BB melibatkan banyak pihak.

Kementerian ESDM selaku anggota Tim Koordinasi KBL BB telah mengumpulkan data komitmen rencana penggunaan KBL BB dari K/L/PD dan badan usaha se-Indonesia sampai dengan tahun 2025. Kebutuhan para instansi dari tahun 2021-2025 mencapai 715.694 unit sepeda motor listrik, 27.408 unit mobil, dan 8.264 unit bus listrik. Diperkirakan data ini masih akan bertambah dan informasi terkini dapat diakses di https://www.esdm.go.id/kblbb/.

Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (K/L/PD), serta badan usaha diharapkan mampu menjadi pionir dalam penggunaan KBL BB, khususnya untuk kendaraan dinas jabatan dan operasional di instansi masing-masing. Hal ini juga dapat menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat luas sehingga ekosistem industri KBL BB dapat lebih cepat berkembang.

Baca juga:  Menko Marves Luhut Melakukan Vidcon Terkait Rakor Lanjutan Penanganan Covid-19 Di 8 Provinsi

Guna mendukung penciptaan pasar inisial tesebut, saat ini e-catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sudah memuat penyewaan KBL BB roda empat merek Hyundai yang dapat diakses pada katalog sektoral Kementerian Perhubungan, serta pembelian sepeda motor Gesit pada katalog inovasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Sebelumnya melalui rapat yang digelar pada tanggal 28 Desember 2020 lalu, Kemenko Marves bersama K/L lainnya terus berupaya agar moda transportasi KBL BB yang ditawarkan dapat terus bertambah. Untuk mewujudkannya, saat ini Kemenko Marves bersama K/L terkait berupaya agar fasilitas e-catalogue nasional dapat digunakan secara langsung oleh seluruh K/L/PD dalam pengadaan berbagai jenis KBL BB, baik sepeda motor, mobil, bus, truk, dan sebagainya. Fasilitas e-catalogue nasional juga diharapkan dapat memuat infrastruktur penunjang seperti seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Keberadaan infrastruktur penunjang seperti SPKLU dan SPBKLU juga tidak kalah penting untuk mendukung perkembangan ekosistem KBL BB sehingga perlu dibangun di berbagai lokasi strategis, seperti SPBU, mal, rest area, terminal, stasiun, area perkantoran, dan wilayah lainnya. Sebagai bentuk dukungan, PLN telah menyusun peta jalan pengembangan SPKLU dan SPBKLU, serta mendorong partisipasi pelaku usaha lain untuk mendukung pengembangannya.

Baca juga:  Kabupaten Lumajang Ditetapkan Menjadi Pilot Project Pengembangan Perhutanan Sosial

Asdep Firdausi menyatakan, “Dengan diterapkannya berbagai strategi untuk mempercepat program KBL BB, diharapkan dapat menjadi salah satu wujud pemerintah dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui lingkungan hidup yang bebas polusi.” Selain itu, ini menjadi bentuk pembuktian Indonesia kepada dunia yang sudah berkomitmen terhadap Undang-undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim) melalui kesiapan ekosistem KBL BB, baik berupa kendaraan, industri maupun infrastruktur penunjang.

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel