FotoBerita DeputiDeputi 5

Indonesia Duduki Peringkat Ke-85 pada Global Innovation Index, Kemenko Marves Gelar Rapat Evaluasi

Dibaca: 28 Oleh Sabtu, 8 Mei 2021Tidak ada komentar
Indonesia Duduki Peringkat Ke-85 pada Global Innovation Index, Kemenko Marves Gelar Rapat Evaluasi
#Maritim #Kemaritiman #PorosMaritimDunia #SahabatMaritim 

SIARAN PERS
NO.SP-317/HUM/ROKOM/SET.MARVES/V/2021

Marves – Bogor, Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-14 dari 17 negara South East Asia, East Asia, dan Oceania (SEAO) dan peringkat ke-85 dari 131 negara dalam Global Innovation Index 2020, urutan ini tidak berubah sejak tahun 2018. Dalam upaya mendorong peningkatan urutan Indonesia pada Global Innovation Index, Asisten Deputi Kekayaan Intelektual Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves menggelar Focus Group Discussion bertema Evaluasi Global Innovation Index Indonesia di Bogor (7-5-2021).

Pada awal paparannya, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Odo RM Manuhutu menjelaskan bahwa terdapat dua indeks untuk mengukur daya saing sebuah indikator yang dimiliki negara tersebut, yaitu Global Competitiveness Index Ranking yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) dan Global Innovation Index (GII) yang dikeluarkan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO).

“GII telah menjadi salah satu referensi terkemuka untuk mengukur kinerja inovasi ekonomis, serta tingkat perkembangannya menjadi alat pembanding berharga yang dapat memfasilitasi dialog publik atau swasta dimana para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mengevaluasi kemajuan inovasi dari suatu negara setiap tahunnya,” jelas Deputi Odo.

Baca juga:  Menko Luhut Tinjau Proyek Light Rail Transit (LRT) Ruas TMII - Cibubur

Dia mengharapkan melalui FGD Evaluasi Global Innovation Index ini dapat meningkatkan kesadaran kementerian/lembaga akan pentingnya partisipasi bersama dalam meningkatkan peringkat Indonesia baik di tingkat regional maupun dunia.

Lebih lanjut, Plt. Asisten Deputi Bidang Kekayaan Intelektual Rustam Efendi menyebutkan bahwa Indonesia memiliki skor tinggi dalam 4 dari 7 pilar penilaian Global Innovation Index.

“Skor tinggi Indonesia ada dalam 4 pilar dari 7 pilar penilaian Global Innovation Index, yaitu (1) Infrastruktur, (2) kecanggihan pasar, (3) keluaran pengetahuan dan teknologi, (4) keluaran kreatif. Sebaliknya Indonesia berada di bawah rata-rata pada 3 pilar, (1) institusi, (2) sumber daya manusia dan penelitian, dan (3) kecanggihan bisnis. Namun dengan adanya pencapaian ini, dia berharap masyarakat Indonesia tidak lengah, sumber daya kita sudah ada kita harus kelola semua potensi yang ada,” pungkas Plt. Asdep Rustam.

Kemudian, dia juga menambahkan bahwa perlu adanya penentuan peran Kementerian/Lembaga sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dengan harapan Indonesia dapat menduduki ranking lebih tinggi di tahun 2024.

“Meningkatkan skor Global Innovation Index tidak hanya sekedar mengirimkan data akan tetapi juga memperhatikan performa yang baik,” ujar Plt. Asdep Rustam menyimpulkan.

Baca juga:  Jamin Keamanan Stok Garam, Kemenko Maritim Dorong Revitalisasi Gudang

Selama diskusi berlangsung, para narasumber menyampaikan evaluasi terhadap penilaian Global Innovation Index Indonesia dan sepakat untuk tidak hanya melihat ranking saja, akan tetapi juga memperhatikan kualitas kekayaan intelektual yang Indonesia punya.

Selaku Kepala Bidang Penyelesaian Sengketa Kekayaan Intelektual Ervan Susilowati menambahkan bahwa tiap kementerian/lembaga harus saling bekerja sama, jadi tidak hanyak fokus pada output saja tentunya memperhatikan keunggulannya.

“Kita harus saling kerja sama dan harus ada yang menjadi leading sector agar mempermudah mapping, mulai dari kekuatan dan kelembagaan yang ada seperti apa, serta perlu adanya suatu pengelolaan data sehingga data yg disampaikan adalah data yang dapat dinilai,” tambah Kabid Susi.

Rapat koordinasi ini diisi oleh narasumber dari Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Direktur Pendidikan Tinggi dan IPTEK Kementerian PPN/Bappenas, Perwakilan dari Setditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Perwakilan dari Direktorat Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual Kementerian Luar Negeri, Perwakilan dari Direktorat Perundingan Multilateral Kementerian Perdagangan, Diplomat Ahli Madya Direktorat Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual Kementerian Luar Negeri, Perwakilan dari Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek, dan Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gajah Mada.

Baca juga:  Majukan Perekonomian Kawasan Pesisir, Kemenko Marves Tinjau Potensi Ekonomi Pesisir Selatan Kabupaten Malang

Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel